Bakrie & Brothers kembali pangkas nilai utang

kantor PT Bakrie Building Industries (BBI), anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di Jakarta Barat, Senin (10/9). KONTAN/Daniel Prabowo/10/09/2012

PT BESTPROFIT Program bersih-bersih utang PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terus berlanjut. Perusahaan induk dari Grup Bakrie ini akan kembali merestrukturisasi sejumlah utang perusahaan lagi tahun ini.

Sejatinya, BNBR bercita-cita merestrukturisasi utang senilai sekitar Rp 9 triliun hingga 2018 berakhir. Namun, untuk saat ini, belum semua utang telah memperoleh persetujuan kreditur untuk dikonversi. BEST PROFIT

Oleh karena itu, di awal tahun ini, BNBR berencana melakukan konversi atas sebagian kecil utang terlebih dulu. “Minimal bisa Rp 2,5 triliun,” ujar Amri Aswono Putro, Direktur Keuangan BNBR, kepada KONTAN, belum lama ini.

Sayang, Amri belum bersedia membeberkan utang dari kreditur mana yang bakal masuk agenda restrukturisasi utang. “Masih ada perjanjian kerahasiaan dengan pihak kreditur,” imbuh Amri.

Mengutip laporan resmi perusahaan ini, hingga kuartal III-2017 lalu, total utang jangka panjang dan jangka pendek BNBR mencapai US$ 608 juta atau sekitar Rp 8,21 triliun. Jumlah utang ini turun 9% dibanding periode 2016, yang mencapai US$ 672 juta.

Selain utang dalam bentuk dollar Amerika Serikat (AS), BNBR juga masih memiliki utang dalam bentuk kurs rupiah. Saldo utangnya pada kuartal III-2017 tercatat Rp 230 miliar, turun 7% dibanding posisi di 2016, yakni sebesar Rp 248 miliar. Adapun total utang BNBR yang jatuh tempo dalam waktu setahun mencapai Rp 3,38 triliun. BESTPROFIT

Utang tersebut berasal dari sejumlah kreditur. Saldo utang BNBR yang cukup besar berasal dari Mitsubishi Corporation, Jepang, senilai Rp 1,94 triliun. Lalu ada Eurofa Capital Investment Inc, Singapura, dengan piutang Rp 1,39 triliun.

Selain itu, ada utang jangka pendek mata uang asing dengan Credit Suisse AG Singapura Rp 175,69 miliar, Fountain City Investment Ltd, Marshall Islands Rp 30,36 miliar, Winn Metals Corporations senilai Rp 22,43 miliar, Daley Capital Rp 10,79 miliar dan utang lain-lain Rp 13,03 miliar.

Ke depan, proses negosiasi akan terus dilanjutkan. Sehingga, proses restrukturisasi utang bisa segera dieksekusi.Amri bilang, skema restrukturisasi masih menggunakan skema seperti tahun lalu, yakni rights issue yang kemudian dilanjutkan dengan konversi utang ke saham baru. PT BESTPROFIT FUTURES

Proses restrukturisasi utang secara bertahap tidak berhenti sejak 2016,” jelas Amri. Untuk tahun ini, sebagian restrukturisasi diharapkan selesai di semester II.Reza Priyambada, analis Binaartha Parama Sekuritas, mengatakan, sentimen restrukturisasi utang sejatinya sudah cukup untuk menggerakan harga saham.

Namun, sentimen ini belum cukup untuk membuat saham BNBR keluar dari zona saham gocap. “Sentimen BNBR juga soal kinerja. Kerugian yang terus menerus membuat BNBR mengalami defisiensi modal,” jelas Reza.

Kuartal III-2017, defisiensi modal BNBR tercatat Rp 5,6 triliun. Angka ini turun 7% dibanding posisi Desember 2016, Rp 6,05 triliun. Defisiensi modal itu yang membuat debt to equity ratio (DER) BNBR berada dalam kondisi minus 1,6 kali. Dengan asumsi nilai restrukturisasi Rp 2,5 triliun, DER BNBR membaik jadi 1,2 kali, namun masih dalam kondisi minus.

Perlu ada sentimen tambahan untuk saham BNBR. Hal ini sudah terbukti di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang sahamnya berhasil keluar dari zona saham gocap, bukan hanya akibat restrukturisasi utang. Harga saham BUMI naik juga berkat sentimen perbaikan kinerja dan naiknya harga komoditas. “Saham BNBR minimal butuh sentimen perbaikan laba,” tandas Reza.

Di kuartal III-2017, BNBR membukukan pendapatan sebesar Rp 1,72 triliun. Angka ini naik 23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 1,39 triliun. Kenaikan itu tak mampu mengompensasi kenaikan beban keuangan. Sehingga, BNBR masih merugi hingga Rp 842,99 miliar

Deutsche Bank akan pangkas 500 karyawan, apa sebabnya?

A construction worker walks past a branch of Germany's largest business bank, Deutsche Bank in Frankfurt, Germany, October 27, 2016. REUTERS/Kai Pfaffenbach

PT BESTPROFIT Kabar mengejutkan datang dari Deutsche Bank. Menurut seorang sumber CNBC yang mengetahui kondisi terkini bank, Deutsche Bank dikabarkan akan memangkas 500 pekerja di unit investment banking. Dari jumlah tersebut, 250 pekerja akan segera dirumahkan dalam waktu dekat.

