November 2015 archive

IHSG bisa terkerek kabar sedap dalam negeri

S&P

PT Bestprofit Futures | IHSG bisa terkerek kabar sedap dalam negeri

Bestprofit-futures : JAKARTA. Setelah empat hari berturut-turut terkoreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali bangkit. Pada perdagangan awal pekan, indeks ditutup naik 0,22% menjadi 4.464,96.

Meski demikian, para pemodal asing masih menjauhi pasar saham Indonesia. Lima hari terakhir, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,30 triliun. Fadli, analis Net Sekuritas memprediksi, indeks saham pada hari ini bakal melanjutkan kenaikan, dengan rentang pergerakan di level 4.420-4.510.

Menurut dia, ada sejumlah faktor dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan indeks. Misalnya, soal rencana paket kebijakan ekonomi jilid VI dari pemerintah. Kemudian, data makro ekonomi yang menunjukkan deflasi pada Oktober kemarin. Target inflasi pemerintah juga diprediksi tercapai di akhir tahun ini.

Sementara, David Nathanael Sutyanto, analis First Asia Capital menambahkan, persetujuan APBN turut menjadi faktor penggerak indeks. IHSG diprediksi akan kembali naik, ungkap David. Dia memprediksi, hari ini rentang pergerakan IHSG di 4.420-4.510.

Secara sektoral, hanya ada empat sektor yang melaju. Tiga sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi antara lain: sektor pertambangan naik 0,96%, sektor industri lain-lain naik 0,92%, dan sektor industri dasar naik 0,68%.

Saham-saham yang bertengger di posisi top gainers indeks LQ45 antara lain: PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik 5,9% menjadi Rp 1.885, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 4,35% menjadi Rp 840, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 3,77% menjadi Rp 10.325.

Sedangkan di posisi top losers indeks LQ 45, terdapat saham-saham: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 2,22% menjadi Rp 5.500, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun 2,05% menjadi Rp 2.870, dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun 1,9% menjadi Rp 2.060.

sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-bisa-terkerek-kabar-sedap-dalam-negeri

Inflasi menjadi amunisi rupiah

the fed

PT Bestprofit Futures | Inflasi menjadi amunisi rupiah

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. Melambatnya inflasi domestik memberi amunisi bagi rupiah. Meski demikian, mata uang Garuda masih rentan terseret perlambatan China.Kemarin, di pasar spot, rupiah menguat 0,11% ke Rp 13.669 per dollar AS. Tapi, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah melemah 0,3% menjadi Rp 13.682 per dollar AS.

Research and Analyst Divisi Tresuri Bank BNI Trian Fathria menilai, pencapaian inflasi menjadi sentimen positif rupiah. Inflasi tahunan per Oktober turun ke 6,25% dari sebelumnya 6,83%. Membaiknya inflasi seiring deflasi yang terjadi pada Oktober 2015, yaitu 0,08%.

Pasar juga optimistis terhadap data pertumbuhan ekonomi yang akan dirilis pekan ini,” ujarnya. Namun, Albertus Christian, Senior Research and Analyst Monex Investindo Futures bilang, penurunan inflasi justru membuka peluang Bank Indonesia memangkas suku bunga.

Ini bisa menjatuhkan rupiah, sebab The Fed ingin menaikkan tingkat suku bunga. Rupiah juga bisa terseret perlambatan aktivitas pabrik di China. Albertus menduga, hari ini, rupiah melemah di Rp 13.595-Rp 13.720 per dollar AS. Namun, Trian masih melihat peluang menguat di Rp 13.500- Rp 13.700 per dollar AS.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk mengatakan, aksi wait and see menjelang FOMC mendominasi pergerakan rupiah. Potensi hasil rapat bearish mengakibatkan pelaku pasar cenderung masuk ke mata uang emerging market, termasuk Indonesia” ujar Trian.

Di samping itu, ada sentimen lain yakni angka pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diprediksi turun pada kuartal III-2015 turut membatasi pergerakan USD. Hal ini membuat rupiah perkasa tanpa dukungan sentimen dalam negeri.

Trian menduga rupiah rupiah berpotensi kembali menguat. Sentimen luar seperti hasil FOMC dan GDP AS masih akan terus mempengaruhi rupiah, sementara belum ada sentimen dari dalam negeri.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/inflasi-menjadi-amunisi-rupiah

1 6 7 8