April 2016 archive

Rupiah tersokong faktor eksternal

Sejumlah pegawai menata uang sebelum didistribusikan di Cash Centre Bank BNI, Jakarta, Rabu (8/7). Bank BNI menyiapkan uang tunai sebanyak Rp.60 triliun atau naik 10 persen dari tahun lalu guna memenuhi kebutuhan uang tunai nasabah untuk keperluan Lebaran. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/ama/15.

PT Bestprofit Futures | Rupiah tersokong faktor eksternal

 

Bestprofit-futures : JAKARTA – Pelemahan dollar AS memicu rupiah semakin bertenaga. Di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 0,26% ke 13.136 dibanding sehari sebelumnya. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan, rupiah menguat 0,41% ke 13.150.

David Sumual, Ekonom Bank Central Asia, mengatakan, belum ada data signifikan yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Penguatan rupiah masih karena faktor eksternal, yakni melemahnya dollar AS.

Penguatan dollar AS cenderung tertahan setelah inflasi AS bulan Maret berada di bawah proyeksi. Dari dalam negeri, investor asing masih menunjukkan kepercayaan, terbukti dengan terus masuknya aliran dana asing ke obligasi negara dalam lelang kemarin.

David melihat, rupiah masih sepi sentimen dari dalam negeri hingga pengumuman BI rate tanggal 21 April 2016. Analis PT Esandar Arthamas Berjangka Tonny Mariano melihat, rupiah cenderung stabil sejak The Fed mulai ragu menaikkan suku bunga.

Dollar AS tertekan dan mengangkat harga komoditas. Rupiah diuntungkan dari dua sisi, yakni koreksi USD dan penguatan harga komoditas. Tonny memprediksi, rupiah menguat di kisaran 13.100-13.160. David menebak rupiah menguat di 13.100-13.200.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menuturkan, pelemahan valuasi rupiah diakibatkan oleh membaiknya data perekonomian Negeri Paman Sam. Data klaim pengangguran (unemployment claims) per 15 September 2016 yang dilansir Kamis mencapai 252.000 orang. Jumlah tersebut lebih baik ketimbang pencapaian pekan sebelumnya yang sebesar 260.000 orang.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty,” tuturnya.

 

Sumber :http://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-tersokong-faktor-eksternal-1

Hari ini, rupiah rawan terkoreksi

JAKARTA,15/09-NILAI TUKAR RUPIAH MEROSOT. Seorang petugas teller sedang menghitung mata uang rupiah di Jakarta, Selasa (15/09). Nilai tukar rupiah pada transaksi pagi ini (15/9) kembali menyentuh level terlemah sejak Agustus 1998 silam. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 10.31 WIB, posisi rupiah berada di level 14.362 per dollar AS. Artinya, rupiah melemah 0,2% dari level penutupan kemarin di posisi 14.333 per dollar AS. KONTAN/Fransiskus Simbolon/15/09/2015

PT Bestprofit Futures | Hari ini, rupiah rawan terkoreksi

 

Bestprofit-futures : JAKARTA – Meski tertatih dan katalis negatif membayangi, rupiah berhasil menunjukkan keperkasaan terhadap USD. Di pasar spot, valuasi rupiah menguat tipis 0,06% ke Rp 13.170 per dollar AS. Berbeda, pada kurs tengah Bank Indonesia, nilai rupiah terkikis 0,29% menjadi Rp 13.204 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, saat ini terjadi tarik menarik sentimen, sehingga pergerakan rupiah sempit. Katalis positif datang dari keputusan BI menerapkan skema suku bunga berbasis seven days repurchase agreement.

Sementara dari sisi eksternal, terdongkrak dari koreksi USD pasca meningkatnya pesimisme pelaku pasar akan outlook ekonomi The Fed. Faktor ini akan menjadi penentu pergerakan rupiah. Hanya saja menurut Andri Hardianto, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures, tekanan dari penurunan harga minyak berdampak bagi rupiah. Kalau masih turun terus, rupiah akan melemah. Pengaruh beban koreksi  harga minyak cukup besar.

