May 2017 archive

Wall St berakhir flat menunggu data Apple

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 18, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

 

PT Bestprofit | Wall St berakhir flat menunggu data Apple

 

PT Bestprofit – JAKARTA. Bursa Amerika Serikat begerak bermodalkan penantian sepanjang perdagangan Selasa waktu setempat. Wall Street alhasil ditutup flat cenderung menguat. Ada tiga event yang ditunggu pasar pekan ini yaitu pertemuan The Fed yang dimulai hari ini, angka ketenagakerjaan Jumat nanti, dan kinerja perusahaan besar.

Salah satunya Apple yang baru mengumumkan kinerja setelah perdagangan usai. Sehingga tidak kaget melihat sesi perdagangan tanpa inspirasi,” kata Eric Wiegand, Senior Portofolio Manager Private Client Reserve di US Bank, dikutip CNBC. Indeks Nasdaq yang memperdagangkan saham-saham teknologi sempat menyentuh rekor 6.102,72 pada perdagangan intrahari.

Saham Apple juga menguat menyentuh rekor. Namun, Nasdaq ditutup dengan rekor 6.095,37 di akhir perdagangan, setelah menguat 3,76 poin atau 0,06%. Apple yang ternyata kinerja penjualannya meleset dari perkiraan analis, sahamnya baru merosot 1,2% setelah bel akhir perdagangan. Penjualan iPhone 50,76 juta unit di fiskal kuartal II yang berakhir 1 April lalu, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu 51,19 juta unit.

Angka itu juga meleset dari perkiraan pasar yaitu penjualan 52,27 juta unit. Dow Jones Industrial Average menguat 36,43 poin atau 0,17% menjadi 20.949,89. Indeks S&P 500 bertambah 2,84 poin atau 0,12% menjadi 2.391,17. Saham teknologi, industri, dan kesehatan menjaga penguatan s&P 500.

Pasar juga kemarin memperhatikan perkembangan bank sentral Federal Reserve yang memulai pertemuan dua-harinya pada Selasa. Pelaku pasar memperkirakan, The Fed tidak mengubah suku bunga bulan ini. Tapi, ada 65,2% kesempatan memperkirakan The Fed mengerek 25 basis poin bunga pada Juni, menurut data Thomson Reuters. Dollar AS melanjutkan penguatan dan menyentuh posisi terkuat enam-pekan terhadap yen yaitu 112,30.

PT Bestprofit

Harga minyak terpeleset data PMI China

FILE PHOTO - A pump jack operates at a well site leased by Devon Energy Production Company near Guthrie, Oklahoma September 15, 2015. REUTERS/Nick Oxford/File Photo

 

Bestprofit | Harga minyak terpeleset data PMI China

 

Bestprofit – LONDON Harga minyak mentah dunia merosot ke bawah US$ 52 per barel pada Senin. Harga tertekan karena berlimpahnya pasokan yang tak kunjung menipis, seiring dengan kekhawatiran pasar mengenai ekonomi China. Harga acuan minyak Brent untuk pengiriman Juli merosot 33 sen menjadi US$ 51,72 per barel.

Sedangkan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni merosot 27 sen menjadi US4 49,06 per barel. Perusahaan drilling minyak raksasa Baker Hughes pada Jumat menyebutkan menambah sembilan rig dalam waktu satu minggu hingga 28 April lalu, yang menunjukkan AS tetap akan menggenjot produksi minyak mentah.

Harga minyak mentah juga turun terseret kekhawatiran pasar akan pelambatan manufaktur China, negara konsumen minyak terbesar dunia. Minggu, pemerintah setempat mengumumkan indeks manufaktur Purchiasing Managers’ Index (PMI) China bulan April turun ke level terendah enam bulan terakhir menjadi 51,2. Padahal, pada Maret di posisi 51,8.

Indeks PMI di atas 50 menunjukkan manufaktur negara tersebut berekspansi, sedangkan di bawah batas tersebut menunjukkan pabrik-pabrik mengalami kontraksi atau pengurangan.  Kekhawatiran pasar mengenai pasokan berlimpah dan China menutup sentimen positif dari negara OPEC yang berupaya menekan harga minyak dengan mengurangi produksi sebesar 1,8 juta barel per hari hingga Juni mendatang untuk mengerek harga.

Negara OPEC dan produsen minyak lainnya akan bertemu pada 25 Mei mendatang untuk membicarakan peluang perpanjangan masa pemangkasan produksi tersebut. Menteri Minyak Iran pada Sabtu mengatakan, OPEC dan negara penghasil minyak lainnya memberi sinyal positif untuk memperpanjang masa pemangkasan minyak.

Bestprofit

1 3 4 5