November 2015 archive

Rupiah berpotensi lanjutkan penguatan

Kurs rupiah menguat rebound naik membaik pulih

PT Bestprofit Futures | Rupiah berpotensi lanjutkan penguatan

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali menemukan tenaga setelah sebelumnya tertunduk di hadapan dollar AS.Rupiah mengambil peluang melemahnya mata uang negeri paman sam. Di pasar spot, nilai tukar rupiah melaju 0,18% dari sebelumnya mejadi Rp 13.619 per dollar AS. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia rupiah menguat 0,55 ke level Rp 13.619 per dollar AS.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, rupiah sebenarnya masih dalam tren sideways. Penguatan rupiah kali ini disebabkan oleh koreksi dollar AS yang sebelumnya menguat tajam. Menguatnya rupiah lebih karena faktor eksternal dari aksi profit taking USD.

Padahal, sentimen dalam negeri sebenarnya dapat menekan rupiah yakni dari nilai cadangan devisa bulan Oktober yang turun US$ 1 miliar menjadi US$ 100,7. Namun demikian, Putu menduga perhatian pasar masih akan ke faktor eksternal sehingga rupiah dapat melanjutkan penguatannya.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty,” tuturnya.

Rully menduga, ruang penguatan rupiah bakal terbatas pada Senin. Sebab, pasar dalam negeri maupun eksternal masih minim data di pengujung bulan. BI juga cenderung akan mengintervensi apabila rupiah menguat tajam. “Secara fundamental rupiah stabil. Kalau ada koreksi juga secara teknikal,” terangnya.

Faisyal memproyeksikan rupiah juga masih berpotensi menguat terbatas. Sentimen positif bersumber dari performa pasar saha Indonesia yang cenderung menanjak. Mengindikasikan banyak dana asing masuk ke dalam negeri,” imbuhnya.

 

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rabu-rupiah-berpotensi-lanjutkan-penguatan

Wall Street sideways, saham Apple tertekan

wall street

PT Bestprofit Futures | Wall Street sideways, saham Apple tertekan

 

Bestprofit-futures : NEW YORK. Bursa AS tak banyak mencatatkan perubahan pada akhir transaksi tadi malam di New York, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,2% menjadi 2.081,84. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,2% menjadi 17.758,21. Adapun indeks Nasdaq Composite turun 0,2%.

Pada transaksi kemarin malam, sektor kesehatan dan barang konsumen mengalami rebound setelah mengalami penurunan terdalam dalam enam pekan terakhir. Sebaliknya, saham-saham berbasis teknologi mengalami tekanan akibat aksi jual yang melanda saham Apple Inc dan Microsoft Corp. Kedua saham ini mengalami penurunan hingga 1,2% lebih.

Menurut Jeff Carbone, founder Cornerstone Financial Partners di North Carolina, saat ini, pelaku pasar tengah mengambil napas sejenak. “Musim rilis kinerja emiten sudah mencapai 95%. Sekarang mereka tengah mempelajari apa yang dapat menggerakkan pasar ke depannya? Data ekonomi kunci akan menjadi perhatian pelaku pasar,” jelasnya.

Saat ini, analis memproyeksi, laba dari perusahaan S&P 500 akan turun 3,8% pada kuartal tiga. Kondisi ini semakin membaik dibanding prediksi kuartal pertama yang mengalami penurunan 7,2%. Dari seluruh anggota indeks S&P 500 yang sudah merilis kinerja, 74% di antaranya berhasil melampaui estimasi. Sementara 56% lainnya di bawah estimasi pelaku pasar.
Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/wall-street-sideways-saham-apple-tertekan

IHSG masih hadapi banyak tekanan

S&P

PT Bestprofit Futures | IHSG masih hadapi banyak tekanan

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penurunan. Pada perdagangan Selasa, indeks saham melemah sebesar 1,08% ke level 4.451,05. Eddy Wijaya, analis Sinarmas Sekuritas, mengatakan, ada beberapa sentimen yang bakal mempengaruhi pergerakan indeks hari ini. China akan mengumumkan data produksi industri Oktober yang diperkirakan naik 0,1% ke 5,8% secara tahunan.

Dari dalam negeri, akan ada data pertumbuhan kredit September yang diperkirakan di level 10,93%. “Indeks diperkirakan akan bergerak mixed di 4.422-4.496, kemarin. Lanjar Nafi, analis Reliance Securities, sependapat. Sentimen selanjutnya bakal datang dari China yakni data penjualan ritel dan tingkat output industri.

Dari sisi teknikal, IHSG masih bergerak bearish dan menguji support MA50 di level 4.438 dan lower bollinger bands di level 4.400. Indikator stochastic masih bergerak negatif, dengan momentum bearish dari indikator RSI. Indikator MACD pun kembali melemah dengan pergerakan signal line yang negatif. Jadi, arah IHSG cenderung melemah karena sejumlah tekanan dan bergerak dalam rentang pergerakan antara 4.400-4.525.

IHSG ditutup menguat tipis dengan volume perdagangan yang cenderung moderat. Perdagangan di sepanjang akhir pekan ini, IHSG cendrung melemah, namun mejelang penutupan investor melakukan aksi beli sehingga menopang indeks BEI,” kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi.

Ia menambahkan bahwa aksi beli investor, terutama asing menjadi salah satu faktor yang mendorong indeks BEI bergerak di area positif. Investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp181.35 miliar.

Menurut dia, saham sektor aneka industri yang cenderung bergerak melemah menahan laju indeks BEI untuk bergerak naik lebih tinggi. Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan bahwa sentimen positif yang relatif minim membuat pergerakan indeks BEI bergerak bervariasi.

Ke depan, peluang IHSG bergerak dalam tren menguat masih terbuka. Meskipun demikian, kami tetap menyarankan strategi ‘buy on weakness’ dalam melakukan akumulasi secara selektif,” katanya.

 

sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-masih-hadapi-banyak-tekanan

1 2 3 4 5 8