December 2016 archive

Wall Street merah karena sanksi AS ke Rusia

A trader works on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York City, U.S. December 27, 2016. REUTERS/Andrew Kelly

 

Bestprofit | Wall Street merah karena sanksi AS ke Rusia

 

Bestprofit – NEW YORK. Pasar saham Amerika kembali berkubang di zona merah pada transaksi perdagangan tadi malam. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,07% menjadi 19.819,78. Saham JPMorgan Chase dan Goldman Sachs mencatatkan penurunan terdalam pada indeks Dow Jones.

Sedangkan indeks S&P 500 tercatat turun 0,03% menjadi 2.249,26. Sektor finansial menjadi sektor dengan penurunan terdalam. Adapun indeks Nasdaq turun 0,12% menjadi 5.432,09. Sejumlah sentimen mempengaruhi pergerakan bursa AS. Salah satunya adalah pengumuman penetapan sanksi oleh Amerika terhadap individu dan organisasi yang terlibat dalam dugaan campur tangan Rusia pada pemilu presiden AS di 2016.

Menurut Art Cashin, director of floor opertions UBS, Amerika harus menunjukkan sikap tegas untuk memberikan sinyal perubahan geopolitik. Yang baru kita ketahui adalah mereka memulangkan 35 diplomat..kita harus melihat lebih banyak sanksi, seperti pelarangan perdagangan. Kalau tidak, hal ini tidak akan berdampak pada market. Semua orang akan berasumsi, saat Trump masuk ke pemerintahan, segala sesuatunya akan lebih tenang,” paparnya.

Sanksi yang ditetapkan Gedung Putih berlaku pada sembilan badan dan individu, termasuk dua badan agensi intelijen dan empat orang dari agensi intelijen utama Rusia. AS juga mengusir 35 diplomat Rusia. Pendapat berbeda diutarakan oleh Mark Luschini, chief investment strategist Janney Montgomery Scott. Scott tidak begitu yakin sanksi yang ditetapkan tidak memiliki dampak apapun pada market.

Meski demikian, dia menilai, rendahnya volume transaksi perdagangan bisa menjadi kartu liar. Sementara, dari segi data ekonomi, data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, pengajuan klaim pengangguran AS turun sebesar 10.000 menjadi 265.000. Ini menunjukkan jumlah pengajuan klaim pengangguran berada di angka 300.000 untuk 95 pekan berturut-turut, yang menandakan kondisi pasar tenaga kerja AS cukup sehat.

Bestprofit

Langkah emas terbebani oleh keperkasaan dollar

An employee takes granules of 99.99 percent pure gold, which are used for jewels gilding at the Krastsvetmet non-ferrous metals plant, one of the world's largest producers in the precious metals industry, in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia, December 14, 2016. Picture taken December 14, 2016. REUTERS/Ilya Naymushin

 

PT Bestprofit | Langkah emas terbebani oleh keperkasaan dollar

 

PT Bestprofit – NEW YORK. Harga emas dunia tak banyak mencatatkan perubahan pada transaksi Rabu. Berdasarkan data CNBC, pada pukul 15.45 waktu New York, harga emas di pasar spot naik 0,18% menjadi US$ 1.140,91 per troy ounce setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 14 Desember di US$ 1.148,98. Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Februari bertengger di posisi US$ 1.140,90 per troy ounce.

Penurunan harga emas kali ini dipicu oleh penguatan dollar AS. “Dalam jangka pendek, kita akan fokus pada level support US$ 1.100 dan jika level ini ditembus, maka menandakan bearish bagi harga emas. Sedangkan dari sisi upside, emas harus berhasil menembus level US$ 1.170 dan US$ 1.200,” papar Naeem Aslam, chief market analyst ThinkMarkets.

Sekadar informasi, harga emas sudah anjlok lebih dari 8% pada November seiring dengan kenaikan tingkat yield surat utang AS pasca Donald Trump memenangkan pemilu AS. Beredar spekulasi, komitmennya terhadap sektor infrastruktur akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Pada 15 Desember, harga emas bahkan menyentuh level terendah dalam 10 bulan. Penyebabnya, data ekonomi AS yang solid memberikan kepercayaan bagi bank sentral AS untuk mengerek kenaikan suku bunga acuan pertama dalam setahun terakhir. Bahkan The Federal Reserve memberikan sinyal untuk mengerek suku bunga sebanyak tiga kali lagi pada tahun depan.

PT Bestprofit

Wall Street ada di periode Santa Claus Rally

rekor indeks dow jones - Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York City, U.S., December 21, 2016. REUTERS/Andrew Kelly

 

Best Profit | Wall Street ada di periode Santa Claus Rally

 

Best Profit – NEW YORK. Pasar saham AS ditutup dengan kenaikan tipis pada minggu terakhir pekan ini. Berdasarkan data yang dihimpun CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 0,06% menjadi 19.945,04. Saham Apple mencatatkan kenaikan terbesar. Sedangkan saham Nike merupakan saham dengan penurunan terdalam.

Adapun indeks S&P 500 ditutup dengan kenaikan 0,22% menjadi 2.268,88. Sektor finansial memimpin kenaikan di antara sembilan sektor lainnya. Dua sektor yang memerah yakni sektor utility dan telekomunikasi. Sedangkan indeks Nasdaq composite ditutup dengan kenaikan 0,45% menjadi 5.487,44.

Dalam setiap tiga saham yang naik, terdapat dua saham yang turun di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan melibatkan 487 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 1,9 miliar saham pada penutupan. Kenaikan pada saham teknologi, menurut saya, sebagian karena reli teknikal,” jelas Eric Wiegand, senior portfolio manager Private Client Reserve US Bank.

Sektor teknologi merupakan sektor dengan performa terbaik ketujuh pada indeks S&P 500 sejak pemilu. Di sisi lain, berita ekonomi juga menyokong pasar saham. Tingkat kepercayaan konsumen untuk Desember berada di level 113,7. Ini merupakan posisi tertinggi sejak Agustus 2001 dan naik dari posisi November di 109,4 (data revisi).

Pada transaksi Selasa kemarin, pasar saham AS mengalami kenaikan yang biasa disebut periode Santa Claus Rally. Tahun ini, periode tersebut diprediksi akan berlangsung mulai 23 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017. Berdasarkan Stock Trader’s Almanac, indeks S&P 500 biasanya reli 1,4% pada periode tujuh hari menjelang akhir tahun.

Best Profit

1 2 3 8