Bursa AS tersengat Deutsche Bank

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., September 28, 2016. REUTERS/Brendan McDermid

PT Bestprofit Futures | Bursa AS tersengat Deutsche Bank

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari WIB. Menyusul kekhawatiran mengenai bank-bank Eropa dan pembicaraan tentang kenaikan suku bunga Desember oleh Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, melemah 195,79 poin atau 1,1% ditutup pada 18.143,45, dengan penurunan terbesar diderita Goldman Sachs Group Inc (-0,09%) dan Merck & Co (-2,20%), keduanya turun lebih dari 2%. Sebelumnya, rata-rata turun sebanyak-banyaknya 248 poin.

Indeks S & P 500 melemah 20,24 poin atau 0,9% menjadi 2.151,13, dengan semua sektor indeks berakhir lebih rendah, dipimpin oleh penurunan saham sektor kesehatan, keuangan, dan utilitas. Sebelumnya, indeks turun sebanyaknya 26 poin. Nasdaq Composite Index juga turun 0,93%, berbalik dari defisit sebelumnya 64-poin dan ditutup turun 49,39 poin atau 0,9% pada 5.269,15.

Investor mengkhawatirkan raksasa pemberi pinjaman Jerman Deutsche Bank AG, yang tengah didera kekhawatiran soal kesehatan neraca, khususnya kemampuannya untuk menahan potensi denda 14 miliar dollar dari Departemen Kehakiman AS, menurut MarketWatch dalam laporannya.

Dengan perdagangan sore, fokus bergeser ke bank-bank Eropa, menyusul laporan bahwa beberapa kliring-derivatif telah menarik dana berlebihan dari Deutsche Bank. Beberapa analis mengkhawatirkan bahwa risiko perbankan yang tengah dihadapi Deutsche Bank akan memberi efek domino dan mengingatkan pada krisis perbankan Eropa 2008.

Sementara dari Amerika, sejumlah indikator ekonomi dilaporkan membaik. Klaim pengangguran awal naik 3.000 menjadi 254.000 pada akhir September, namun tetap di bawah 300.000 untuk 82 minggu berturut-turut, menunjuk ke sebuah pasar tenaga kerja terus membaik.

Sementara itu, data revisi menunjukkan bahwa kinerja perekonomian di musim semi sedikit lebih baik dari yang diharapkan, seperti investasi bisnis tidak selemah seperti diperkirakan sebelumnya. Produk domestik bruto tumbuh cepat 1,4% pada kuartal kedua.

Pada hari Kamis, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan mendukung kenaikan suku bunga pada Desember jika perekonomian terus tumbuh seperti yang diharapkan, sementara Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan ia mengharapkan Fed untuk berada dalam posisi untuk menaikkan suku segera.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/bursa-as-tersengat-deutsche-bank

Inilah Perbedaan Antara Apple iPhone 7 & iPhone 7 Plus

iphone 7

PT Bestprofit Futures | Inilah Perbedaan Antara Apple iPhone 7 & iPhone 7 Plus

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – Awal bulan September lalu, Apple telah memperkenalkan smartphone terbarunya yang bertajuk iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Tentu dengan kemunculan dua model tersebut membuat publik bertanya-tanya apa perbedaan dari kedua smartphone tersebut selain ukuran tentunya. Nah, bagi Anda yang masih bingung menentukan pilihan hendak membeli yang mana, berikut perbedaan Apple iPhone 7 dan iPhone 7 Plus secara umum.

Perbedaan pertama yang bisa dilihat secara langsung adalah ukuran dari kedua smartphone ini yang cukup terpaut jauh. iPhone 7 datang dengan dimensi 138.3 x 67.1 x 7.1 mm dan memililiki bobot 138 gram serta mengusung layar seluas 4.7 inci (750 x 1334p) sama seperti model sebelumnya.
Sedangkan iPhone 7 Plus datang dengan ukuran yang lebih bongsor, yakni berdimensi 158.2 x 77.9 x 7.3 mm dengan bobot 188 gram, di mana model Plus memiliki layar seluas 5,5 inci (1080 x 1920p). Keduanya hadir dengan desain yang identik, karena perbedaan paling terasa ada pada ukuran.

