December 2014 archive

Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Kejatuhan Minyak

BESTPROFIT FUTURES PEKANBARU – Harga emas berjangka mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Penurunan harga emas disebabkan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak dunia

BESTPROFIT PEKANBARU

BESTPROFIT PEKANBARU

.

Mengutip Xinhua, Sabtu (29/11/2014), kontrak emas yang paling aktif, untuk pengiriman Februari turun US$ 22 atau 1,84 persen menjadi US$ 1.175,5 dolar per ons.

Dolar naik di kisaran 0,25 persen terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. penguatan dolar AS tersebut berimbas negatif terhadap harga emas karena gerak emas selalu berkebalikan dengan dolar AS.

Selain itu, penurunan harga emas juga disebabkan karena sentimen kejatuhan harga minyak.

harga patokan minyak West Texas Intermediate turun menjadi di bawah US$ 70 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih empat tahun.

Harga minyak West Texas untuk pengiriman Januari 2015 turun US$ 4,64 atau 6,3 persen ke level US$ 69,05 per barel. Sedangkan kontrak global Brent untuk pengiriman Januari 2015 turun US$ 5,17 atau 6,7 persen ke level US$ 72,58 per barel di Bursa ICE Future Europe.

Dalam pertemuan di Wina, Austria, 12 negara yang tergabung dalam OPEC secara yang secara kolektif melakukan pengeboran lebih dari sepertiga minyak dunia, setuju untuk tetap memasang target saat ini yaitu memproduksi 30 juta barel per hari.

Menurut para analis, seharusnya OPEC memangkas target produksi sekitar 1 juta barel per hari hingga 1,5 juta barel per hari.

Sumber : Liputan6

Emas Masih Akan Tertekan, SNB Batasi Pembelian Emas

BESTPROFIT FUTURES PEKANBARU – Referendum Swiss berpeluang besar dimenangkan putusan untuk tidak mempertebal cadangan emasnya. Investor siap-siap mengalami penurunan harga emas kembali.

BESTPROFIT PEKANBARU

BESTPROFIT PEKANBARU

Harga emas sekonyong-konyong terus turun hingga mencapai ke harga termurahnya dalam empat tahun ini di $1,132.16 per ons pada 7 November kemarin. Data yang dirilis oleh Bloomberg menyatakan terjadinya penjualan 146.7 ton emas oleh para investor dalam perdagangan exchange-traded products (ETP) sepanjang 2014, setara dengan penurunan nilai produknya sebesar $7.5 milyar.

Tanda-tanda inflasi yang masih terkendali didunia ini membuat emas semakin tidak menarik untuk menjadi pilihan investasi. Laju inflasi di Eropa saat ini mengalami perlambatan pula, bahkan dibulan November ini telah berada di posisi terendah dalam lima tahun ini. Alhasil pihak European Central Bank (ECB) sudah siap sedia dengan kebijakan stimulus yang sebelumnya belum pernah mereka jalankan.

Laju penurunan harga emas memang tertahan dengan aksi beli yang dilakukan sejumlah bank-bank sentral untuk meningkatkan cadanga devisa mereka dalam bentuk emas. Data yang dihimpun oleh Dewan Emas Dunia menyebutkan setidaknya 372 ton emas telah dibeli rata-rata pertahun sejak 2010 hingga 2013 oleh bank-bank sentral. Tahun ini, diperkirakan terjadi kenaikan jumlah yang bisa mencapai 400 – 500 ton. Aksi beli yang dilakukan oleh bank-bank sentral ini dianggap masih menjadi komponen yang cukup penting dalam menentukan fluktuasi harga emas.

Para pembuat kebijakan di Swiss National Bank (SNB)  sendiri telah mengingatkan berkali-kali bahwa devisa emas akan sulit untuk bisa bertahan stabil nilainya sehingga bank sentral juga akan kesulitan apabila mematok nilai tukar franc sebesar 1.20 per euro. Angka ini merupakan nilai tukar paling yang ditetapkan pada tiga tahun lalu, dimana SNB memutuskan rencanannya untuk membeli devisa-devisa asing dalam jumlah tak terbatas agar bisa mempertahankan nilai tukar mata uangnya.

Aset SNB kemudian mengalami peningkatan lebih dari sepertiga hingga September 2011 untuk menghindari deflasi dan kubangan resesi di zona Euro akibat krisis hutang. Saat ini mereka diperkirakan memegang 1,040 ton emas. Mentasbihkan Swiss sebagai salah satu negara dengan angka kepemilikan emas tertinggi secara per kapita di dunia ini.

