October 2016 archive

Emas jangka pendek bersinar, berikut faktornya

An employee takes granules of 99.99 percent pure gold before packing them at the Krastsvetmet non-ferrous metals plant, one of the world's largest producers in the precious metals industry, in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia October 24, 2016. Picture taken October 24, 2016. REUTERS/Ilya Naymushin

 

Best Profit | Emas jangka pendek bersinar, berikut faktornya

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Harga emas menguat didukung perayaan Diwali di India serta kekhawatiran terkait penyelidikan calon Presiden Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton. Mengutip Bloomberg, harga emas kontrak pengiriman Desember 2016 di Commodity Exchange menguat 0,58% ke level US$ 1.276,8 per ons troi dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, emas terangkat 0,85%.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures memaparkan, dalam jangka pendek, emas memang terangkat oleh kenaikan permintaan menjelang festival Diwali. Tetapi Faisyal melihat tren harga emas tetap bearish. Belum ada data pasti jumlah permintaan emas dari India. Sedangkan data ekonomi AS jelas menunjukkan adanya perbaikan ekonomi.

Data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal III-2016 yang tumbuh 2,9% dapat membawa tekanan pada harga emas. Angka pertumbuhan ekonomi AS lebih baik dari kuartal sebelumnya sebesar 1,4% serta diatas proyeksi sebesar 2,5%. Data tersebut meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Selanjutnya, pasar akan fokus mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis, 3 November. “Pelaku pasar mencari sinyal apakah The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga,” tuturnya.

Isu lain yang menggerakkan harga emas yakni pemilihan presiden AS. Kemenangan Hillary Clinton dalam debat calon Presiden AS sempat menekan laju harga emas. Tetapi harga emas akhir pekan lalu menguat setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) AS membuka kembali kasus penggunaan email pribadi Hillary Clinton saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Pasar memang lebih menyukai Clinton lantaran dianggap akan meneruskan kebijakan pemerintah saat ini ketika nanti menjadi Presiden AS. Sementara lawan Clinton yakni Donald Trump dianggap sebagai sosok yang kontroversial. Jika nantinya Trump menang, maka akan terjadi kekhawatiran pasar sehingga meningkatkan minat emas.

PT Bestprofit Futures

Telkom serap 79,6% belanja modal untuk ekspansi

FOKUS UTAMA TELKOM----Pekerja mengerjakan renovasi gedung Telkom di Tanjung Priok, Jakarta (14/1). strategi yang disiapkan PT Telekomunikasi Indonesia tahun ini adalah menjalankan tiga fokus utama, yakni menjaga pertumbuhan layanan seluler Telkomsel, mengembangkan Indonesia Digital Network (IDN), dan ekspansi ke luar negeri (internasional expansion). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/01/14

 

PT Bestprofit Futures | Telkom serap 79,6% belanja modal untuk ekspansi

 

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Hingga berakhirnya kuartal III-2016, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) telah menggunakan sekitar 79,6% dari anggaran belanja modal tahun ini yang dipatok sebesar Rp 25 triliun. Artinya, perusahaan halo-halo ini sudah menyerap belanja modal sekitar Rp 19,9 triliun.

VP Corporate Communication TLKM Arief Wibowo mengatakan, serapan capital expenditure (capex) paling besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur backbone dan akses bisnis fixed broadband serta mobile broadband. Ada juga untuk pembangunan sistem kabel laut lintas benua, tower dan data center,” kata Arief kepada KONTAN, Kamis.

Seperti diketahui, TLKM menjadi salah satu anggota konsorsium kabel bawah laut South East Asia, Middle East, dan Western Europe. Konsorsium ini bertujuan membangun kabel bawah laut sepanjang 20.000 kilometer. Selain itu perusahaan pelat merah ini juga akan membangun kabel bawah laut yang menghubungkan pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dengan Singapura. Nilai investasinya US$ 196 juta. Telkom juga mengalokasikan sebagian belanja modal untuk anak usahanya, PT Telkomsel.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan BTS. Telkomsel sudah membangun 20.808 BTS baru. Sekitar 90% merupakan BTS 3G dan 4G. Jadi, hingga akhir September lalu, TLKM mengoperasikan 124.097 unit BTS, tumbuh 23,6% dari awal tahun.

