January 2017 archive

Emas sentuh level terendah dalam 2 pekan

A set of 28 gold medallions by Pablo Picasso, estimated between $449,000 and $513,000 by Sotheby's, is shown at a preview by the auction house in Hong Kong, China January 13, 2017. REUTERS/Bobby Yip

 

PT Bestprofit | Emas sentuh level terendah dalam 2 pekan

 

PT Bestprofit – SINGAPURA. Harga emas ditransaksikan melemah pada akhir pekan ini. Bahkan emas sempat menyentuh posisi terendah dalam dua pekan terakhir akibat penguatan dollar AS. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 14.25 waktu Singapura, harga emas di pasar spot ditransaksikan turun 0,5% menjadi US$ 1.182,87 per troy ounce.

Nyaris mendekati level terendah dua pekan terakhir yang tercipta pada 11 Januari lalu di level US$ 1.182,45 per troy ounce. Sedangkan harga kontrak emas mencatatkan penurunan 0,6% menjadi US$ 1.183 per troy ounce. Kombinasi sejumlah faktor, termasuk penguatan dollar serta rendahnya volume transaksi menjelang Tahun Baru China, menekan pasar emas,” jelas Ronald Leung, chief delaer Lee Cheong Gold Dealers di Hong Kong.

Dia menambahkan, mayoritas market di Asia tak beroperasi, yang berarti hal ini saat yang baik untuk melepas emas. “Anda bisa melihat tingkat permintaan sangat rendah, yang menunjukkan tingkat permintaan emas saat ini,” jelasnya. Menurut analis teknikal reuters Wang Tao, harga emas spot diprediksi akan menembus support US$ 1.182 per troy ounce dan akan turun lagi ke support selanjutnya di level US$ 1.171 per troy ounce.

Di sisi lain, dollar bergerak naik pada hari ini dengan rebound dari posisi terendahnya dalam tujuh pekan terakhir. Penguatan dollar dipicu oleh optimisme outlook ekonomi AS dan kinerja emiten. Sekadar informasi, indeks dollar hari ini naik 0,1% menjadi 100,500. Pada sesi sebelumnya, indeks dollar sempat tertekan hingga ke level 99,793 yang merupakan level terendah dalam tujuh pekan terakhir.

PT Bestprofit

Analis Rupiah akan menguat akhir pekan ini

uang rupiah logam atau koin. ilustrasi menaruh investasi; berinvestasi; perencanaan keuangan KONTAN/Baihaki/2016/11/24

 

Best Profit | Analis Rupiah akan menguat akhir pekan ini

Best Profit – JAKARTA. Kurs rupiah hari ini masih berpotensi mengungguli dollar Amerika Serikat (AS). Analis menilai sentimen rilis data inflasi dalam negeri akan menopang nilai tukar mata uang Garuda.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi hari ini rupiah akan menguat dan bergerak di kisaran antara Rp 13.300- Rp 13.380 per dollar AS. Research & Analyst Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra juga punya prediksi serupa.

Menurut hitungan dia, rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 13.260-Rp 13.400 per dollar AS. Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Januari cuma 0,69%. Bila benar, rupiah akan positif. Maklum, pelaku pasar khawatir atas dampak kenaikan tarif listrik.

Selain itu, Josua menilai pelaku pasar masih wait and see sampai angka pertumbuhan ekonomi AS dirilis malam ini. Ia juga menyarankan investor mencermati data penjualan rumah baru di AS dan klaim pengangguran.

Putu memprediksi, pelemahan dollar AS akan terbatas. “Terlebih pasar sahamnya kini positif,” tutur dia. Kemarin, kurs spot rupiah naik 0,21% jadi Rp 13.332 per dollar AS. Sedang kurs tengah rupiah versi BI turun 0,11% jadi Rp 13.325 per dollar AS.

Menurut hitungan dia, rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 13.260-Rp 13.400 per dollar AS. Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Januari cuma 0,69%. Ia juga menyarankan investor mencermati data penjualan rumah baru di AS dan klaim pengangguran.

Best Profit

Emas tergerus rekor pasar saham Amerika Serikat

FILE PHOTO: Gold bars at the Austrian Gold and Silver Separating Plant 'Oegussa' in Vienna, Austria, March 18, 2016. REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo

 

PT Bestprofit | Emas tergerus rekor pasar saham Amerika Serikat

 

PT Bestprofit – CHICAGO. Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena pasar ekuitas AS menyentuh level tertingginya. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 13, atau 1,07 %, menjadi menetap di US$ 1.197,80 per ons troi.

Penguatan dalam Dow Jones Industrial Average AS (DJIA) memberikan tekanan ekstensif terhadap emas, karena DJIA melewati level resistensi psikologis 20.000 poin, untuk pertama kalinya dalam sejarah bahwa ukuran tersebut telah melebihi 20.000 poin. Para analis mencatat bahwa penguatan ini dalam ekuitas berpotensi sebagai reaksi terhadap pemotongan pajak dan kebijakan pro-bisnis yang diantisipasi dari Presiden AS Donald Trump.

Mereka mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun. Namun, emas dicegah dari kejatuhan lebih lanjut ketikan indeks dollar AS turun 0,21 % menjadi 100,06 pada pukul 18.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Pedagang juga sedang menunggu laporan perdagangan internasional dalam barang dan laporan klaim pengangguran mingguan pada Kamis, serta pesanan barang tahan lama dan laporan produk domestik bruto pada Jumat.

Para investor akan menjadi berhati-hati memantau pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Februari (FOMC) yang dijadwalkan minggu depan untuk petunjuk tentang kapan harus memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya. Investor percaya bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC Maret.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,75 menjadi setidaknya 1,00 adalah 4,0 % pada pertemuan Februari dan 25 % untuk pertemuan Maret. Perak untuk pengiriman Maret turun 20,5 sen, atau 1,19 %, menjadi ditutup pada US$ 16,98 per ons troi. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 26,1, atau 2,59 %, menjadi ditutup pada US$ 981,70 per ons troi.

PT Bestprofit

1 2 3 7