Membandingkan Spesifikasi Empat Varian Galaxy S10

Bestprofit –

Samsung baru saja mengumumkan generasi penerus seri S di San Fransisco, AS, Rabu (20/2). Sebagai rangkaian ulang tahun seri S ke-10, Samsung memperkenalkan empat ponsel Galaxy S10 sekaligus.

Keempat seri Galaxy S10 tersebut yakni Galaxy S10E, Galaxy S10, Galaxy S10 Plus, dan Galaxy S10 5G. Samsung menjadikan Galaxy S10 dan Galaxy S10 Plus sebagai flagship.

Sedangkan Galaxy S10E merupakan versi termurah dari keempatnya. Lantas apa saja perbedaan keempatnya?

Galaxy S10E
Samsung menjadikan Galaxy S10E sebagai varian paling murah yang dibanderol mulai dari US$749. Ponsel terbaru ini dibanderol lebih mahal dari galaxy S9.

Ponsel ini dibekali layar 6,5 inci dengan rasio layar 19:9. Kamera belakang mengusung sensor 16 megapiksel dan 12 MP, sementara kamera depan 10 MP.

Menyoal kinerja, ponsel ini hadi dengan cip octa-core Snapdragon 855 dengan opsi RAM 128 GB, 512GB dan memori internal 6 GB, 8GB. Sensor sidik jari disematkan dalam tombol power dan baterai berkapasitas 3.100 mAh. Sebagai varian termurah, Samsung membanderol Galaxy S10E mulai dari US$750.

Galaxy S10
Sebagai suksesor Galaxy S9, ponsel ini hadir dengan layar 6,1 inci, dynamic AMOLED, 16M colors dengan rasio 19:9. Mengusung tiga kamera belakang 16megapiksel (ultra wide-angle), 12-megapiksel (wide-angle), 12-megapiksel (telephoto) serta kamera depan 10 MP.

Urusan dapur pacu, Samsung menggunakan cipset octa-core Snapdragon 855 RAM 128 GB, 512 GB dan memori 8 GB. Sensor sidik jari disematkan dalam layar. Fitur fast charging turut melengkapi ponsel yang dibanderol mulai dari US$900.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Galaxy S10 Plus
Ponsel flagship kedua Samsung ini memiliki sedikit perbidaan dengan ‘saudara kandungnya Galaxy S10. Galaxy S10 Plus dibekali layar 6,4 inci, AMOLED, 3.040×1.440 piksel dengan rasio layar 19:9.

Sama halnya dengan Galaxy S10, varian ini juga memiliki tiga kamera di bagian punggung yakni 16megapiksel (ultra wide-angle), 12-megapiksel (wide-angle), 12-megapiksel (telephoto) serta kamera depan ganda 10 MP dan 8 MP.

Sensor sidik jari ‘ditanam’ dalam layar. Ponsel ini dipasarkan mulai dari US$1.000.

Galaxy S10 5G
Selain ponsel layar lipat, ponsel seri S dalam varian 5G menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Kendati jaringan pendukung belum resmi tersedia, Samsung seakan mau menjadi yang pertama dalam memperkenalkan ponsel 5G.

Galaxy S10 5G memiliki layar 6,7 inci AMOLED dengan rasio 19:9. Menyoal kamera, ponsel ini hadir dengan empat kamera belakang 16-megapixel (ultra wide-angle), 12-megapixel (wide-angle), 12-megapixel (telephoto), 3D depth (HQVGA). Sementara dua kamera depan yakni 10MP dan 3D depth (HQVGA).

Samsung belum mengumumkan berapa harga pasaran ponsel ini.

Riset: Orang Indonesia Belanja Daring Tapi Bayar Lewat ATM

 PT.Bestprofit Survei yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar Ipsos menunjukkan masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir manual untuk pembayaran saat transaksi belanja daring. Ipsos mencatat 26 persen responden lebih mengandalkan metode pembayaran transfer ATM saat belanja online.

