February 2017 archive

Rupiah rentan koreksi di awal pekan

Pembiayaan perbankan syariah: Pelayanan nasabah di kantor cabang Bank Danamon Syariah, Kramat Jati, JAkarta Timur, Rabu (20/3). HIngga bulan Januari 2013 perbankan syariah mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp149,672 triliun. Dari jumlah tersebut sebanyak 44,7% atau sebesar Rp66,897 triliun disalurkan untuk pembiayaan konsumsi. KONTAN/Baihaki/20/3/2013

 

Bestprofit | Rupiah rentan koreksi di awal pekan

 

Bestprofit – JAKARTA. Minimnya data ekonomi Indonesia di akhir bulan ini membuat pergerakan nilai tukar rupiah rawan koreksi. Meski begitu, pelemahan mata uang garuda diprediksi masih dalam rentang yang terbatas. Di pasar spot, Jumat, rupiah tergerus 0,08% jadi Rp 13.333 per dollar Amerika Serikat (AS) dibanding hari sebelumnya. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah naik tipis 0,001% ke Rp 13.328.

Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka, menjelaskan, pelemahan rupiah akhir pekan kemarin merupakan imbas dari gejolak ekonomi dan politik global. Terutama, dampak dari gejolak di China, Eropa, dan Inggris yang menguntungkan dollar AS. Dari domestik, setelah BI mempertahankan BI 7-day reverse repo rate sebesar 4,75%, belum ada katalis terbaru yang bisa mendongkrak rupiah.

Di sisi lain, AS juga minim data ekonomi karena bank holiday. Ini bisa jadi kans rupiah untuk membalikkan arah. Sebab, fundamental rupiah masih kuat. Apalagi, jika harga komoditas seperti minyak naik. “Hanya, permintaan dollar AS di dalam negeri pada akhir bulan cukup tinggi dan biasanya akan membebani rupiah,” kata Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk.

Selain itu, posisi rupiah masih rentan mengalami aksi profit taking lanjutan. “Posisinya terhitung baik saat ini dan menimbulkan keinginan pelaku pasar ambil untung. Koreksi perlu diwaspadai,” imbuh Reny. Toh, Reny memperkirakan, pelemahan rupiah dalam rentang sempit, mengingat keadaan ekonomi global saat ini yang kurang baik.

Sebaliknya, suku bunga acuan BI di posisi 4,75% dan yield obligasi di level 7,9% tentu menjadi daya tarik dan keunggulan bagi rupiah. Reny memprediksikan, pergerakan rupiah pada Senin di kisaran Rp 13.300-Rp 13.350. Proyeksi Wahyudi, rupiah bergulir di Rp 13.250-Rp 13.450.

Bestprofit

Qualcomm Akan Rilis Tiga Chipset Kelas Menengah Pada Tahun Ini

qualcomm

Best Profit | Qualcomm Akan Rilis Tiga Chipset Kelas Menengah Pada Tahun Ini

Best Profit – Mungkin pemberitaan mengenai Qualcomm akhir-akhir ini seputar chipset flagship miliknya, yakni Snapdragon 835 yang menjadi chipset paling powerfull milik perusahaan. Tetapi perusahaan tidak hanya mengandalkan chipset high-end untuk menopang pemasukan sepanjang tahun.

Informasi terbaru dari situs Weibo Cina menunjukkan bahwa Qualcomm juga menyiapkan chipset untuk segmen menengah yang akan menjadi penerus dari Snapdragon 625, dimana chipset tersebut populer sebagai chipset hemat daya dan diusung oleh handset murah seperti Xiaomi Redmi 4 Prime.

Chipset kelas menengah tersebut terdiri dari Snapdragon 630 dan Snapdragon 635, yang merupakan peningkatan dari Snapdragon 625. Kedua chipset tersebut dikatakan masih menggunakan setup octa-core Cortex-A53 seperti pada Snapdragon 625, namun bakal memiliki peningkatan pada majemen daya yang lebih unggul serta pengurangan suhu panas.

Selain itu, Qualcomm juga dikatakan dalam proses pengembangan chipset Snapdragon 660 yang akan diproduksi menggunakan proses Samsung 14nm LPP. Setup CPU octa-core juga akan hadir pada chipset ini, tapi Qualcomm kemungkinan akan menggunakan kombinasi dari Cortex-A53 dan Cortex-A73. Ini merupakan chipset kelas menengah yang mengutamakan pada performa di samping menekankan efisiensi daya.

Chip ini diharapkan akan terungkap sekitar bulan September, dan rumor mengatakan bahwa produsen smartphone Cina seperti Xiaomi, OPPO dan Vivo akan menjadi perusahaan pertama yang mengusung chipset ini pada smartphone mereka. Kita nantikan saja, smartphone apa yang bakal hadir dengan ketiga chipset kelas menengah tersebut.

Best Profit

Trump masih mendominasi, Wall Street rekor lagi

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) shortly after the opening bell in New York, U.S., January 31, 2017. REUTERS/Lucas Jackson

 

PT Bestprofit | Trump masih mendominasi, Wall Street rekor lagi

 

PT Bestprofit – NEW YORK. Lagi-lagi, pasar saham AS ditutup di level tertingginya di sepanjang sejaah pada Rabu. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,52% menjadi 20.611,86. Saham Procter & Gamble menjadi saham dengan kenaikan tertinggi. Sedangkan saham Merck menduduki posisi top loser.

Adapun indeks S&P 500 ditutup naik 0,5% menjadi 2.349,25. Sektor kesehatan memimpin kenaikan di antara tujuh sektor lainnya. Sedangkan sektor utiliti menjadi sektor dengan penurunan terdalam. Indeks Nasdaq naik 0,64% menjadi 5.819,44. Jumlah saham yang naik selangkah lebih banyak dibanding jumlah saham yang turun di New York Stock Exchange.

Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 844 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,8 miliar saat penutupan. Pasar saham AS mendaki untuk lima hari beruntun seiring adanya pertaruhan trader mengenai agenda presiden Donald Trump yang pro pertumbuhan. Market bereaksi positif saat kita semakin mendekati pengumuman kebijakan. Selama kita tetap fokus mengenai hal itu, market akan bergerak lebih tinggi,” jelas Art Hogan, chief market strategist Wunderlich Securities.

Sekadar informasi, Trump masih terus menjalankan rapat dengan sejumlah pihak. Rabu kemarin, sang presiden menggelar rapat dengan CEO ritel.Dari berita ekonomi, indeks harga konsumen AS naik melampaui ekspektasi market ke posisi 0,6% pada Januari lalu. Ini merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak Februari 2013.

Dalam periode 12 bulan yang berakhir Januari, tingkat inflasi naik 2,5% dan menjadi kenaikan inflasi tahunan terbesar sejak Maret 2012. Setelah dirilisnya data inflasi, Goldman Sachs dan ekonom JPMorgan menaikkan ekspektasi suku bunga acuan pada Maret atau Mei.

PT Bestprofit

1 2 3 4 5 7