December 2014 archive

Chandra Hamzah Jadi Komisaris Utama PLN untuk Perkuat Pengawasan.

CHANDRA HAMZAHBEST-PROFIT-FUTURES, Pemerintah berupaya memperkuat pengawasan pada PT PLN Persero dengan menempatkan dua tokoh hukum dan auditor keuangan, yaitu mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah dan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hasan Bisri dalam jajaran komisaris di perusahaan itu.

“Pak Chandra sebagai Komisaris Utama, dengan anggota Hasan Bisri dan Budiman (mantan KASAD),” kata Menteri BUMN Rini M Soemarno, saat pengumuman susunan Direksi dan Komisaris PLN, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Chandra Hamzah cukup dikenal karena reputasinya ketika menjadi Wakil Ketua KPK periode 2007-2011. Belakangan Chandra juga ditugasi pemerintah menjadi anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi.

Sedangkan Hasan Bisri, Wakil Ketua BPK periode 2011-2014 ini, sebelumnya berlatar belakang akuntan karier di lembaga audit milik pemerintah tersebut. Hasan pernah membawahi bidang tugas pelaksanaan tugas Inspektorat Utama, Direktorat Utama Revbag dan Diklat, Direktorat Utama Binbangkum, dan Sekretariat Jenderal, serta Penanganan Kerugian Negara.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, penunjukan orang-orang berlatar belakang hukum dilakukan untuk mengedepankan sinergi antara direksi dengan komisaris. “Pak Chandra diharapkan bisa mendukung dan membantu dalam menciptakan ‘good corporate governance‘,” ujarnya.

Menurut Rini, perombakan direksi dan komisaris PLN diharapkan memberikan tantangan baru bagi perseroan untuk meningkatkan kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.

“PLN punya utang besar sekitar Rp 471 triliun. Ke depan tantangannya adalah mengelola utang dengan baik dan mencari pembiayaan proyek-proyek ke depan,” ujar Rini.

Direksi dan komisaris yang baru dituntut untuk melakukan perbaikan-perbaikan di PLN mulai dari keluhan masyarakat soal kelangkaan energi listrik hingga persoalan mendasar kinerja keuangan perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan siap menjalankan tugas yang diberikan pemegang saham membawa PLN lebih baik lagi. Menurut Sofyan, penunjukan tersebut merupakan tantangan yang memang berbeda ketika dirinya menjadi seorang bankir.

Ia menjelaskan, yang penting perlu dibangun komunikasi yang baik dan hubungan kolega dan tim kerja. “Dengan niat yang baik, saya tidak takut menerima tantangan ini. Pemerintah mempercayakan kepada saya dan tim, maka saya upayakan maksimum. Khawatir selalu ada tapi mari kita buktikan dengan perbuatan,” ujarnya.

Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham mengangkat Sofyan Basir menjadi Dirut PLN. Sofyan yang sebelumnya adalah Dirut Bank BRI tersebut didampingi tujuh direktur lainnya yaitu Sarwon Sudarto, Nicke Widyawati, Supangkat Iwan Santoso, Amin Subekti, Amir Rosidin, Murtaqi Syamsuddin, Nasri Sebayang.

Sedangkan untuk posisi Dewan Komisaris diangkat Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama, dengan anggota komisaris Budiman dan Hasan Bisri.

 

Kilau Emas Meredup Jelang Natal

BEST-PROFIT-FUTURES, New York РHarga emas berjangka jatuh dalam dua hari berturut-turut jelang Natal, seiring membaiknya ekonomi AS di luar perkiraan. Selama ini permintaan untuk logam mulia sebagai alternatif investasi.


Harga emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,2 persen menjadi US$ 1,178 per ounce di Comex di New York, melansir laman Chicagotribun.

Harga emas sempat turun 2,2 persen pekan lalu karena kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga tahun depan.

pohon-natal-dari-emas-murni-_663_382Pedagang memprediksi kemungkinan bank sentral akan menaikkan suku bunga pada September, mengacu pada data berjangka.

Di sisi lain, ekonomi AS tumbuh 5 persen pada kuartal ketiga, dan merupakan kemajuan terbesar dalam 11 tahun.

Emas menuju kerugian tahunan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 1998 setelah penurunan harga minyak mengurangi daya tarik logam sebagai lindung nilai inflasi.

Dolar dan ekuitas yang menarik investor,” George Gero, Ahli Strategi Logam Mulia di RBC Capital Markets di New York.

Harga emas melonjak 70 persen kurun Desember 2008 sampai Juni 2011, di mana bank sentral meningkatkan pasokan uang dan belum pernah terjadi sebelumnya, memacu kekhawatiran bahwa inflasi akan naik.

Harga logam ini jatuh 28 persen pada 2013, penurunan terbesar dalam tiga dekade, di tengah kenaikan ekonomi AS.

Suku Bunga AS Di Perkirakan Naik 2015

suku bungaBest-Profit-Futures, Jakarta РEkonom senior Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra memperkirakan Bank Sentral AS The Fed akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) pada akhir 2015 atau awal 2016, berbeda dengan konsensus yang memprediksi kenaikan pada kuartal II atau kuartal III 2014.

“Kenaikan Fed Fund Rate bisa terjadi di penghujung 2015. Fed Fund Rate akan naik jika inflasi di atas ekspektasi (2 persen),” ujar Aldian saat paparan “Economic Outlook & Condition for 2015″ di Jakarta, Selasa (23/12).

Menurut Aldian, inflasi di AS saat ini masih relatif rendah. The Fed memproyeksikan inflasi AS sepanjang 2014 akan mencapai 1,5-1,6 persen, sama dengan proyeksi pada September 2014 lalu.

Namun untuk tahun depan, The Fed merevisi proyeksi Personal Consumption Expenditures (PCE) inflation atau indeks yang mengukur perubahan harga barang dan jasa ditingkat konsumen, dari 1,6-1,9 persen menjadi 1-1,6 persen.

Sementara itu, inflasi inti (core inflation) yang tidak termasuk harga makanan dan energi diproyeksikan turun lebih sedikit dibandingkan proyeksi sebelumnya yakni dari 1,6-1,9 persen menjadi 1,5-1,8 persen.

Dalam pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Fed Janet Yallen, disebutkan bahwa perekonomian AS mengalami ekspansi dan pasar tenaga kerja terus membaik, tetapi tingkat inflasi turun dibawah target FOMC (Federal Open Market Committee) yang sebagian disebabkan oleh merosotnya harga energi.

Selain karena kekhawatiran masih merosotnya harga minyak dunia, Aldian menilai, tingkat belanja di AS masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan sehingga belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

“Tanpa belanja yang signifikan, inflasi tidak akan naik. Jika inflasi tidak mengancam, The Fed tidak akan naikkan suku bunga,” kata Aldian.

1 2 3 19