March 2017 archive

Mayoritas Bursa Asia terdorong keputusan The Fed

A visitor takes a photograph of a board displaying stock prices at the Australian Securities Exchange (ASX) in Sydney, Australia March 6, 2017. REUTERS/Steven Saphore

 

Bestprofit | Mayoritas Bursa Asia terdorong keputusan The Fed

 

Bestprofit – JAKARTA. Bursa Asia bergerak bervariasi pagi ini setelah bank sentral AS Federal Reserve menaikkan bunga 25 basis poin kemarin. Langkah The Fed disambut pelemahan dollar AS dan penguatan harga surat utang. Data Bloomberg menunjukkan, Indeks Topix dan Nikkei 225 di Jepang melemah 0,17% dan 0,2% pada pukul 8:22 WIB, disebabkan penguatan yen.

Mayoritas bursa Asia lainnya menguat. Indeks Hang Seng di Hong Kong bertambah 1,3% sementaran Indeks Shanghai di China menguat tipis 0,08%. Indeks Kospi di Korea Selatan melaju 0,75% seiring dengan meredanya tekanan politik di Seoul. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di Australia bertambah 0,29%.

Pasar akan menimbang dampak kenaikan bunga The Fed. Hari ini, Bank sentral Jepang (BOJ) dan Bank Indonesia akan mengumumkan keputusan moneter, yang ditengarai akan menjadi faktor penggerak bursa dari dalam negeri.

Indeks Kospi di Korea Selatan melaju 0,75% seiring dengan meredanya tekanan politik di Seoul. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di Australia bertambah 0,29%. Bursa Asia bergerak bervariasi pagi ini setelah bank sentral AS Federal Reserve menaikkan bunga 25 basis poin kemarin. Langkah The Fed disambut pelemahan dollar AS dan penguatan harga surat utang

Gubernur The Fed Janet Yellen kemarin mengumumkan kenaikan bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%-1%. Langkah The Fed mendorong bursa Amerika Serikat melompat pada perdagangan kemarin. Indeks Topix dan Nikkei 225 di Jepang melemah 0,17% dan 0,2% pada pukul 8:22 WIB, disebabkan penguatan yen.

Pasar akan menimbang dampak kenaikan bunga The Fed. Hari ini, Bank sentral Jepang (BOJ) dan Bank Indonesia akan mengumumkan keputusan moneter, yang ditengarai akan menjadi faktor penggerak bursa dari dalam negeri.

Bestprofit

Euro diuntungkan wacana naiknya suku bunga ECB

FILE PHOTO: A photo illustration shows Euro banknotes, January 26, 2015. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

 

Best Profit | Euro diuntungkan wacana naiknya suku bunga ECB

 

Best Profit – JAKARTA. Rencana pembahasan kenaikan suku bunga European Central Bank (ECB) rupanya berhasil membuat euro berhasil menguat. Euro terlihat mengungguli yen. Mengutip Bloomberg, Selasa pukul 20.15 WIB pasangan EUR/JPY menguat tipis 0,22% ke level 122,12 dari hari sebelumnya.

Agus Chandra, analis PT Monex Investindo Futures pun melihat penguatan pasangan EUR/JPY dipengaruhi oleh pernyataan ECB. Hanya saja menjelang sore, penguatan pasangan ini mulai terbatas. Menurutnya pernyataan beberapa petinggi ECB yang membantah rencana pembahasan kenaikan suku bunga sebelum program stimulus berakhir cenderung melemahkan posisi euro.

Sementara untuk yen posisinya sendiri sebenarnya cukup stabil karena belum banyak faktor yang mempengaruhi,” paparnya kepada KONTAN, Selasa. Tanpa sajian data ekonomi dari Jepang, Agus melihat penguatan yen terjadi karena meningkatnya pamor sebagai save haven. Persetujuan RUU Brexit oleh Parlemen Inggris kembali memperkuat kekhawatiran proses Brexit.

Rencananya akhir bulan ini pemerintah Inggris akan memulai proses artikel 50. Namun untuk Rabu ia melihat adanya peluang pergerakan pasangan EUR/JPY akan berbalik arah. Euro dianggap masih dibayangi sentimen negatif dari kondisi geopolitik menjelang pemilu di Belanda dan Prancis.