Arahnya melemah tapi tipis, duga Andri. Menurut dia, perbedaan arah pergerakan baru akan terlihat. Hari itu akan meluncur pencapaian penanaman modal asing di Indonesia per Maret 2016. Andri menebak, hari ini rupiah di Rp 13.154 – Rp 13.200 per dollar AS. Josua menduga, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.150–Rp 13.250 per dollar AS.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty,” tuturnya.

Rully menduga, ruang penguatan rupiah bakal terbatas pada Senin. Sebab, pasar dalam negeri maupun eksternal masih minim data di pengujung bulan. BI juga cenderung akan mengintervensi apabila rupiah menguat tajam. “Secara fundamental rupiah stabil. Kalau ada koreksi juga secara teknikal,” terangnya.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/hari-ini-rupiah-rawan-terkoreksi

IHSG berpeluang menguat, berikut analisanya

Pengunjung memperhatikan pergerakan papan elektronik yang menunjukkan indeks saham Nikkei di Tokyo Stock Exchange (TSE), Jepang (9/2). Bursa Jepang terpuruk pada Selasa pagi (9/2) di tengah terjadinya aksi jual pasar saham global dan penguatan yen ke posisi tertingginya dalam setahun terakhir. REUTERS/Issei Kato

PT Bestprofit Futures | IHSG berpeluang menguat, berikut analisanya

 

Bestprofit-futures : JAKARTA – Redanya resiko pasar saham global dan rebound harga minyak mentah tadi malam di AS akan memberikan ruang bagi pelaku pasar kembali memburu sejumlah saham saham sektor energi dan tambang logam.

IHSG diperkirakan berpeluang nelanjutkan tren bullish menguji resistance di 4910 dan support saat ini di 4820, ujar David Sutyanto, Kepala Riset First Asia Capital dalam Market Research. Pasar juga meyakini Bank Indonesia (BI) pekan ini akan kembali memutuskan menahan tingkat bunga acuannya pada level 6,75%. Saham sektoral yang sensitif interest-rate seperti properti dan perbankan akan mendapatkan momentum penguatannya kembali.

Di tengah sentimen negatif pasar saham kawasan Asia merespon kejatuhan harga minyak mentah, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil melanjutkan tren bullish. Aksi beli pemodal terutama menyasar saham perbankan, infrastruktur, konsumsi, dan properti berhasil mengangkat IHSG 41,966 poin (0,87%) di 4865,534.

Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih Rp329,7 miliar di tengah perdagangan di Pasar Reguler yang mencapai Rp4,4 triliun. Penguatan IHSG kemarin bersifat anomali dengan pergerakan di pasar saham Asia yang umumnya terkoreksi menyusul anjloknya harga minyak mentah hingga 6% di US$ 37,99 per barel pada awal perdagangan di Pasar Asia kemarin.

Kejatuhan harga minyak mentah ini merupakan reaksi atas tidak tercapainya kesepakatan pembatasan produksi pada pertemuan produsen minyak dunia Minggu sebelumnya di Doha Qatar. The MSCI Emerging Market Index pada perdagangan sore kemarin koreksi 0,3% di 844,18.

Sementara bursa global tadi malam berhasil rebound setelah harga minyak mentah berhasil rebound setelah anjlok sekitar 6%. Harga minyak mentah di AS tadi malam berada di USD39,78/barel koreksi 1,44% setelah sempat anjlok sekitar 6%.

Rebound harga minyak mentah tersebut terutama dipicu adanya pemberitaan Kuwait akan memotong produksi minyaknya hingga 1,1 juta barel per hari menjadi 3 juta barel per hari. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam masing-masing menguat 0,6% di 18004,16 dan 2094,34. Indeks DJIA untuk pertama kalinya berhasil berada di atas 18000 sejak perdagangan 20 Juli 2015 lalu.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-berpeluang-menguat-berikut-analisanya

1 2 3 4