Belum Ada Penjual Emas Digital yang Kantongi Izin Bappebti

Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (BappebtiKementerian Perdagangan belum menerima pendaftaran izin usaha penjualan emas digital hingga saat ini. Padahal seharusnya, perusahaan emas digital sudah harus mengantongi izin Bappebti sejak April lalu.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi mengatakan ketentuan mengenai tenggat waktu pada April tersebut sudah tercantum di dalam Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Pasar Berjangka yang terbit 8 Februari lalu. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan emas untuk memperhatikan perlindungan konsumen.

Hanya saja, sesuai Pasal 21 tersebut, penjual emas digital harus mendapatkan izin Bappebti maksimal dua bulan sejak aturan terbit, atau 8 April 2019.

“Dan sejauh ini memang kami belum menerima pendaftaran izin dari penjual emas digital. Tapi kami harap, mereka bisa daftar segera,” ujar Sahudi, Kamis (15/8).

Seharusnya, perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan itu otomatis akan kena sanksi dari Bappebti berbentuk penutupan usaha secara paksa. Hanya saja, pemerintah masih urung memberi sanksi karena beberapa perusahaan masih melakukan proses pra-pendaftaran ke Bappebti.

Sesuai aturan tersebut, perusahaan penjual emas digital harus terlebih dulu mendaftarkan diri di bursa komoditas berjangka yang tercatat di Bappebti. Tak hanya itu, penjual emas digital pun harus tercatat di Kliring Berjangka Indonesia sebelum mengajukan izin usaha ke Bappebti.

Namun, proses pendaftaran ke dua lembaga itu terbilang tidak singkat. Makanya, pemerintah memberi kompensasi terkait tenggat waktu yang dimaksud.

Hanya saja, ia tak mau memberitahu, sampai kapan pelaku usaha ini masih terbebas dari sanksi. Menurut laporan yang diterimanya, saat ini sudah ada empat perusahaan yang mengajukan pendaftaran ke PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Ia pun kini tengah menanti data dari PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

“Saya yakin para perusahaan ini tengah mempersiapkan persyaratan yang cukup banyak dipenuhi. Tapi, kami tetap ingatkan bagi para perusahaan untuk segera mendaftarkan usahanya. Jika aturan tidak terpenuhi, kami ada tim khusus yang nantinya bisa melakukan penindakan,” kata dia.

Sementara itu, perusahaan penjual emas digital PT Tamasia Global Sharia mengaku telah memenuhi ketentuan pemerintah. CEO Tamasia Muhammad Assad menuturkan perusahaan memang belum mendaftar langsung ke Bappebti lantaran masih mengurus proses pra-pendaftaran ke BBJ.

Nah, kan dalam tahap awalnya, kami harus mendaftar dulu sebagai anggota bursa berjangka dan kliring sebelum ke Bappebti, dan kini kami dalam proses itu. Kami sudah masukkan dokumen dan listing, tinggal satu-dua poin lagi yang kami akan lengkapi termasuk dengan pihak kliring,” papar Assad.

Ia mengatakan perusahaannya tak pernah mempersoalkan aturan yang diterbitkan Bappebti. Justru menurut dia, aturan ini perlu untuk menjamin kepastian investasi pelanggan. Misalnya, penjaminan investasi dan pengawasan transaksi kini sudah didukung oleh lembaga kliring, sehingga investor tak usah resah berinvestasi di emas digital.

Tak hanya pelanggan, aturan ini disebutnya bermanfaat bagi perusahaan lantaran ada kepastian hukum terkait usaha mereka. Sebab, selama ini, masyarakat kadang enggan berinvestasi di layanan emas digital karena meragukan legalitasnya.

“Kami dulu memulai usaha ini tahun 2017, dan banyak orang sering bertanya mengenai perizinan usaha kami. Penjualan emas secara digital ini adalah inovasi, dan setiap inovasi tentu butuh aturan yang mengayomi semuanya,” jelas dia.

Insentif Mobil Listrik Diharap Bikin Kesenjangan Harga Turun

Pemerintah berharap sejumlah insentif yang diberikan untuk industri kendaraan listrik akan menurunkan kesenjangan antara harga mobil listrik dan mobil konvensional. Selisih yang semula mencapai 40 persen didorong turun menjadi hanya 10 persen-15 persen.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan salah satu insentif yang diberikan berupa Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) bagi pemilik mobil listrik. Beleid akan lebih rinci dijelaskan dalam Peraturan Presiden (PP).

“Untuk PPnBM perlu ada revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2013. Kami masih menunggu revisi itu. Teknisnya ada di PP,” ucap Airlangga, Kamis (15/8).

Diketahui, saat ini aturan kendaraan listrik tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Sementara itu, untuk aturan PPnBM diatur dalam PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Selain insentif PPnBM, pemerintah juga akan memberikan insentif lain, seperti bea masuk impor mesin, pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah. Bahkan, adapula bea masuk yang ditanggung pemerintah atas impor bahan baku dan bahan penolong.

Kemudian, pemerintah akan memberikan insentif nonfiskal. Namun, Airlangga belum merinci kemudahan apa saja yang akan diberikan bagi pengguna mobil listrik.

“Lalu untuk di daerah juga bekerja sama dengan gubernur, saya sudah bicara dengan Gubernur DKI Jakarta dan Bali. Jadi daerah itu untuk pilot project (penggunaan mobil listrik),” ujarnya.

Hanya saja, ia lagi-lagi urung menjelaskan detail insentif yang akan diberikan melalui pemerintah daerah (pemda). Ia hanya memberikan contoh di Finlandia dan Norwegia, di mana mobil listrik diberikan keistimewaan untuk masuk jalur bus.