Arief menyebut, ekspansi ini sejalan dengan rencana perusahaan yang ingin bertransformasi menjadi perusahaan penyedia layanan digital. Di periode sembilan bulan pertama 2016, TLKM mencatat pertumbuhan pendapatan 12,8% menjadi Rp 86 triliun dari Rp 75,7 triliun. Kenaikan disokong pertumbuhan pendapatan bisnis jasa internet dan teknologi informatika yang mencapai 27,7% jadi Rp 44,5 triliun. Pendapatan telepon seluler pun tumbuh 2,1% jadi Rp 34 triliun. Namun pendapatan interkoneksi terkikis jadi Rp 3 triliun.

Begitu pula pendapatan jaringan sewa transponder satelit anjlok ke Rp 696 miliar. Dengan demikian, TLKM semakin mendekati target pendapatan tahun ini, yakni Rp 100 triliun hingga akhir tahun. Adapun laba bersih perusahaan ini juga naik sekitar 26% menjadi Rp 22 triliun dari sebelumnya Rp 17,5 triliun. Sebagai informasi, TLKM juga masih memiliki utang jatuh tempo dalam waktu setahun sebesar Rp 4,9 triliun. Sehingga liabilitas jangka pendek perusahaan juga naik jadi Rp 40 triliun dari Rp 35 triliun di Desember 2015.

PT Bestprofit Futures

Paling logis, ini jawaban terbaru dari misteri Segitiga Bermuda

paling

Bestprofit | Paling logis, ini jawaban terbaru dari misteri Segitiga Bermuda

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – Segitiga Bermuda selalu akan jadi misteri dengan misteri tak terpecahkannya. Sudah lama ilmuwan mencari jawaban paling logis untuk adanya kecelakaan kapal dan pesawat yang lewat di atasnya tersebut.

Namun akhirnya, jawaban paling logis atas misteri ini muncul baru-baru ini. Dilansir dari Daily Mail, sebuah awan heksagonal yang ada di atas Segitiga Bermuda, mampu menciptakan semacam ‘bom udara’ yang mengerikan, dengan kecepatan angin sebesar 170 mil per jam.

Para ilmuwan telah mengklaim bahwa ledakan badai ini dapat membalik kapal laut dan menghujamkan pesawat yang lewat ke laut.

Segitiga Bermuda, yang merupakan sebuah area sebesar 500.000 kilometer persegi di Samudera Atlantik bagian utara, jadi kambing hitam dari lebih dari 75 pesawat dan ratusan kapal yang hilang di sana. Tentu adanya awan heksagonal ini memberi sedikit titik terang.

Menurut seorang Meteorologis bernama Randy Cerveny, bom udara adalah hal yang seringkali terjadi dan hal ini memang disebabkan oleh awan heksagonal. ‘Bom udara’ ini dibentuk oleh ledakan kecil yang secara alami terjadi, dan ledakan tersebut muncul dari bawah awan, lalu menghantam lautan dan membentuk badai yang seringkali berukuran masif. Inilah yang akan menghancurkan kapal dan pesawat secara sekejap.

Misteri awan heksagonal Segitiga Bermuda Science Channel

Para ilmuwan meneliti lebih lanjut tentang kebenaran hal ini, dengan memeriksa keadaan awan di area tersebut. Menurut Dr Steve Miller, seorang Meteorologis via satelit di Colorado State University, menyatakan bahwa awan semacam ini ada di bagian barat dari Pulau Bermuda, berjarak 10 hingga 50 mil dari perairan bagian barat Bermuda. Hal ini cukup unik, karena tepi awan seringkali tak bersisi lurus. Awan akan selalu berbentuk tak beraturan.

Sebelumnya, penjelasan ilmiah lain adalah soal cekungan sulfur. Hal ini berupa gas metana bocor dari endapan gas alam yang berada di dasar laut. Kebocoran ini akhirnya menyebabkan munculnya ‘rongga’ yang mampu menyemburkan gas. Dalam jumlah besar, semburan ini dapat membahayakan kapal yang mungkin lewat tepat di atasnya.

Selain itu, air laut yang sudah mengandung jumlah besar dari gas metana, akan berbuih dan kehilangan kemampuan untuk mengapungkan kapal. Hal ini bahkan dapat menenggelamkan kapal secara tiba-tiba, tanpa peringatan sama sekali. Sedangkan tidak pernah ditemukan puing-puing kapal, disebabkan oleh tercerai-berainya puing-puing akibat arus teluk.

PT Bestprofit Futures

1 2 3 7