April 2017 archive

Perhatian bursa AS terbagi jelang musim lapkeu

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in the Manhattan borough of New York, New York, U.S., April 4, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

 

Best Profit | Perhatian bursa AS terbagi jelang musim lapkeu

 

Best Profit – NEW YORK. Investor bersiap dengan musim laporan keuangan korporasi di Amerika Serikat. Namun, perhatian investor terbagi pada konflik geopolitik yang makin memanas. Bursa AS bergerak fluktuatif dan ditutup dengan pelemahan, lantaran investor memilih menarik aset dari bursa untuk ditempatkan di instrumen investasi yang lebih aman atau safe haven.

Dow Jones Industrial Average ditutup dengan penurunan 6,72 poin atau 0,03 % menjadi 20.651,3. Indeks S&P 500 kehilangan 3,38 poin atau 0,14% menjadi 2.353,78. Sedangkan Nasdaq Composite jatuh 14,15 poin atau 0,24% menjadi 5,866.77. Kekhawatiran pasar ini terkait hubungan AS, Suriah, Rusia, dan Korea Selatan.

Kemarin Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengirim pesan ke Moskow, mencela sikap Rusia yang mendukung pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah. Sementara itu, media Korea Utara menyebutkan, menyiapkan serangan nuklir pada AS jika angkatan laut AS tidak pindah dari kawasan barat Pasifik.

Bursa AS yang bakal libur pada Jumat merayakan Jumat Agung ini juga tidak terkesan dengan pertemuan Trump dengan pengusaha besar kemarin. Trump menjanjikan pemangkasan regulasi dan menegaskan niatnya mengganti sistem pengawasan perbankan Dodd-Frank Wall Street dengan “yang lainnya”.

Risiko geopolitik merupakan poin vokal saaat ini. Tapi musim laporan keuangan sedang berlangsung dan ini juga akan menjadi hal penting,” kata Quincy Krosby, Market Strategist Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Pasar menunggu laporan keuangan kuartal I-2017 korporasi untuk menyesuaikan kembali valuasi saham. Analis berkekspektasi, perusahaan S&P 500 akan mencatat kenaikan laba di atas 10% di periode Januari-Maret lalu.

Sementara itu, media Korea Utara menyebutkan, menyiapkan serangan nuklir pada AS jika angkatan laut AS tidak pindah dari kawasan barat Pasifik.Trump menjanjikan pemangkasan regulasi dan menegaskan niatnya mengganti sistem pengawasan perbankan Dodd-Frank Wall Street dengan yang lainnya.

Best Profit

Yellen, Kami akan injak gas, tapi tak dalam

Federal Reserve Chair Janet Yellen speaks during a news conference after a two day Federal Open Market Committee (FOMC) meeting in Washington, U.S., March 15, 2017. REUTERS/Yuri Gripas

 

PT Bestprofit | Yellen, Kami akan injak gas, tapi tak dalam

 

PT Bestprofit – MICHIGAN. Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve memasuki babak baru arah kebijakannya. Chairman Federal Reserve Janet Yellen mengatakan, kini menggeser fokus kebijakan untuk menjaga pertumbuhan, dibanding sebelumnya pemulihan pascakrisis.

Saya rasa, kita memiliki ekonomi yang sehat,” kata Yellen di University of Michigan, Ford School of Public Policy di Ann Arbor, Senin waktu setempat.  Menurut dia, tingkat pengangguran yang di level 4,5% tinggal sedikit lagi menuju level full employment versi The Fed. Sedangkan inflasi juga sangat dekat dengan target 2% The Fed.

Sebelumnya, kita harus menginjak gas dalam untuk mendorong perekonomian. Sekarang, kita tetap injak gas tapi tak terlalu dalam ketika mendorong percepatan,” kata Yellen. Untuk mencapai target tersebut, The Fed sudah menaikkan bunga dua kali di tahun ini.

The Fed juga mulai melakukan pengetatan dengan mengurangi pembelian obligasi US$ 4,5 triliun per tahun, yang telah menjadi penopang likuditas selama masa krisis dan pemulihan. Yellen mengatakan, penting untuk menghindari langkah menahan bunga berlarut-larut ataupun menaikkan bunga terlalu cepat.

Posisi kebijakan kami saat ini lebih bisa dibilang netral. Kami ingin berada di depan, dan tidak ingin tertinggal sehingga nantinya harus menaikkan bunga terlalu cepat yang bisa berakibat pada resesi,” katanya.

PT Bestprofit

Data Inggris bikin Poundsterling melemah

Britain Horse Racing - Cheltenham Festival - Cheltenham Racecourse - 16/3/17 Racegoers and bookmakers exchange money during the Cheltenham Festival Action Images via Reuters / Andrew Boyers Livepic EDITORIAL USE ONLY.

 

Bestprofit | Data Inggris bikin Poundsterling melemah

 

Bestprofit – JAKARTA. Poundsterling tertekan oleh penguatan dollar AS setelah rilis data Inggris mengecewakan. Mengutip Bloomberg, Jumat pairing GBP/USD tergerus 0,79% ke level 1,2371 dibanding sehari sebelumnya. Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, rilis data ekonomi Ingrgis di bawah ekspektasi sehingga menyeret GBP/USD.

Produksi manufaktur Inggris bulan Maret di level minus 0,1% lebih buruk dibanding proyeksi 0,3% meski membaik dari angka bulan sebelumnya di minus 1%. Sementara defisit neraca perdagangan bulan Februari melebar ke angka £ 12,5 miliar dari defisit bulan sebelumnya di £ 12 miliar. “Mayoritas data ekonomi Inggris yang dirilis pekan lalu memang cenderung negatif sehingga melemahkan GBP/USD,” paparnya.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis akhir pekan lalu terlihat beragam. Data tenaga kerja yakni Non Farm Payroll (NFP) bulan Maret hanya bertambah 98.000, lebih kecil dari prediksi sebesar 174.000 serta turun dibanding bulan sebelumnya 219.000. Meski demikian, tingkat pengangguran turun ke level 4,5% dari sebelumnya serta proyeksi sebesar 4,7%.

Lalu tingkat rata-rata upah per jam di sesuai proyeksi di level 0,2% meski turun dari bulan sebelumnya 0,3%. Dengan dukungan data beragam, the greenback masih mampu mengungguli GBP. Namun, data NFP AS yang tergolong mengecewakan menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah gagal mengangkat sektor tenaga kerja. Hal ini membawa peluang GBP/USD kembali menguat dalam jangka pendek.

Bestprofit

1 2 3 4 5