Hardware
Untuk bagian jeroan terdapat beberapa perbedaan dari kedua smartphone ini yang cukup menarik diulas. Kedua smartphone ini sama-sama mengusung chipset Apple A10 Fusion quad-core, di mana itu terbagi menjadi dua cluster, yakni dual core dengan performa tinggi dan dual core untuk performa yang lebih rendah. Perbedaan untuk bagian hardware terletak pada RAM, di mana iPhone 7 hanya memiliki RAM 2GB sedangkan iPhone 7 Plus memiliki RAM sebesar 3GB.

Kamera
Perbedaan kedua smartphone ini juga terletak pada setup kamera utama yang dimiliki kedua smartphone ini, di mana iPhone 7 hanya mengusung single-lens 12MP f/1.8, 28mm, phase detection autofocus, OIS, quad-LED (dual tone) flash. Sedangkan untuk iPhone 7 Plus mengusung setup dual-kamera utama 12MP yang harus bisa menghasilkan foto mengagumkan. Perbedaan ini juga dimiliki oleh Xiaomi Mi 5s dan Mi 5s Plus.
Baterai
Tentu perbedaan lain yang paling terasa adalah kapasitas baterai dari kedua smartphone ini. iPhone 7 memiliki baterai yang lebih kecil yakni hanya 1960 mAh, karena smartphone ini memiliki layar yang lebih kecil. Sedangkan untuk iPhone 7 Plus memiliki baterai berkapasitas 2.900mAh. Itulah perbedaan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus secara umum. Selain spesifikasi yang disebutkan di atas, kedua smartphone memiliki spesifikasi yang identik.

Sumber : https://www.beritateknologi.com/inilah-perbedaan-antara-apple-iphone-7-iphone-7-plus/

Minyak jatuh hampir 3% karena Arab Saudi dan Iran

The Philadelphia Energy Solutions oil refinery owned by The Carlyle Group is seen at sunset in front of the Philadelphia skyline March 24, 2014. Picture taken March 24, 2014. REUTERS/David M. Parrott/File Photo

PT Bestprofit Futures | Minyak jatuh hampir 3% karena Arab Saudi dan Iran

 

PT Bestprofit-Futures Pekanbaru – NEW YORK. Harga minyak jatuh sekitar 3 % pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Arab Saudi dan Iran memusnahkan harapan pasar bahwa kedua produsen besar OPEC itu akan menemukan kompromi pada pertemuan Aljazair untuk membantu mengurangi kelebihan pasokan global.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan kepada wartawan di ibukota Aljazair, di mana OPEC dan produsen minyak lainnya berkumpul untuk Forum Energi Internasional pada 26-28 September, ia tidak memperkirakan sebuah kesepakatan dapat dihasilkan dari konsultasi pada hari terakhir pertemuan.

Dia juga mengatakan, ia tidak berpikir ada kebutuhan untuk melakukan penyesuaian secara signifikan atau memotong pasokan dan bahwa Iran, Libya dan Nigeria harus diizinkan untuk memproduksi pada tingkat maksimum terlihat selama ini.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November, patokan Eropa, turun US$ 1,38 atau 2,9 % menjadi menetap di US$ 45,97 per barel di perdagangan London. Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, merosot US$ 1,26 atau 2,7 % menjadi berakhir di US$ 44,67 per barel.

Dalam perdagangan pasca-penyelesaian (settlement), pasar mengurangi kerugian setelah kelompok perdagangan American Petroleum Institute (API) melaporkan penarikan mengejutkan sebanyak 752.000 barel pekan lalu, dibandingkan perkiraan analis bertambah tiga juta barel. Pemerintah AS akan melaporkan data persediaan resmi pada Rabu, menunjukkan jika stok memang jatuh secara tak terduga selama empat minggu berturut-turut.

Harga minyak telah merosot menjadi kurang dari setengah tertinggi mereka pada 2014, mendorong Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya untuk melakukan “rebalancing” pasar yang akan mengangkat pendapatan minyak yang mereka andalkan untuk anggaran nasional.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/minyak-jatuh-hampir-3-karena-arab-saudi-dan-iran

1 2 3 674