Tanpa sajian data ekonomi dari Jepang, Agus melihat penguatan yen terjadi karena meningkatnya pamor sebagai save haven. Menurutnya pernyataan beberapa petinggi ECB yang membantah rencana pembahasan kenaikan suku bunga sebelum program stimulus berakhir cenderung melemahkan posisi euro.

Best Profit

Harga emas berkilau berkat Pemilu Eropa

An employee shows gold granules at the Prioksky Non-Ferrous Metals Plant in Kasimov, Russia February 14, 2017. Picture taken February 14, 2017. REUTERS/Sergei Karpukhin

 

PT Bestprofit | Harga emas berkilau berkat Pemilu Eropa

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi dan politik di kawasan Eropa berhasil melambungkan kembali harga emas. Senin per pukul 18.00 WIB, harga emas kontrak April di Commodity Exchange naik 0,49% jadi US$ 1.207,30 per ons troi. Namun, dalam sepekan terakhir harganya masih terkoreksi 0,97%.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar menjelaskan, banyaknya agenda rapat beberapa bank sentral dunia membuat pelaku pasar khawatir. Alhasil, pelaku pasar memilih masuk ke aset safe haven seperti emas.

Pelaku pasar juga waswas melihat perkembangan pemilu di Belanda, yang bakal berlangsung pada Rabu ini. Pasar khawatir, Geert Wilders, calon perdana menteri dari Partai Kebebasan (PVV), yang dikenal anti imigran dan anti Uni Eropa, bakal memenangkan pemilu.

Kondisi politik di Eropa membuat pelaksanaan rapat FOMC pekan ini tidak terlalu mempengaruhi harga emas. Apalagi, pelaku pasar sudah mengantisipasi terkereknya Fed Rate sejak pekan lalu. “Sementara, kondisi geopolitik di Eropa ini sulit diantisipasi,” terang Deddy.

Tapi analis Global Kapital Investama Berjangka Alwi Assegaf menyatakan, rebound harga emas di awal pekan ini hanya bersifat sementara. Kilau emas akan kembali pudar saat The Fed menaikkan suku bunganya.

Ekspektasi kenaikan suku bunga AS turut mendorong yield obligasi AS naik ke level 2,618% atau tertinggi sejak pertengahan Desember 2016. “Dengan lebih tingginya yield obligasi terhadap inflasi, maka emas semakin tak menarik. Sebab, emas merupakan aset yang digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi,” papar Alwi.

Meski ada potensi harga emas akan tertekan pasca kenaikan Fed funds rate, harga emas masih bisa menguat dalam jangka panjang. Apalagi harga emas sudah jatuh ke level terendah dalam enam minggu saat optimisme kenaikan Fed funds rate merebak. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencemaskan pemilu Prancis dan Jerman. Beberapa kandidat mengusung tema kontroversial, serupa dengan Presiden AS Donald Trump.

Ketidakstabilan politik tak hanya terjadi di kawasan Eropa. Dari Asia, pelengseran Park Geun-hye dari kursi kepresidenan di Korea Selatan mendulang kekhawatiran. Selain itu, sentimen positif datang dari semakin dekatnya realisasi Brexit. Hal ini membuat emas punya amunisi untuk menguat.

Alwi memperkirakan emas baru menguat saat memasuki kuartal II-2017 dengan kisaran harga US$ 1.175-US$ 1.265 per ons troi. Secara teknikal Deddy melihat sekarang ini emas masih bergulir dibawah garis moving average (MA) 50, MA 100 dan MA 200, yang mengindikasikan potensi pelemahan. Begitu juga dengan indikator relative strength index (RSI) juga cenderung bergerak turun ke level 41.

Indikator moving average convergence divergence (MACD) pun telah berada di area negatif, sementara stochastic sudah berada di level 23. Semua indikator masih menunjukkan terjadinya pelemahan harga. Hari ini Deddy memprediksi harga emas berpeluang melemah dan bergerak di rentang US$ 1.212,10-US$ 1.203,54 per ons troi. Sedangkan Alwi memprediksi pergerakan emas sepekan ke depan akan berkisar di antara US$ 1.180-US$ 1.218 per ons troi.

PT Bestprofit

1 2 3 4 5 6 7