July 2016 archive

Saham Facebook rekor, Wall Street sumringah

saham

PT Bestprofit Futures | Saham Facebook rekor, Wall Street sumringah

 

PT Bestprofit Futures – NEW YORK : Mayoritas saham yang ditransaksikan di Wall Street berakhir sumringah tadi malam. Berdasarkan data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 0,09% menjadi 18.456,35. Saham Apple Inc menjadi top gainers, sedangkan posisi top losers ditempati saham Boeing Co.

Sementara itu, indeks Standard & Poor’s 500 ditutup naik 0,16% menjadi 2.170,06. Sektor barang konsumen memimpin kenaikan di antara enam sektor lain. Sedangkan sektor telekomunikasi merupakan sektor dengan penurunan terdalam. Adapun indeks Nasdaq ditutup naik 0,3% menjadi 5.154,98.

Kenaikan Wall Street tadi malam banyak terbantu oleh saham-saham berbasis teknologi. Salah satunya Facebook yang ditutup dengan lonjakan 1% di rekor tertingginya setelah merilis laporan kinerja yang ciamik melampaui estimasi. Bahkan, sebelumnya, saham Facebook sempat meroket 4% dan bertengger di level harian tertinggi sepanjang masa.

Pergerakan sejumlah saham lain yang turut mempengaruhi bursa AS adalah Amazon.com yang naik 2% lebih dan saham Alphabet yang naik 0,5% menjelang dirilisnya kinerja kuartalan. Respon terhadap kinerja emiten cukup beragam. Orang mengetahui bahwa Facebook adalah Facebook dan kenaikannya tidak mengindikasikan kondisi ekonomi. Saya rasa, kinerja Ford cukup mencemaskan,” jelas Peter Boockvar, chief market analyst The Lindsey Group.

Sekadar informasi, saham Ford Motor ditutup dengan penurunan 8,2%. Ini merupakan performa terburuknya sejak 8 Agustus 2011. Produsen mobil ini membukukan kinerja kuartalan yang berada di bawah estimasi. Selain itu, penurunan harga minyak juga membatasi langkah Wall Street. Kemarin, harga kontrak minyak WTI turun 1,86% menjadi US$ 41,14 per barel.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/saham-facebook-rekor-wall-street-sumringah

Waspada aksi profit taking IHSG pada hari ini

Ilustrasi pajak amnesti. KONTAN/Muradi/2016/07/21

PT Bestprofit Futures | Waspada aksi profit taking IHSG pada hari ini

PT Bestprofit Futures – JAKARTA : Pasar saham domestik masih melanjutkan reli. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,47% menjadi 5.299,21. Investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 544,82 miliar.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai, pelaku pasar melakukan selective buying ke saham komoditas. “Investor banyak melirik saham komoditas, telekomunikasi dan konsumer.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri memprediksi IHSG hari ini masih ditopang sentimen reshuffle kabinet jilid II dan kebijakan pengampunan pajak. “Banyak yang berharap kembalinya Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bisa mengembalikan perekonomian Indonesia. Satrio memprediksi, IHSG hari ini menguat di rentang 5.245 – 5.350. Adapun Hans memperkirakan, IHSG cenderung terkoreksi akibat profit taking di kisaran 5.300 – 5.350.

Imbal hasil atau return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun alias year to date (ytd) mengungguli sejumlah indeks regional. Return IHSG mencapai 14,65%. Bandingkan dengan Hang Seng Index yang menghasilkan imbal hasil 6,49%. Straits Times Index (STI) malah turun -2,68%. Nikkei pun -13,81%.

IHSG pun kembali mengungguli indeks Thailand yang sebelumnya memimpin pasar Asia. Positifnya imbal hasil ini juga diikuti oleh imbal hasil sejumlah saham blue chips. Misal, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang memberikan return 63,8%. Bandingkan dengan saham sejenis Nongshim Co Ltd dengan imbal hasil minus 30,94%. Nongshim adalah produsen makanan olahan terbesar di Korea Selatan.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/waspada-aksi-profit-taking-ihsg-pada-hari-ini

FOMC menopang rupiah

Petugas menghitung mata uang rupiah pecahan Rp100.000 di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (16/10). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp13.540 per dolar AS, melemah 0,91 persen atau 122 poin dari penutupan sebelumnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/15.

PT Bestprofit Futures | FOMC menopang rupiah

 

PT Bestprofit Futures – JAKARTA : Penguatan rupiah kembali berlanjut. Di pasar spot, Kamis nilai tukar rupiah menguat 0,3% di Rp 13.098. Selaras, pada kurs tengah Bank Indonesia rupiah menguat 0,13% menjadi Rp 13.113 per dollar AS.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual memaparkan, penguatan sejalan dengan mata uang regional setelah The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Penguatan rupiah murni reaksi pengumuman The Fed. Dari dalam negeri, optimisme reshuffle kabinet masih menyokong rupiah. Namun demikian peluang koreksi sudah terbuka mengingat penguatan yang signifikan.

Tonny Mariano, analis PT Esandar Arthamas Berjangka menambahkan, prospek kenaikan suku bunga The Fed tahun ini masih ada. Dengan demikian, peluang tekanan rupiah dalam jangka panjang masih terbuka. Sementara akhir pekan ini, faktor eksternal masih mendominasi pergerakan rupiah. Selain itu, rupiah juga menanti data klaim pengangguran AS yang diprediksi naik menjadi 261.000.

Hari ini Tonny memprediksi, rupiah menguat terbatas di Rp 13.050 – Rp 13.125 per dollar AS. Sedangkan David melihat, rupiah bakal melemah dan bergerak pada rentang Rp 13.080 – Rp 13.150 per dollar AS.

Meski surplus neraca perdagangan Indonesia menipis, data tersebut berhasil menyuntikkan tenaga bagi rupiah. Di pasar spot Kamis (15/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,23% ke 13.175 dibanding kan hari sebelumnya. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,28% menjadi 13.190.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata menuturkan, penguatan rupiah berasal dari katalis positif data ekonomi dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai neraca perdagangan Indonesia Agustus 2016 surplus US$ 293,6 juta, surplus ini memang lebih kecil dibanding bulan Juli 2016.

 

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/fomc-menopang-rupiah

1 2 3 4 44