December 2014 archive

Rusia Kendalikan Minyak Untuk Satabilkan Pasar

BEST-PROFIT-FUTURES, Rusia mencoba untuk menstabilkan pasar minyak global dengan tidak melebihi produksi tahunan 525 juta ton, Menteri Energi Alexander Novak mengatakan pada Senin. (24/11/2014)

bendera-rusia-_120717001546-399
“Ini adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menstabilkan pasar dunia,” Novak mengatakan kepada saluran TV Rusia, Rossiya 24.

Banyak anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) melebihi kuota produksi mereka, Novak mengatakan, menambahkan bahwa sangat tidak mungkin bagi negara-negara OPEC menyepakati pengurangan produksi minyak.

Anggota OPEC akan bertemu di Wina pada Kamis (27/11) untuk membahas apakah organisasi, yang memproduksi sepertiga dari minyak mentah dunia, akan memangkas produksinya. Sejauh ini anggota OPEC telah terpecah dalam masalah ini.

Menurut sebuah laporan dari Bank of America, OPEC mungkin menurunkan target produksinya tidak lebih dari 500.000 barel per hari.

Sementara itu, Pavel Zavalny, wakil ketua komite energi Majelis Rendah Parlemen Rusia atau Duma, menekankan perlunya Rusia untuk bergabung dengan OPEC jika organisasi itu memutuskan untuk mengurangi jumlah ekstraksi minyaknya.

Pemotongan jumlah ekstraksi minyak diperlukan karena “semua pemain tertarik untuk tidak memiliki lompatan (harga),” kata Zavalny seperti dikutif kantor berita RIA Novosti.

Namun, ia setuju dengan Novak bahwa “hampir mustahil” untuk produksi minyak yang lebih rendah, karena peraturan yang relevan ditulis dalam kontrak dan perlu dibahas apakah akan membuat perubahan.

Penurunan harga minyak telah merugikan Rusia hingga 100 miliar dolar AS per tahun, Menteri Keuangan Anton Siluanov, mengatakan di sebuah forum keuangan dan ekonomi internasional di Moskow pada Senin.

Depresiasi rubel telah sejajar dengan 30 persen penurunan harga minyak mentah Brent sejak awal 2014, ia menambahkan.

Rubel Rusia telah kehilangan lebih dari seperempat nilainya sejak awal 2014, karena pelemahan dalam perekonomian Rusia, yang disebabkan oleh penurunan harga minyak dan sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS dan sekutunya.

Data Ekonomi AS Mendukung Kenaikan Harga Minyak.

best-profit-futures, Harga minyak dunia naik pada Selasa (Rabu pagi WIB), didukung produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat untuk kuartal ketiga yang keluar lebih kuat dari perkiraan.

Patokan AS, minyak mentah jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 1,86 dolar AS menjadi menetap di 57,12 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari naik 1,58 dolar AS, menjadi ditutup pada 61,69 dolar AS per barel.

PDB riil negara konsumen minyak mentah terbesar di dunia (AS) meningkat pada tingkat tahunan sebesar lima persen pada kuartal ketiga tahun ini, naik dari pertumbuhan 4,6 persen pada kuartal kedua dan menandai laju terkuat dalam lebih dari satu dekade, menurut perkiraan akhir yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa. Angka terbaru datang jauh di atas ekspektasi para analis.

Selain itu, sektor konsumen AS terus membaik, dengan pendapatan pribadi maju 0,4 persen pada November dan pengeluaran pribadi tumbuh 0,6 persen, kata Departemen Perdagangan.

Ditambah lagi, angka akhirsentimen konsumen AS dari Thomson Reuters/University of Michigan untuk Desember keluar pada 93,6, tingkat terbaik secara final sejak Januari 2007.

Para pedagang berpikir ini berita ekonomi baik, merupakan sebuah tanda positif bagi permintaan minyak mentah.

Harga minyak jatuh ke tingkat terendah lima tahun pada minggu lalu, karena tidak ada tanda-tanda bahwa produsen akan mengurangi produksinya dalam menanggapi kemerosotan harga

Harga Minyak Terus Menguat di Perdagangan Asia

 

BEST-PROFIT-FUTURES, Singapura. Harga minyak dunia naik di perdagangan Asia pada Senin, memperpanjang rebound tajam pada akhir pekan lalu, karena para analis memprediksi sektor ini telah keluar dari posisi terendahnya sesudah terjun hampir 50% sejak Juni.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 79 sen menjadi US$ 57,92, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari bertambah 91 sen menjadi US$ 62,29 di perdagangan sore.

“Kami tidak memperkirakan WTI dan Brent menguji tingkat terendah baru minggu ini,” kata Daniel Ang, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura.
“Sebaliknya, kami percaya itu (harga minyak) hanya akan cenderung dalam rentang perdagangan yang sama karena para spekulan melanjutkan short-covering,” tambah dia.

Keuntungan memperpanjang “rebound” pada Jumat (19/12), menghapus kerugian awal pekan lalu yang melihat harga minyak mencapai terendah baru dalam lima tahun.

MINYAK DUNIA

Minyak telah merosot sekitar setengah dari nilainya sejak Juni, dan keputusan pada November oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mempertahankan tingkat produksinya meskipun terjadi penurunan harga telah membebani pasar.

Dengan beberapa peristiwa pasar utama menjelang liburan Natal pada Kamis, Ang mengatakan “data persediaan AS kemungkinan akan menentukan harga pekan ini”.

Data AS diawasi ketat oleh para investor minyak karena dianggap sebagai indikator penting dari permintaan di konsumen minyak mentah utama dunia itu. Sebuah penurunan dalam cadangan minyak mentah AS biasanya menunjukkan permintaan meningkat.

Stok minyak mentah untuk pekan yang berakhir 12 Desember turun 800.000 barel, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan pekan lalu. EIA akan merilis laporan untuk minggu yang berakhir 19 Desember pada Rabu

1 2 3 4 19