January 2017 archive

Meski dollar perkasa, harga emas melompat 1%

Petugas BNI Syariah menunjukan emas batangan atau logam mulia berat 50 gram produksi Anema Tambang (Antam/ANTM) di Jakarta (21/6). KONTAN/Muradi/2016/06/21

 

Bestprofit | Meski dollar perkasa, harga emas melompat 1%

 

Bestprofit – NEW YORK. Harga emas dunia berhasil menghapus penurunan pada akhir transaksi semalam. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, harga emas di pasar spot ditutup dengan kenaikan US$ 7,89 atau 0,7% menjadi US$ 1.160,10 per troy ounce. Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Februari berada di posisi US 1.162,10 per troy ounce.

Harga emas tetap mendaki kendati dollar AS menunjukkan taringnya. Asal tahu saja, indeks dollar AS diperdagangkan menguat 0,85% pada Selasa, setelah perkasa lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Sebelumnya, harga emas jatuh tajam setelah Donald Trump memenangkan pemilu AS pada November lalu, di mana emas anjlok lebih dari 12% pada kuartal empat.

Kemenangan Trump mengerek dollar dan menyebabkan reli tajam pada yield surat utang AS. Kondisi ini membuat investor perlahan-lahan meninggalkan emas. Market membawa sentimen penguatan dollar, kenaikan yield, dan saham ke transaksi 2017. Ini tentu saja menjadi tantangan bagi emas,” ujar Saxo Bank’s head of research Ole Hansen. Tapi dia menilai, masih ada sejumlah sentimen positif bagi emas.

Kita memiliki sejumlah kejadian berisiko pada bulan ini. Salah satu yang terbesar adalah Donald Trump akan resmi dilantik pada 20 Januari mendatang,” paparnya. Sentimen lain yang juga mempengaruhi emas adalah hedge fund dan money manager memangkas posisi beli mereka di COMEX gold ke level terendahnya dalam 11 bulan terakhir. Mereka juga memangkas taruhan bullish pada kontrak perak pada pekan yang berakhir 27 Desember.

Permulaan yang kuat sejak awal 2016 membuat emas berhasil membukukan kenaikan tahunan di akhir tahun lalu sebesar 8,5%. Di sisi lain, ada indikasi bahwa The Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga acuannya sebanyak tiga kali pada tahun ini. Sentimen ini dipastikan akan menekan emas.

Bestprofit

Rupiah menunggu suntikan tenaga data inflasi

Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung di Jakarta, Jumat (30/12). Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika menjelang akhir tahun pada Jumat (30/12) sore ditutup melemah tipis sebesar dua poin atau turun 0,01 persen ke Rp13.473 per dolar Amerika. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/16.

 

Best Profit | Rupiah menunggu suntikan tenaga data inflasi

 

Best Profit – JAKARTA. Pergerakan rupiah diprediksi akan dipengaruhi rilis data inflasi Indonesia yang akan diumumkan Selasa. Selain itu perlu diwaspadai tenaga Dollar AS pasca libur akhir tahun. Mengutip Bloomberg, Jumat valuasi rupiah tergelincir tipis 0,01% di level Rp 13.473 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, posisi rupiah berhasil terangkat 0,27% ke level Rp 13.436 per dollar AS.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan, faktor utama yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah pasca libur adalah data inflasi. Diproyeksi inflasi Indonesia Desember 2016 secara bulanan (mom) di level 5,4% sementara secara tahunan (yoy) bertengger di 3,1%. “Apabila dirilis di atas level itu, maka rupiah akan terpapar sentimen negatif dan terpojok,” ujar Putu.

Apalagi posisi indeks USD masih kuat. Meski perdagangan di AS masih tutup, namun optimisme pasar memasuki awal tahun dan menanti pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS akan menjadi amunisi bagi dollar AS untuk melanjutkan dominasinya. Belum lagi peluang kenaikan suku bungaThe Fed sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2017.

Sampai pukul 20.45 WIB, posisi indeks USD melambung 0,57% di level 102,79 dibanding hari sebelumnya. Tidak hanya itu, USD juga masih akan didukung oleh rilis data ISM manufaktur AS Desember 2016 yang diprediksi tumbuh dari 53,2 ke 53,7. “Hal ini bisa menambah keunggulan USD dan faktor dari AS masih jadi katalis dominan yang mempengaruhi rupiah,” ujar Putu.

Maka dari itu Putu memperkirakan rupiah akan cenderung melemah hari ini, walau rentangnya masih akan sempit. Namun jika data inflasi Indonesia tumbuh jauh lebih baik dari dugaan, kans rupiah menguat tipis tetap terbuka.

Best Profit

1 5 6 7