Rupiah tetap stabil

Seorang karyawan menata uang di cash center BNI di Jakarta, Rabu (19/3). Sejumlah pengamat ekonomi memprediksi nilai tukar rupiah akan mengalami penguatan setelah pemilihan umum (pemilu) mendatang dan merespons positif atas terbentuknya pemerintahan baru pada Oktober 2014. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/pd/14

Bestprofit-futures : JAKARTA – Penguatan nilai tukar rupiah bakal terus berlanjut. Pada perdagangan ditutup menguat tipis 0,02% ke Rp 13.202 per dollar Amerika Serikat. Sementara berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat menjadi Rp 13.173 per dollar AS.

Kemarin, rupiah dibuka menguat 24 poin atau 0,18% ke Rp 13.181 per dollar AS dibandingkan sehari sebelumnya. Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, penguatan rupiah ditopang adanya ekspektasi, Bank Sentral AS alias Federal Reserve atau (The Fed) masih akan menahan suku bunga acuan di level 0,5% pada bulan ini.

Alhasil sentimen positif ini membuat rupiah bergerak bebas menekan pergerakan dollar AS Selain tekanan dari faktor eksternal, nilai tukar rupiah juga ditopang berbagai katalis dari dalam negeri. Managing Partner PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe menyebut, pergerakan nilai tukar rupiah disebabkan oleh pasar yang masih menanti data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2016.

Rencananya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tersebut pada awal bulan Mei mendatang. Karena itu, nilai tukar rupiah pada Kamis bakal kembali lebih perkasa dibandingkan dollar AS. Nilai tukar rupiah Kamis akan berkisar Rp 13.100 sampai Rp 13.300 per dollar AS. Serupa, Rully meramal, pergerakan rupiah hari ini stabil dan cenderung menguat di rentang Rp 13.135–Rp 13.195 per dollar AS.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-tetap-stabil

IHSG berpotensi konsolidasi

Seorang karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/4). Perdagangan IHSG pada akhir pekan ditutup naik 11,65 poin atau 0,24 persen menjadi 4.914,73. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/16.

Bestprofit-futures : JAKARTA – Pada perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,66% atau 31,56 poin ke 4.845,66. Analis Asjaya Indosurya Securities menilai, IHSG sedang berusaha beranjak dari fase konsolidasi. Dengan posisi saat ini, support 4.798 terlihat cukup kuat. Kuatnya support juga membuka potensi indeks kembali naik menembus resistance 4.881.

Analis Minna Padi Investama Christian Saortua menjelaskan, indeks technical rebound, setelah turun signifikan selama dua hari. Meski menghijau, kemarin terjadi net sell Rp 365,9 miliar. Di sisi lain, harga komoditas minyak kembali naik. Sentimen ini diperkirakan turut menambah kekuatan bagi IHSG pada perdagangan Kamis.

Sementara volume perdagangan kemarin terlihat meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Sehingga indeks hari ini masih diprediksi berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat pada rentang 4.814-4.872.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-berpotensi-konsolidasi

Harga emas bikin gemas

menebak arahBestprofit-futures : JAKARTA – Minat pelaku pasar terhadap aset safe haven meningkat,di tengah ketidakpastian pasar global yang tinggi. Harga emas naik tiga hari berturut-turut, harga emas kontrak pengiriman Juni 2016 di Commodity Exchange terangkat 0,32% menjadi US$ 1.247 per ons troi dibandingkan hari sebelumnya. Sepekan terakhir, emas masih tergerus 0,55%.

Nanang Wahyudin, Analis PT Finex Berjangka, menuturkan, prediksi pasar bahwa suku bunga The Fed belum berubah pada rapat FOMC pekan ini memicu kian berkilaunya emas. Pelaku pasar terus memburu safe haven. Hanya saja koreksi harga perlu diwaspadai.

Reli harga sudah tajam, belum lagi pasar menanti arah pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen. Selama penantian ini, pelaku pasar bisa saja melakukan aksi profit taking terhadap emas. Di sisi lain, permintaan emas juga meningkat. Laporan Hong Kong Census and Statistics Department, impor emas China dari Hong Kong Maret 2016 naik dari 42,9 ton menjadi 64,1 ton.

Sedangkan secara nasional impor emas China total Maret 2016 diproyeksi mencapai 76,3 ton dari sebelumnya 55,1 ton. Kenaikan permintaan ini menunjukkan ekonomi China perlahan pulih. Jika tidak ada kejutan FOMC, harga emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan.

Suluh Adil Wicaksono, analis PT Millenium Penata Futures, bilang, hingga ada kejelasan FOMC, pasar masih terus mengaitkan harga emas dengan USD. Sementara produksi tambang emas terbesar Australia dan Afrika Selatan yang dilaporkan meningkat juga tidak cukup menahan laju harga emas. Suluh menebak, harga emas di kisaran US$ 1.242–US$ 1.250. Sementara Nanang menebak harga di antara US$ 1.230–US$ 1.265 per ons troi.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/harga-emas-bikin-gemas

1 2 3 494