February 2017 archive

Tak agresif, prospek reksadana campuran menarik

Ilustrasi Reksadana di Jakarta. KONTAN/Muradi/2016/03/02

 

Bestprofit | Tak agresif, prospek reksadana campuran menarik

 

Bestprofit – JAKARTA. Awal tahun ini, reksadana campuran berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Analis memprediksi prospek reksadana campuran hingga akhir tahun cerah. Senior Research & Investment Analyst Infovesta Utama Wawan Hendrayana memprediksi, kinerja reksadana campuran awal tahun ini cukup bagus ketimbang reksadana saham.

Tengok saja, Infovesta Balanced Fund Index per 21 Februari 2017 year to date (ytd) menunjukkan, reksadana campuran mencetak imbal hasil 1%. Return tersebut jauh lebih tinggi ketimbang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 0,85%. Jika dibandingkan Infovesta Equity Fund Index pun masih lebih baik reksadana campuran. DI awal tahun ini, indeks reksadana saham tersebut merosot 0,17%.

Awal tahun ini reksadana campuran sedang lebih baik ketimbang reksadana saham,” ujar Wawan. Tak dipungkiri memang minat investor terhadap reksadana campuran ini masih minim. Hal tersebut dikarenakan investor lebih cenderung memilih jenis reksadana yang tingkat risikonya lebih tinggi seperti reksadana saham. Atau justru sebaliknya mencari reksadana dengan tingkat aman lewat reksadana terproteksi dan pendapatan tetap.

Secara konsep memang masih belum terlalu populer di mata investor, namun reksadana campuran masih memiliki pangsa pasarnya sendiri,” papar Wawan. Dengan kinerja yang cukup bagus di awal tahun, Wawan memprediksi reksadana campuran akan mencetak return hingga 8%-9% sampai akhir tahun ini. Sementara per Januari 2017, total dana kelolaan reksadana ini baru mencapai Rp 22,3 triliun. Ia memprediksikan dana kelolaan akhir tahun nanti mencapai sekitar Rp 28 triliun.

Senior Research Analyst Pasar Dana Beben Feri Wibowo berpendapat, awal tahun ini kinerja reksadana campuran masih melambat. Hal ini disebabkan karena sentimen ketidakpastian kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta faktor politik domestik, yakni pilkada, khususnya DKI Jakarta. Hal tersebut menyebabkan investor cenderung wait and see.

Meski demikian, Beben melihat reksadana campuran masih akan mencatatkan kinerja yang cukup baik sepanjang tahun ini. Dengan prediksi rata-rata kinerja reksadana campuran tahun ini berada di kisaran 3,5% secara moderat dan optimistis di 8,5%. Jemmy Paul Wawointana, Direktur Investasi Sucorinvest Asset Management, berpendapat.

Sebetulnya jika manajer investasi mencermati kondisi pasar, reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang paling bagus ketimbang reksadana jenis lainnya. Meski tak seagresif yang lainnya, ia memprediksi prospek reksadana campuran masih bagus di tahun ini. “Sayangnya, sampai sekarang return-nya masih berada di tengah-tengah antara obligasi dan saham,” ujar Jemmy.

Bestprofit

Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq rekor lagi!

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., February 17, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

 Best Profit | Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq rekor lagi!

 

Best Profit – NEW YORK. Pasar saham AS memulai pekan ini dengan melangkah pasti di zona postif. Pada transaksi Selasa, Wall Street kembali ditutup di level rekor menyusul diumumkannya kabinet pemerintahan Trump dan dirilisnya kinerja emiten. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58% menjadi 20.743.

Saham Wal Mart memimpin kenaikan dan saham Caterpillar merupakan saham dengan penurunan terbesar.Sedangkan indeks S&P 500 naik 0,6% menjadi 2.365,38. Saham real estate memimpin kenaikan di antara 11 sektor lainnya. Adapun indeks Nasdaq Composite naik 0,47% ditutup di posisi 5.865,95. Ketiga indeks acuan AS ini menorehkan rekor baru semalam.

Dalam setiap tiga saham yang naik, terdapat satu saham yang menurun di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan melibatkan 877,13 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,535 miliar saham saat penutupan market. Pada Senin lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Letnan Jenderal HR McMaster akan menjadi penasehat keamanan nasional yang baru. McMaster menggantikan Michael Flynn, yang mengundurkan diri pada pekan lalu.

Hal ini sangat, sangat baik bagi market,” jelas Quincy Krosby, market strategist Prudential Financial. Menurutnya, penunjukkan McMaster meredakan kecemasan pelaku pasar bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tengah berada dalam kondisi kekacauan saat ini.

Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58% menjadi 20.743. Gedung Putih mengumumkan bahwa Letnan Jenderal HR McMaster akan menjadi penasehat keamanan nasional yang baru. McMaster menggantikan Michael Flynn, yang mengundurkan diri pada pekan lalu.

Selain itu, investor juga tengah fokus pada rilis kinerja emiten, termasuk perusahaan ritel ralsasa Macy’s dan Home Depot. Macy’s membukukan kinerja yang mixed. Laba per sahamnya melampaui estimasi, namun penjualannya mengalami penurunan. Sedangkan Home Depot mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi Wall Street. Hasil kinerja positif Home Depot menunjukkan konsumen yang positif pula,” jelasnya.

Best Profit

Profit taking membuat yen tergerus sterling

FILE PHOTO: People walk past a screen displaying the dollar to yen exchange rate outside a brokerage in Tokyo, Japan, November 6, 2014. REUTERS/Thomas Peter/File Photo

 

PT Bestprofit | Profit taking membuat yen tergerus sterling

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Rilis neraca perdagangan Jepang turut memicu profit taking pada mata uang yen. Imbasnya, yen bertekuk lutut di hadapan poundsterling. Mengutip Bloomberg, Senin pukul 19.07 WIB, pasangan GBP/JPY menguat 0,74% ke level 141,056 dibanding sehari sebelumnya.

Tonny Mariano, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengatakan, mata uang yen dilanda aksi profit taking sehingga tertekan oleh poundsterling. Data surplus neraca perdagangan Jepang bulan Januari yang turun menjadi 155,455 miliar yen dibanding bulan sebelumnya di angka surplus 327,544 miliar yen turut memicu profit taking.

Di sisi lain, data ekonomi Inggris yakni indeks harga rumah bulan Februari memang naik menjadi 2% dari bulan sebelumnya 0,4%. Tetapi data Inggris tidak banyak berpengaruh terhadap penguatan GBP. Penjualan ritel Inggris turun dalam tiga bulan terakhir. Lalu proses teknis keluarnya Inggris dari Uni Eropa belum jelas sehingga membatasi penguatan sterling,” ujar Tonny.

Sentimen penggerak GBP dan JPY menurut Tonny cukup seimbang. Yen juga terbebani oleh kebijakan pemerintah Jepang yang menginginkan mata uangnya melemah. “Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa status sebagai mata uang aman sering kali membuat yen diuntungkan,” imbuhnya.

Menurut Tonny, tren pergerakan GBP/JPY melemah. Namun, ada peluang menanjak dalam jangka pendek. Pergerakan yen menanti data manufaktur Jepang bulan ini meski bukan tergolong data penting. Sementara GBP menunggu data pinjaman sektor publik.

PT Bestprofit

1 2 3 4 7