Managing director Ipsos Suprapto Tan mengatakan temuan ini patut disoroti, pasalnya meski melakukan transaksi digital namun sistem pembayarannya masih kuno.

“Yang menarik di sini walaupun secara pertumbuhan e-commerce tumbuh triple digit dalam lima tahun, tapi konsumen pola pikirnya (pembayaran) masih konservatif,” kata Suprapto dalam acara bertajuk “E-Commerce 4.0 – What’s Next”, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).

Kendati demikian, Ipsos mencatat saat ini baru 19 persen responden yang melakukan pembayran melalui mobile banking. Sementara itu15 persen membayar melalui saluran pembayaran melalui supermarket.

“Mereka bayar di Indomaret atau Alfamart. Kami sebut ini over the counter. Ada15 persen,” ucapnya.

Survei ini dilakukan kepada seribu responden melalui online panel Ipsos pada 27 Desember 2018 hingga 11 Januari 2019. Responden merupakan orang-orang yang kerap melakukan belanja online.

Cari cara beralih ke opsi pembayaran online

Dalam kesempatan yang sama, pengamat ekonomi  Yustinus Prastowo mengatakan minimnya penggunaan pembayaran online merupakan hal yang cukup ironis di era digital.

Fenomena ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk mencari cara bagaimana agar masyarakat mulai memanfaatkan internet dalam melakukan pembayaran.

Yustinus menjelaskan pemerintah harus bisa membangun infrastruktur gerbang pembayaran yang mumpuni agar mau dan bisa melakukan pembayaran online dengan mudah.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Ada infrastruktur payment gateway, ternyata Bank Indonesia juga struggle siapkan payment gateway. Ironis sudah belanja online bayarnya masih transfer karena tidak ada platform. Nah ini tantangan bagi pemerintah,” tutur Yustinus.

Irlandia Buat Spot Selfie untuk Cegah Kecelakaan

PT.Bestprofit – Berkembangnya era digital, membuat tren berwisata semakin berkembang. Hasrat untuk menjelajahi kawasan baru dan mengabadikannya sekaligus membagikannya dalam media sosial membuat kegiatan selfie kian populer.

Sayangnya kegiatan berfoto di tempat wisata tidak diiringi kesadaran untuk menjaga kawasan objek wisata bahkan keselamatan diri sendiri.

Mengutip Travel and Leisure, Rabu (13/2), sepanjang Maret 2014 sampai September 2016 setidaknya ada 127 nyawa yang melayang karena kecelakaan akibat selfie.

Hal tersebut jelas menjadi permasalahan baru yang menghantui dunia pariwisata, tak terkecuali Irlandia.

Untuk mengatasinya Menteri Kesehatan Mental dan Lansia Irlandia, Jim Daly, memiliki rencana membuat spot selfie lebih aman di sejumlah destinasi wisata kawasannya.

Daly mengatakan, beberapa objek wisata populer di Irlandia seperti Cliffs of Moher, Old Head of Kinsale, Mizen Head, The Beacon in Baltimore, dan Lough Hyne Woods akan dibuatkan spot selfie khusus dengan pengaman guna mencegah kecelakaan.

“Orang yang gemar selfie nyaris tidak memperhatikan lokasi saat melakukan kegiatan favoritnya. Hal tersebut biasanya dikarenakan keterbatasan waktu,” ujar Daly.

Kemungkinan besar spot selfie yang bakal dibangun akan berada di posisi yang datar. Tak menutup kemungkinan juga kalau di spot selfie nantinya ada tempat duduk khusus, agar turis tak perlu berdiri di bibir jurang untuk mendapatkan foto pemandangan di sekitarnya.

Menurutnya langkah itu bisa menjadi jalan tengah agar wisatawan yang gemar melakukan selfie bisa tetap melakukan kegemarannya namun tidak membahayakan keselamatannya.

Spot selfie itu, ia melanjutkan, akan dibangun menyesuaikan dengan karakter tempat wisata yang tersebar di Irlandia. Tujuannya adalah agar tidak mengubah esensi tempat wisata dengan corak atau ornamen yang tidak perlu.

1 2 3 849