Awal 2017, asing kembali banjiri pasar obligasi

awal

PT Bestprofit | Awal 2017, asing kembali banjiri pasar obligasi

PT Bestprofit – JAKARTA. Investor asing kembali membanjiri pasar surat berharga negara (SBN) domestik. Ini terlihat dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 19 Januari 2017. Investor asing mencatatkan kepemilikan Rp 681,41 triliun, atau naik 2,34% dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Nicodimus Anggi Kristiantoro mengatakan, meningkatnya kepemilikan investor asing lebih banyak disebabkan oleh membaiknya indikator ekonomi domestik, seperti cadangan devisa dan surplus neraca perdagangan. Nicodimus melihat, posisi asing di SBN masih bisa naik. Dengan syarat, ekonomi domestik stabil di tengah gejolak pasar global.

Jika Standard’s and Poor’s (S&P) menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade tahun ini, investor asing pasti masuk. Head of Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Anil Kumar menambahkan, gejolak pasar global yang terjadi akhir tahun lalu kini mulai mereda. “Itu mengapa investor asing kembali melirik pasar Indonesia,” ucap Anil.

Memang, tercatat pada 9 Desember 2016, porsi investor asing sempat turun 1,46% dibanding periode yang sama bulan sebelumnya. Anil bilang, pertumbuhan kepemilikan investor asing di pasar SBN dibarengi dengan pengalihan tenor. Sekarang mereka lebih memburu tenor lima hingga sepuluh tahun, tandanya tidak mau mengambil risiko yang terlalu besar,” ucap Anil.

Anil memprediksi, kebijakan pemerintahan Negeri Paman Sam bakal mempengaruhi porsi asing di pasar SBN. Jika kebijakan Donald Trump melunak, pertumbuhan investor asing di pasar SBN domestik masih akan berlanjut. Prediksinya, yield SUN tenor sepuluh tahun di akhir 2017 berkisar 7,50%-7,75%.

PT Bestprofit

Pernyataan Yellen melukai rupiah

Survei Bank Indonesia---- Petugas menghitung uang rupiah di kantor cabang bank Mandiri di Jakarta, Senin (16/1). Menurut survei perbankan Bank Indonesia, perkiraan responden terhadap rata-rata pertumbuhan kredit tahun 2017 mencapai 13,1% (yoy). Optimisme tersebut didorong oleh meningkatnya kondisi likuiditas perbankan, masih berlanjutnya penurunan suku bunga kredit, dan kondisi ekonomi yang diperkirakan semakin baik. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/16/01/2017

 

Bestprofit | Pernyataan Yellen melukai rupiah

 

Bestprofit – JAKARTA. Pidato Gubernur The Fed Janet Yellen jadi penopang keperkasaan dollar AS. Di pasar spot, Kamis, rupiah terkikis 0,22% menjadi Rp 13.376 per dollar AS. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah ambruk 0,36% ke Rp 13.376 per dollar AS.

Analis Esandar Arthamas Berjangka Tonny Mariano mengatakan, sentimen eksternal mendominasi pelemahan mata uang Garuda. Terlebih dalam pidatonya, Yellen mengisyaratkan suku bunga The Fed berpeluang naik lebih cepat serta lebih besar dari perkiraan.

Saat ini, pelaku pasar masih mengantisipasi pidato Donald Trump setelah dilantik menjadi presiden Amerika Serikat (AS) di akhir pekan ini. “Jika kebijakan ekonomi Trump belum jelas, maka akan menguntungkan rupiah,” ujar Tonny, Kamis.

Sedangkan dari dalam negeri masih minim sentimen. Memang, kemarin BI mempertahankan 7-day reverse repo rate di 4,75%. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, kebijakan BI ini cukup tepat untuk meredam pelemahan rupiah, jika ada kejutan baru dari Negeri Paman Sam. Tapi sentimen penggerak rupiah dari eksternal masih lebih dominan.

Pekan ini, ada beberapa data eksternal yang patut dicermati. Data tersebut antara lain klaim pengangguran serta izin pembangunan AS yang akan dirilis Kamis malam. Selanjutnya, data pertumbuhan ekonomi China kuartal IV-2016 yang akan dirilis pada Jumat.

Nah, jika data ekonomi AS positif, Josua memprediksi rupiah kembali tertekan dan bergerak di kisaran Rp 13.350–Rp 13.450 per dollar AS pada akhir pekan ini. Senada, Tonny juga memperkirakan rupiah akan melemah dan bergerak di level Rp 13.350–Rp 13.400 per dollar AS.

Bestprofit

Emas turun tertekan penguatan dollar AS

Logam mulia berupa emas batangan di toko emas Ibu Kota, Cikini, Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/24/06/08

 

Best Profit | Emas turun tertekan penguatan dollar AS

 

Best Profit – NEW YORK. Kontrak perdagangan emas berjangka divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB). Dipicu data ekonomi AS bervariasi dan dollar AS lebih kuat. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 0,8, atau 0,07 %, menjadi menetap di US$ 1.212,10 per ons troi.

Emas diletakkan di bawah tekanan, karena indeks dollar AS naik 0,49 % menjadi 100,79 pada pukul 17.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dollar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dollar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dollar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dollar menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam mulia mendapat dukungan ketika Dow Jones Industrial Average AS turun 52,55 poin atau 0,27 % pada pukul 17.00 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Sebuah laporan yang dirilis pada Rabu oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen meningkat 0,3 % selama Desember, merupakan peningkatan 2,1 % dari periode yang sama tahun lalu. Analis mencatat bahwa laporan ini berada pada ujung bawah ekspektasi, tetapi dalam kisaran konsensus dan sebagai hasilnya mungkin hanya memberikan dukungan kecil terhadap logam mulia.

Emas diberikan beberapa dukungan karena Federal Reserve AS merilis laporan produksi industri pada Rabu yang menunjukkan produksi meningkat 0,8 % selama Desember dan manufaktur meningkat 0,2 % selama satu bulan. Analis mencatat bahwa data manufaktur lebih lemah dari yang diharapkan, sehingg memberikan dukungan kepada logam mulia.

Selain itu laporan-laporan yang dirilis pada Rabu, data “housing starts” (rumah yang baru dibangun), klaim pengangguran mingguan, dan laporan prospek bisnis Fed Philadelphia akan dirilis pada Kamis, dan tidak ada laporan ekonomi yang akan diumumkan pada Jumat. Perak untuk pengiriman Maret naik 12,6 sen, atau 0,73 %, menjadi ditutup pada US$ 17,274 per ons troi. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 11,2, atau 1,14 %, menjadi ditutup pada US$ 971,90 per ons troi.

Best Profit

1 2 3 700