April 2017 archive

Bursa AS memerah di hari pertama April

A trader works on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, United States March 29, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

 

Best Profit | Bursa AS memerah di hari pertama April

 

Best Profit – NEW YORK. Pasar saham Wall Street memerah pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), hari pertama perdagangan bulan April dan kuartal kedua, karena investor mempertimbangkan sejumlah laporan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 13,01 poin atau 0,06 % menjadi ditutup pada 20.650,21 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 3,88 poin atau 0,16 % menjadi berakhir di 2.358,84 poin dan indeks komposit Nasdaq berkurang 17,06 poin atau 0,29 % menjadi 5.894,68 poin.

Indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer (PMI), tercatat 57,2 pada Maret, di atas perkiraan pasar 57, tetapi menurun sebesar 0,5 persentase poin dari angka bulan sebelumnya 57,7, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam laporannya pada Senin.

Survei kuat lainnya dari manufaktur AS, menunjukkan mereka memiliki kuartal pertama lebih baik dari kuartal keempat tahun lalu” kata Jay Morelock, seorang ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Sementara itu, belanja konstruksi AS selama Februari datang pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1.192,8 miliar dollar AS, 0,8 % di atas perkiraan Januari yang direvisi, Departemen Perdagangan mengumumkan pada Senin.

Perdagangan juga akan terus memantau risalah dari Federal Reserve AS dan laporan penggajian atai “payroll” non pertanian Maret pada akhir pekan ini. Ketiga indeks membukukan keuntungan yang mantap pada kuartal pertama, dengan S&P 500 ditutup menguat 5,5 %.

Namun, tidak pasti apakah reli tersebut akan berkelanjutan dalam beberapa bulan mendatang. Para analis mengatakan tampaknya ada peningkatan kekhawatiran bahwa reformasi pajak, belanja infrastruktur dan deregulasi Trump bisa membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk disetujui parlemen AS.

Best Profit

IHSG menanti data inflasi BPS

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Jumat (31/3). Pergerakan IHSG ditutup melemah 0,44 persen atau 24,85 poin ke level 5.568,11, setelah dibuka turun tipis 0,06 persen atau 3,43 poin pada 5.589,52. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/17

 

PT Bestprofit | IHSG menanti data inflasi BPS

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,44% pada Jumat ke level 5.568,1. Pergerakan IHSG di pekan kemarin menguat tipis 0,02% atau masih lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang naik 0,48%.  Laju IHSG kembali berhasil melampaui high level sebelumnya di 5581,18 dengan berada di 5606,02 namun, mulai berkurang penguatannya seiring mulai adanya aksi jual maupun ambil untung.

Pekan ini, indeks akan kembali menghadapi sejumlah sentimen. Positifnya laporan keuangan emiten serta cukup suksesnya program tax amnesty menjadi momentum bagi investor untuk merealisasikan keutungan mengingat penguatan sebelumnya sudah cukup signifikan. Robertus Yanuar Hardi, Analis Reliance Securities memprediksi, IHSG bergerak mix cenderung turun untuk menguji level support terdekatnya pada 5.450. Namun, apabila bisa bertahan di atas 5.500, maka peluang untuk melanjutkan penguatan akan tetap terjaga guna mengincar resistensi selanjutnya pada 5.600-5.700.

Dia masih melihat adanya sentimen positif seperti keuangan emiten pada 2016, dan cukup baiknya pencapaian program tax amanesty yang belum lama berakhir. “Apabila inflasi Maret masih sesuai estimasi dan terkendali di bawah bulan sebelumnya. maka hal ini juga dapat menambah sentimen positif bagi pergerakan pasar,” katanya dalam riset yang diterima KONTAN. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi bulanan dan tahunan.

Sementara itu, Bima Setiaji, Analis NH Korindo Sekuritas menyatakan pekan ini, investor akan melihat rilis data inflasi global maupun domestik. Dia memperkirakan data inflasi Indonesia akan meningkat menyentuh 4,1%, lebih tinggi dari Februari 2017 sebesar 3.83%. Tren kenaikan inflasi ini tentu akan memperkecil peluang penurunan BI Repo Rate yang saat ini sebesar 4,75%,” terang kepada KONTAN.

Reza Priyambada Analis Binaartha Parama Sekuritas mengatakan,  IHSG akan mempertahankan kenaikannya, namun akan ada persiapan untuk menghadapi kondisi yang buruk. Antara lain, seperti seperti progres kebijakan Donald Trump setelah gagalnya penerimaan proposal kesehatan oleh anggota kongres. Beberapa saham pilihan menurut Reza, diantaranya seperti AISA, INAF, INCO, BNGA, dan BJTM.

Reza memprediksi IHSG pada pekan ini bergerak direntang level support pada 5.550 – 5.570 dan resistance pada 5.615 – 5.627. “Pada pekan ini, akan ada berbagai sentimen terutama dari ekonomi global dan lokal,” terang Reza dalam riset yang diterima KONTAN, Minggu.

PT Bestprofit

1 3 4 5