January 2016 archive

Rupiah menguat tipis, ini kata analis

JAKARTA,02/02-NILAI TUKAR DOLAR TEMBUS 12.677. Seorang petugas valas sedang menata mata uang dolar Amerika di penukaran mata uang Ayu Masagung, Jakarta, Senin (02/02). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hampir seharian berada di zona merah. Indeks bergerak searah dengan bursa saham regional, dan tidak memperhatikan sentimen positif dari data deflasi domestik. Yang kemudian nilai tukar dolar saat penutupan pasar berada di posisi Rp 12.677, menguat dibandingkan kala pembukaan pasar yaitu Rp 12.710. KONTAN/Fransiskus Simbolon/02/02/2015

PT Bestprofit Futures | Rupiah menguat tipis, ini kata analis

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. Mata uang Garuda berhasil menguat tipis di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot pada Rabu, rupiah menguat 0,07% dibandingkan hari sebelumnya ke level Rp 13.876 per dollar AS. Searah, kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,23% menjadi Rp 13.871. Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan, kinerja rupiah terbantu penguatan harga minyak dunia kemarin.

Katalis lainnya bersumber dari pelemahan mata uang Negeri Paman Sam jelang pengumuman hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral AS alias FOMC. Sebagian besar pelaku menilai The Fed tidak akan mengubah arah kebijakan suku bunga mereka yang saat ini di level 0,25% – 0,5%.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menuturkan, pelemahan valuasi rupiah diakibatkan oleh membaiknya data perekonomian Negeri Paman Sam. Data klaim pengangguran (unemployment claims) yang dilansir Kamis mencapai 252.000 orang. Jumlah tersebut lebih baik ketimbang pencapaian pekan sebelumnya yang sebesar 260.000 orang.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty,” tuturnya.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto menambahkan, sejatinya rupiah terdorong oleh pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pada Kamis, BI 7 day reverse repo rate dipangkas sebesar 25 bps menjadi 5%. Ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Rully menduga, ruang penguatan rupiah bakal terbatas pada Senin. Sebab, pasar dalam negeri maupun eksternal masih minim data di pengujung bulan. BI juga cenderung akan mengintervensi apabila rupiah menguat tajam. “Secara fundamental rupiah stabil. Kalau ada koreksi juga secara teknikal terangnya.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-menguat-tipis-ini-kata-analis

The Fed Pertahankan Tingkat Suku Bunga

the fed

PT Bestprofit Futures | The Fed Pertahankan Tingkat Suku Bunga

 

Bestprofit-futures : Komite Pasar Terbuka The Fed (FOMC), dalam pernyataan pers-nya, mengatakan akan terus memantapkan tingka suku bunga acuan pada level 0,25 sampai 0,50 persen. Keputusan ini diambil setelah pertemuan dua hari.

Mengingat prospek ekonomi, FOMC memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk tingkat dana federal pada level seperempat sampai setengah persen, demikian pernyataan FOMC. FOMC akan terus melakukan penilaian terhadap kondisi ekonomi relatif dengan inflasi dua persen.

The Fed mencatat pertumbuhan ekonomi AS melambat sepanjang tahun lalu, dan mengatakan keputusan menaikan suku bunga tahun ini akan tergantung pada prospek ekonomi negara dan data perekonomian domestik; kondisi pasar tenaga kerja, pertumbuhan lapangan kerja, pengangguran, dan tingkat harga.

FOMC berencana terus memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global, serta implikasinya terhadap pasar tenaga kerja AS dan inflasi. Bulan lalu, The Fed meningkatkan suku bunga acuan dari 0,25 persen ke 0,50 persen, yang menandai kenaikan kali pertama dalam satu dekade.

Proyeksi median yang dibuat oleh anggota komite The Fed menyarankan kenaikan suku bunga bisa terjadi empat kali sepanjang 2016. Namun analis yakin kenaikan bisa dibatasi hanya satu selama 2016.

Kepada Anadolu Agency, seorang analis memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan terjadi lagi pada akhir Desember 2016, karena pertumbuhan ekonomi AS, ekonomi global, dan penurunan harga komoditas, serta ketidak-stbilan politik di seluruh dunia.

Peristiwa ekonomi dan pasar yang lebih negatif akan memperkecil kemungkinan The Fed menaikan suku bunga sepanjang 2016, kata Daniel R Amerman, analis keuangan. Profesor Steve Hanke, dari Universitas Johns Hopkins, mengatakan; “Seluruh dunia sedang menghadapi semua jenis headwinds dan masalah.

 

Sumber : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2270212/the-fed-pertahankan-tingkat-suku-bunga

IHSG pagi juga terimbas penurunan minyak

PT Bestprofit Futures | IHSG pagi juga terimbas penurunan minyak

Bestprofit-futures : JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada transaksi perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.20 WIB, indeks tercatat turun 0,38% menjadi 4.488,26. Saham-saham yang berada di jajaran top gainers pagi ini di antaranya: PT Golden Plantation Tbk (GOLL) naik 12,16% menjadi Rp 83, PT Hanson International Tbk (MYRXP) naik 10% menjadi Rp 55, dan PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) naik 9,24% menjadi Rp 650.

Sementara itu, saham-saham yang berada di posisi top losers pagi ini yaitu: PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) turun 9,09% menjadi Rp 400, PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) turun 6,43% menjadi Rp 655, dan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) turun 5,71% menjadi Rp 1.650.

David Sutianto, Analis First Asia Capital memprediksi indeks akan tertekan pada hari ini. Ada beberapa hal yang mendasari penilaian David. Salah satunya, pasar saham global dan regional yang tertekan akibat anjloknya harga minyak West Texas Intermediate (WTI). Selain faktor harga minyak mentah, pasar global saat ini juga tengah menanti kebijakan tingkat bunga FFR menyusul pertemuan The Fed pertengahan pekan ini.

Ia memperkirakan IHSG juga akan sedikit terimbas dengan penurunan harga minyak dunia. Padahal, pada pembukaan perdagangan kemarin indeks melanjutkan penguatan pekan lalu. Kemarin IHSG ditutup menguat hingga 49 poin atau naik 1,1% di level 4.505,78. Kembali tertekannya harga minyak mentah akan mempengaruhi perdagangan pada hari ini. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi cenderung tertekan dikisaran 4.470 hingga 4.525.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-pagi-juga-terimbas-penurunan-minyak

1 2 3 4 12