Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq rekor lagi!

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., February 17, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

 Best Profit | Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq rekor lagi!

 

Best Profit – NEW YORK. Pasar saham AS memulai pekan ini dengan melangkah pasti di zona postif. Pada transaksi Selasa, Wall Street kembali ditutup di level rekor menyusul diumumkannya kabinet pemerintahan Trump dan dirilisnya kinerja emiten. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58% menjadi 20.743.

Saham Wal Mart memimpin kenaikan dan saham Caterpillar merupakan saham dengan penurunan terbesar.Sedangkan indeks S&P 500 naik 0,6% menjadi 2.365,38. Saham real estate memimpin kenaikan di antara 11 sektor lainnya. Adapun indeks Nasdaq Composite naik 0,47% ditutup di posisi 5.865,95. Ketiga indeks acuan AS ini menorehkan rekor baru semalam.

Dalam setiap tiga saham yang naik, terdapat satu saham yang menurun di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan melibatkan 877,13 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,535 miliar saham saat penutupan market. Pada Senin lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Letnan Jenderal HR McMaster akan menjadi penasehat keamanan nasional yang baru. McMaster menggantikan Michael Flynn, yang mengundurkan diri pada pekan lalu.

Hal ini sangat, sangat baik bagi market,” jelas Quincy Krosby, market strategist Prudential Financial. Menurutnya, penunjukkan McMaster meredakan kecemasan pelaku pasar bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tengah berada dalam kondisi kekacauan saat ini.

Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58% menjadi 20.743. Gedung Putih mengumumkan bahwa Letnan Jenderal HR McMaster akan menjadi penasehat keamanan nasional yang baru. McMaster menggantikan Michael Flynn, yang mengundurkan diri pada pekan lalu.

Selain itu, investor juga tengah fokus pada rilis kinerja emiten, termasuk perusahaan ritel ralsasa Macy’s dan Home Depot. Macy’s membukukan kinerja yang mixed. Laba per sahamnya melampaui estimasi, namun penjualannya mengalami penurunan. Sedangkan Home Depot mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi Wall Street. Hasil kinerja positif Home Depot menunjukkan konsumen yang positif pula,” jelasnya.

Best Profit

Profit taking membuat yen tergerus sterling

FILE PHOTO: People walk past a screen displaying the dollar to yen exchange rate outside a brokerage in Tokyo, Japan, November 6, 2014. REUTERS/Thomas Peter/File Photo

 

PT Bestprofit | Profit taking membuat yen tergerus sterling

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Rilis neraca perdagangan Jepang turut memicu profit taking pada mata uang yen. Imbasnya, yen bertekuk lutut di hadapan poundsterling. Mengutip Bloomberg, Senin pukul 19.07 WIB, pasangan GBP/JPY menguat 0,74% ke level 141,056 dibanding sehari sebelumnya.

Tonny Mariano, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengatakan, mata uang yen dilanda aksi profit taking sehingga tertekan oleh poundsterling. Data surplus neraca perdagangan Jepang bulan Januari yang turun menjadi 155,455 miliar yen dibanding bulan sebelumnya di angka surplus 327,544 miliar yen turut memicu profit taking.

Di sisi lain, data ekonomi Inggris yakni indeks harga rumah bulan Februari memang naik menjadi 2% dari bulan sebelumnya 0,4%. Tetapi data Inggris tidak banyak berpengaruh terhadap penguatan GBP. Penjualan ritel Inggris turun dalam tiga bulan terakhir. Lalu proses teknis keluarnya Inggris dari Uni Eropa belum jelas sehingga membatasi penguatan sterling,” ujar Tonny.

Sentimen penggerak GBP dan JPY menurut Tonny cukup seimbang. Yen juga terbebani oleh kebijakan pemerintah Jepang yang menginginkan mata uangnya melemah. “Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa status sebagai mata uang aman sering kali membuat yen diuntungkan,” imbuhnya.

Menurut Tonny, tren pergerakan GBP/JPY melemah. Namun, ada peluang menanjak dalam jangka pendek. Pergerakan yen menanti data manufaktur Jepang bulan ini meski bukan tergolong data penting. Sementara GBP menunggu data pinjaman sektor publik.

PT Bestprofit

Rupiah rentan koreksi di awal pekan

Pembiayaan perbankan syariah: Pelayanan nasabah di kantor cabang Bank Danamon Syariah, Kramat Jati, JAkarta Timur, Rabu (20/3). HIngga bulan Januari 2013 perbankan syariah mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp149,672 triliun. Dari jumlah tersebut sebanyak 44,7% atau sebesar Rp66,897 triliun disalurkan untuk pembiayaan konsumsi. KONTAN/Baihaki/20/3/2013

 

Bestprofit | Rupiah rentan koreksi di awal pekan

 

Bestprofit – JAKARTA. Minimnya data ekonomi Indonesia di akhir bulan ini membuat pergerakan nilai tukar rupiah rawan koreksi. Meski begitu, pelemahan mata uang garuda diprediksi masih dalam rentang yang terbatas. Di pasar spot, Jumat, rupiah tergerus 0,08% jadi Rp 13.333 per dollar Amerika Serikat (AS) dibanding hari sebelumnya. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah naik tipis 0,001% ke Rp 13.328.

Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka, menjelaskan, pelemahan rupiah akhir pekan kemarin merupakan imbas dari gejolak ekonomi dan politik global. Terutama, dampak dari gejolak di China, Eropa, dan Inggris yang menguntungkan dollar AS. Dari domestik, setelah BI mempertahankan BI 7-day reverse repo rate sebesar 4,75%, belum ada katalis terbaru yang bisa mendongkrak rupiah.

Di sisi lain, AS juga minim data ekonomi karena bank holiday. Ini bisa jadi kans rupiah untuk membalikkan arah. Sebab, fundamental rupiah masih kuat. Apalagi, jika harga komoditas seperti minyak naik. “Hanya, permintaan dollar AS di dalam negeri pada akhir bulan cukup tinggi dan biasanya akan membebani rupiah,” kata Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk.

Selain itu, posisi rupiah masih rentan mengalami aksi profit taking lanjutan. “Posisinya terhitung baik saat ini dan menimbulkan keinginan pelaku pasar ambil untung. Koreksi perlu diwaspadai,” imbuh Reny. Toh, Reny memperkirakan, pelemahan rupiah dalam rentang sempit, mengingat keadaan ekonomi global saat ini yang kurang baik.

Sebaliknya, suku bunga acuan BI di posisi 4,75% dan yield obligasi di level 7,9% tentu menjadi daya tarik dan keunggulan bagi rupiah. Reny memprediksikan, pergerakan rupiah pada Senin di kisaran Rp 13.300-Rp 13.350. Proyeksi Wahyudi, rupiah bergulir di Rp 13.250-Rp 13.450.

Bestprofit

1 2 3 707