March 2016 archive

Isu output freeze mengemuka lagi, minyak melaju

pasca

PT Bestprofit Futures | Isu output freeze mengemuka lagi, minyak melaju

 

Bestprofit-futures : SYDNEY. Pada transaksi perdagangan pagi di Asia, harga minyak dunia bergerak naik. Mengutip data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran April naik sebesar 22 sen menjadi US$ 37,40 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.54 waktu Sydney, harga kontrak yang sama berada di level US$ 37,35 per barel.

Pada Senin kemarin, harga kontrak minyak turun US$ 1,32 menjadi US$ 37,18 per barel. Volume transaksi minyak pada hari ini terbilang sepi, yakni 89% di bawah volume transaksi rata-rata 100 harian. Apa faktor yang mendongkrak kenaikan harga minyak?

Rupanya, minyak kembali naik setelah delegasi OPEC yang berasal dari kawasan Teluk mengatakan mayoritas produsen minyak akan menggelar pertemuan pada April untuk mendiskusikan proposal pembekuan produksi pada level Januari untuk menstabilkan market.

Pertemuan tersebut kemungkinan besar akan berlangsung di ibukota Qatar, Doha. Dalam kesempatan itu, Iran kemungkinan akan bergabung setelah menaikkan level produksi mereka ke posisi sebelum sanksi diberlakukan. Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengantaran Mei tergerus 2,1% menjadi US$ 39,53 per barel ke ICE Futures Europe exchange.

Harga minyak melaju setelah mengalami tekanan dalam dua hari terakhir. Catatan CNBC menunjukkan, dalam dua sesi terakhir, harga minyak sudah anjlok 6% akibat membludaknya data cadangan minyak AS. Selain itu, ada sinyal bahwa badan pengawas energi dunia dan OPEC melihat masalah membludaknya pasokan minyak akan terus berlangsung hingga 2017 mendatang.

Saya rasa trader minyak bereaksi berlebihan atas data membludaknya cadangan kemarin. Itu merupakan indikasi dari rebound harga minyak hari ini (kemarin),” jelas Jay Hatfield, portfolio manager InfraCap MLP yang berbasis di New York.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/isu-output-freeze-mengemuka-lagi-minyak-melaju

BSIM mematok harga rights issue Rp 400 per saham

Dana Pihak Ketiga Perbankan: Nasabah menarik uang di ATM Bank Sinarmas, Selasa (17/6). LPS menyatakan, simpanan di bank umum yang dijamin pada Maret 2014 mengalami penurunan sebesar Rp 11,19 triliun atau sebesar 0,54% dibanding Februari 2014.KONTAN/BAihaki/17/6/2014

PT Bestprofit Futures | BSIM mematok harga rights issue Rp 400 per saham

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menetapkan harga penawaran saham terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue Rp 400 per saham. Kemarin, harga saham BSIM tutup pada Rp 490. Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan, BSIM akan menerbitkan 1,09 miliar saham baru. Penerbitan saham baru ini setara 7,8% modal disetor.

Harga Rp 400 per saham, emiten perbankan Grup Sinarmas ini berpotensi mengantongi dana Rp 439,7 miliar. Rights issue ini disertai penerbitan waran seri III yang jumlahnya sebesar 31,08% dari jumlah saham yang ditempatkan atau sebanyak 4,9 miliar saham.

BSIM mematok harga waran seri III sebesar Rp 625 per saham, sehingga berpeluang meraup dana Rp 2,74 triliun. Masa berlaku Waran III mulai 28 November 2016 sampai 12 Mei 2021 dimana setiap satu Waran III berhak atas satu saham biasa atas nama.

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebagai pengendali utama BSIM akan melaksanakan haknya dalam rights issue tersebut. SMMA juga akan menjadi pembeli siaga jika pemilik saham lain tidak melaksanakan hak mereka.

Saat ini SMMA menggenggam 52,47% saham BSIM, PT Shinta Utama memiliki 2,54% dan sisanya 44,02% milik publik. Jika pemegang saham tidak mengeksekusi hak, tingkat dilusi mencapai 7,14% setelah HMETD dan maksimum 22,5% sesudah pelaksanaan waran seri III.

BSIM akan menggunakan 88,27% dana hasil rights issue untuk memenuhi kekurangan alokasi modal inti atas jaringan kantor yang sudah ada. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Sedangkan seluruh dana hasil penerbitan warran seri III akan digunakan untuk memperkuat modal BSIM. Rights issue ini diperkirakan efektif pada 27 April 2016.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/bsim-mematok-harga-rights-issue-rp-400-per-saham

harga Otoritas mengkaji efektivitas aturan fraksi

harga

PT Bestprofit Futures | harga Otoritas mengkaji efektivitas aturan fraksi

 

Bestprofit-futures : JAKARTA. Aturan baru tentang fraksi harga masih tarik ulur dan belum jelas kapan terbit. Bursa Efek Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji efektivitas aturan ini terhadap volatilitas pasar saham.

Saat kondisi bursa membaik, investor sangat menanti aturan fraksi harga. Mengubah kembali fraksi harga dari tiga kelompok menjadi lima kelompok bukan barang baru. Sebelumnya, otoritas bursa mengelompokkan fraksi harga atas lima kelompok, sebelum akhirnya memberlakukan tiga kelompok harga saat ini.

Mengubah fraksi harga saham bukan persoalan seenaknya, kita harus melihat efektivitasnya, ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio. BEI dan OJK mengkaji intensif aturan ini. Sebelum merilis aturan, otoritas harus mencermati kondisi makro dan pasar modal. Kendati saat ini trennya membaik, bursa harus hati-hati merilis setiap kebijakan.

Salah satu yang diminta OJK itu historisnya, semua dokumen. Intinya harus dikaji benar, jangan sampai berubah lagi. Di saat kondisi membaik, pasar berekspektasi, fraksi harga saham dikembalikan ke lima kelompok. Tapi secara historis, harus dibuktikan aturan itu mampu mendorong volatilitas harga saham.

Perolehan dana penawaran umum perdana saham itu membuat debt to equity ratio (DER) WSBP turun cukup dalam dari tadinya sebesar 1,9 kali menjadi 0,3 kali hingga 0,4 kali. Dana IPO itu tidak digunakan untuk membayar utang, melainkan untuk modal kerja dan kebutuhan belanja modal.

Tahun depan, perseroan ini berencana membangun tiga pabrik baru di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi. Masing-masing pabrik tersebut akan memiliki kapasitas 300.000 ton per tahun yang akan dibangun hingga tahun 2018 mendatang. Nilai belanja modal yang dikucurkan sampai tahun 2018 mencapai Rp 4 triliun.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/otoritas-mengkaji-efektivitas-aturan-fraksi-harga

1 2 3