“Jadi insentif mobil listrik macam-macam,” pungkas dia.

Ilmuwan Jepang Mulai Cari Lubang Hitam Terisolasi

Lubang hitam atau sering disebut black hole merupakan salah satu misteri alam semesta yang hingga saat ini belum diketahui kepastiannya. Namun, tak terhitung ilmuwan dan astronom yang meneliti lubang hitam.

Lubang hitam selama ini dikaburkan oleh perisai gravitasi yang tidak dapat ditembus. Namun, semakin canggih teknologi membuat ilmuwan dan astronom mencari berbagai cara untuk bisa ‘menembus’ lubang hitam.

“Sudah waktunya untuk menemukan semua lubang hitam yang hilang (IBH-Isolated Black Hole).”

Dilansir dari Space, kalimat tersebut merupakan argumen yang diutarakan oleh ahli astrofisika Jepang. Dia menulis sebuah penelitian yang bejudul ‘Lubang Hitam Terisolasi’.

IBH tersebut diduga mengisi galaksi namun tidak diketahui keberadaannya. IBH yang tidak diketahui jumlahnya tersebut hilang dalam kegelapan, menyeruput materi dari medium antarbintang, debu dan benda-benda lainnya mengambang di antara bintang-bintang.

Space menuliskan, jika para astronom dapat menyaring gelombang itu dari semua ‘keramaian isi galaksi’, mereka mungkin dapat menemukan lubang hitam yang tak terlihat ini.

“Cara naif untuk mengamati IBH adalah melalui emisi sinar-X mereka,” tulis para peneliti dalam makalah mereka.

Pasalnya, saat lBH menyedot materi dari luar angkasa, materi di pinggirannya berakselerasi dan membentuk apa yang dikenal sebagai disk akresi. Masalah dalam disk itu bergesekan dengan dirinya sendiri saat ia berputar menuju horizon peristiwa, di mana titik lubang hitam yang tidak bisa kembali.

Perputaran maju tersebut memuntahkan sinar-X dalam proses. Tidak ada cukup materi atau energi dalam disk akresi untuk membuat tanda tangan X-ray besar. Dan pencarian masa lalu untuk lubang hitam menggunakan sinar-X telah gagal menghasilkan hasil yang konklusif.

“Arus keluar ini mungkin dapat membuat lubang hitam terdeteksi dalam panjang gelombang lain,” tulis para peneliti, Daichi Tsuna dari University of Tokyo dan Norita Kawanaka dari Kyoto University, menulis dalam makalah mereka.

“Aliran keluar dapat berinteraksi dengan materi di sekitarnya dan menciptakan guncangan tanpa tabrakan yang kuat di antarmuka. Guncangan ini dapat memperkuat medan magnet dan mempercepat elektron, dan elektron ini memancarkan radiasi synchrotron dalam panjang gelombang radio.”

Dengan kata lain, aliran keluar yang meluncur melalui media antarbintang harus membuat elektron bergerak dengan kecepatan yang menghasilkan gelombang radio.

Simon Portegies Zwart, seorang astrofisika di Leiden University di Belanda melihat makalah buatan ilmuwan Jepang sangat menarik.

Portegies Zwart juga telah mempelajari pertanyaan tentang lubang hitam yang juga dikenal sebagai black hole menengah.

“Ini akan menjadi cara yang bagus untuk menemukan lubang hitam menengah” Portegies Zwart kepada Live Science.

“Saya pikir dengan LOFAR [Array Frekuensi Rendah di Belanda], penelitian semacam itu seharusnya sudah dimungkinkan, tetapi sensitivitasnya dapat menimbulkan masalah.”

Lubang hitam bermassa bintang kadang terdeteksi dalam sistem biner dengan bintang biasa, karena sistem biner dapat menghasilkan gelombang gravitasi dan bintang pendamping dapat menyediakan bahan bakar untuk semburan sinar-X besar.

Sedangkan lubang hitam supermasif memiliki cakram akresi yang memancarkan begitu banyak energi sehingga para astronom dapat mendeteksi dan bahkan memotretnya.

Tetapi IBH, di antara dua jenis lainnya, jauh lebih sulit untuk dideteksi. Ada beberapa benda di ruang angkasa yang diduga para astronom adalah IBH, tetapi hasilnya tidak pasti.

Tetapi penelitian sebelumnya, termasuk makalah 2017 dalam jurnal Monthly Noticeices dari Royal Astronomical Society, yang ditulis bersama Portegies Zwart, menunjukkan jutaan dari mereka bisa bersembunyi di sana.

Tsuna dan Kawanaka menulis bahwa prospek terbaik untuk survei radio IBH mungkin melibatkan penggunaan Square Kilometer Array (SKA), teleskop radio multi-bagian yang akan dibangun dengan bagian-bagian di Afrika Selatan dan Australia.

Teleskop ini dijadwalkan memiliki total area pengumpulan gelombang radio 1 kilometer persegi (0,39 mil persegi). Para peneliti memperkirakan bahwa setidaknya 30 IBH memancarkan gelombang radio bahwa SKA akan dapat mendeteksi selama fase pertama yang dijadwalkan untuk tahun 2020.

Mereka menulis SKA lengkap (dijadwalkan untuk pertengahan 2020-an) harus dapat mendeteksi hingga 700.

SKA tidak hanya dapat melihat gelombang radio dari IBH ini, tetapi juga harus dapat memperkirakan jarak ke banyak dari mereka secara tepat. Ketika waktu itu tiba, akhirnya, semua lubang hitam yang hilang ini harus mulai keluar dari persembunyian.

1 2 3 906