Rakyat Swiss memang memiliki ketertarikan dengan emas. Terkait dengan jatuhnya harga emas saat ini, digelar sebuah referendum untuk memutuskan apakah SNB akan menambah cadangan emasnya atau sudah cukup dengan batasan saat ini. Jika SNB bisa melakukan pembelian emas kembali dan lebih tinggi, jatuhnya harga emas diperkirakan akan tertahan.

Referendum yang akan dilakukan tersebut nampaknya akan dimenangkan oleh putusan agar Swiss tidak menambah cadangan emasnya kembali. Para pemilih yang melakukan pungutan suara hari ini diperkirakan akan menolak usulan untuk menambah cadangan emas oleh SNB sekitar 20 persen atau setara dengan 520 milyar franc ($540 milyar ) neraca anggarannya dalam bentuk emas. Sebelumnya, telah disetujui untuk menambah cadangan emas sebesar 1,500 metrik ton emas dalam lima tahun. Seiring dengan penurunan harga komoditi, termasuk emas dan minyak mentah sehingga laju inflasi juga menurun, disaat potensi kenaikan suku bunga AS membesar, kebutuhan akan emas menurun tajam sebagai alat lindung investasi.

Sejak Maret kemarin dimana harga emas mencapai puncaknya, kini telah merosot sebesar 16% dan membuat para investor kelimpungan dengan melakukan aksi jualnya. Para investor yang bertransaksi di ETP juga sudah melepas posisi mereka sehingga kini posisinya menduduki angka terendah dalam lima tahun terakhir ini.

Harga emas disisi lain memang tidak akan banyak dipengaruhi dengan keputusan “Tidak” pada hasil referendum Swiss kali ini. Persetujuan yang diminta lewat referendum bertajun “Save Our Swiss Gold,” diperkirakan hanya akan mempengaruhi kenaikan harga emas sebesar $50 per ons saja. Harga emas sendiri dalam beberapa minggu ini memang mendapat sentimen positif sebelum referendum dilakukan. Kedepannya, tetap diperkirakan bahwa harga emas masih akan tertekan, masa depan emas memang masih buram.

Dukungan hasil referendum untuk memberikan kewenangan SNB menambah cadangan emasnya sebesar 8 persen mengalami penurunan dari 77 persen dukungan menjadi tinggal 23 persen saja saat ini. Referendum Swiss ini juga memberikan larangan bagi SNB untuk melepaskan cadangan emasnya dan meminta agar setidaknya 30 persen emas mereka yang ada di Kanada dan Inggris agar dibawa pulang.

Jajak pendapat yang dilakukan sejauh ini memang menolak inisiasi kenaikan cadangan emas. Jika persetujuan ini diberikan, maka Swiss akan menjadi negara terbesar ketiga pemilik emas didunia. Dalam lima tahun terakhir ini diperkirakan setidaknya Swiss telah belanja emas sebanyak 1,500 ton. Tambahan sebesar 300 ton per tahun sama dengan sekitar 7 persen konsumsi global pertahun. Para eksekutif SNB telah memperkirakan anggaran 70 milyar francs dalam bentuk emas setara dengan 1,932 ton.

Bagi para pendukung kebijakan untuk menambah cadangan emas tersebut, berpijak bahwa kepemilikan yang lebih besar akan membuat jaminan kesejahteraan bangsa lebih baik. SNB dan pemerintah sendiri beralasan bahwa menyetujui rencana tersebut bisa menjadi langkah menjaga penguatan Franc dari Euro dan mengikis deviden tahunan bank sentral yang distribusikan bagi pemerintah-pemerintahan daerah.

Sumber : Financeroll

Harga Emas Tumbang Lagi Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES PEKANBARU – Pekan lalu harga emas yang diprediksi bakal menguat ternyata justru menurun. Kali ini, sebagian besar partisipan Kitco News Gold Survey memprediksi harga emas akan turun lebih jauh dari pekan sebelumnya.

BESTPROFIT

BESTPROFIT

Referendum emas Swiss yang diperkirakan gagal dan penguatan dolar serta harga minyak mentah yang terus menurun dapat membuat harga emas semakin tertekan.

Mengutip laman Forbes, Senin (1/12/2014), sebanyak 11 partisipan melihat harga emas akan merosot sementara lima lainnya memprediksi harga emas akan naik.

Tiga responden lain memperkirakan harga emas bergerak stagnan. Partisipan yang terlibat terdiri dari bank investasi, pedagang emas, pialang emas, dan analis teknis pergerakan emas. (more…)

1 17 18 19