Pada awal bulan ini, IFR melaporkan bahwa institusi tersebut mulai melakukan pemangkasan selektif di Inggris, dengan  mengidentifikasi Jonathan Gold, co-chief originasi lembaga keuangan untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika, yang berisiko mengalami redundansi. BEST PROFIT

Sementara, pada Senin, laporan Bloomberg juga menyebut sejumlah nama lain: Marc Benton, kepala perbankan investasi energi Eropa; Evans Haji-Touma, penasehat sovereign wealth dan dana pensiun publik; dan Andrew Tusa, wakil-kepala pialang perusahaan Inggris.

Sumber Bloomberg mengkonfirmasi bahwa nama-nama tersebut juga berisiko untuk dirumahkan. Sayangnya, ketiganya tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya.Ada juga pemangkasan yang dilakukan di luar Eropa. Pada pekan lalu, IFR melaporkan bahwa Paul Saltzman, kepala transaksi perbankan global AS, akan meninggalkan bank tersebut pada Maret mendatang.

Sementara, pada 6 Februari lalu, Deutsche menegaskan Mohamed Atmani, kepala sponsor keuangan untuk Asia-Pasifik, akan hengkang dari bank tersebut. Pemangkasan lainnya diprediksi akan dilakukan pada bisnis utang pasar modal Deutsche di Birmingham. BESTPROFIT

Kebijakan pemangkasan karyawan dilakukan setelah Deutsche merilis kinerja yang menunjukkan pendapatan di unit bank investasinya turun 15% menjadi US$ 14,23 miliar tahun lalu. Di sisi lain, kompensasi dan tunjangan meningkat 8% menjadi US$ 4,26 miliar, meskipun chief executive John Cryan berjanji untuk tidak membayar bonus tahun lalu.

Namun, Cryan memutarbalikkan kebijakan itu dan menekan bank untuk menemukan cara lain dalam memangkas biaya. Deutsche akan menginformasikan kepada karyawannya untuk penghargaan penerimaan bonus bulan depan, bersamaan dengan laporan tahunannya yang akan dirilis pada 16 Maret. PT BESTPROFIT FUTURES

Pada akhir Desember, Deutshce Bank memiliki 41.349 staf atau 1.700 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sebanyak 17.251 di antaranya merupakan staf front office yang berbiaya mahal, di mana jumlahnya naik 122 pekerja di sepanjang tahun lalu.

Sentimen data inflasi AS mereda, rupiah berpeluang menguat besok

JAKARTA,02/02-NILAI TUKAR DOLAR TEMBUS 12.677. Seorang petugas valas sedang menata mata uang dolar Amerika di penukaran mata uang Ayu Masagung, Jakarta, Senin (02/02). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hampir seharian berada di zona merah. Indeks bergerak searah dengan bursa saham regional, dan tidak memperhatikan sentimen positif dari data deflasi domestik. Yang kemudian nilai tukar dolar saat penutupan pasar berada di posisi Rp 12.677, menguat dibandingkan kala pembukaan pasar yaitu Rp 12.710. KONTAN/Fransiskus Simbolon/02/02/2015

PT BESTPROFIT Kurs rupiah berpeluang menguat pada perdagangan Senin besok. Penguatan tersebut didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap hasil data inflasi Amerika Serikat pada pekan lalu. Ekonom Samuel Asset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan, secara bulanan, inflasi AS pada Januari 2018 naik 0,5% dibandingkan Desember 2017.

Sementara inflasi tahunan AS naik 2,1% dibandingkan Januari 2017. Meski begitu, data penjualan ritel AS justru turun 0,3% dibandingkan bulan Desember tahun lalu. Padahal, jika data tersebut positif bukan tidak mungkin nilai inflasi AS semakin meroket sehingga The Federal Reserve berpotensi menaikan suku bunga acuan AS mencapai 4 kali. BEST PROFIT

Faktanya, apa yang dikhawatirkan pelaku pasar tidak terjadi,” kata Lana. Hasil ini membuat posisi dollar AS kembali goyah di perdagangan jelang akhir pekan kemarin dan kemungkinan besar pelemahan tersebut kembali berlanjut pada hari esok.

Lana pun menyebut sentimen eksternal masih akan berpengaruh besar terhadap mata uang rupiah dalam beberapa hari ke depan. Hal ini lantaran sentimen dari dalam negeri tergolong minim. Prediksi Lana, rupiah bakal bergerak di kisaran Rp 13.480—Rp 13.620 per dollar AS. BESTPROFIT

Adapun pada Jumat lalu, kurs spot rupiah di tutup pada level Rp 13.524 per dollar AS. Angka ini menguat 0,26% dibanding sehari sebelumnya. Jika dihitung selama sepekan, rupiah spot juga unggul 0,76% atas dollar AS.

Sementara itu, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) ditutup pada level Rp 13.570 per dollar AS pada Kamis lalu. Dalam sepekan, rupiah menguat 0,53% terhadap dollar AS. Rupiah juga sukses unggul 0,63% atas dollar AS jika dibandingkan pada perdagangan sehari sebelumnya. PT BESTPROFIT FUTURES

1 2 3 782