June 2017 archive

Bank Dunia apresiasi kebijakan energi Indonesia

JAKARTA,21/12-PRODUKSI PERTAMINA TEMBUS TARGET. Petugas mengisikan bahan bakar minyak kepada pengendara di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Rabu (21/12). produksi minyak dan gas bumi PT Pertamina (Persero) hingga kuartal III/2016 mencapai 670.000 barel setara minyak per hari naik 1,36% dari target hingga akhir tahun ini 661.000 boepd. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, selama periode JanuariÑSeptember 2016, produksi minyak perseroan 322.840 barel per hari (bph) naik 16,6% di bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 276.770 bph. KONTAN/Fransiskus Simbolon/21/12/2016

 

Bestprofit | Bank Dunia apresiasi kebijakan energi Indonesia

 

Bestprofit – JAKARTA. Bank Dunia mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia yang telah melakukan pengalihan subsidi listrik dan tidak menaikkan harga BBM di tengah kondisi minyak dunia yang belum stabil. Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan, kebijakan tersebut tepat dilakukan oleh pemerintah meskipun ketidakpastian harga energi terutama minyak dunia telah membuat harga eceran BBM saat ini di bawah harga ekonomi riil sehingga pemerintah perlu menanggung beban.

Chaves melihat bahwa telah terjadi penurunan harga minyak dunia baru-baru ini di bawah US$ 43 dolar per barel sehingga bisa mengurangi beban pemerintah. Namun demikian, ia tak memungkiri bahwa harga minyak dunia masih diliputi ketidakpastian. Telah terjadi penurunan harga minyak dunia baru-baru ini. Pada saat yang sama, kami melihat bahwa 19 juta pengguna dari PLN akan dicabut subsidi listriknya.

Dari situ kami melihat tren yang sangat positif untuk Indonesia dengan diiringi kualitas belanja yang membaik,” kata Chaves saat menghadiri acara Open House Idulfitri di rumah dinas Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jakarta. Soal keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga BBM dan dampaknya terhadap anggaran negara, Chaves melihat bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini telah meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

Menurut dia, kerangka fiskal Indonesia telah jauh lebih solid sehingga dirinya memproyeksi negara akan mencatatkan pendapatan yang lebih baik. Seperti yang dikatakan oleh Menteri Keuangan dan banyak pengamat lainnya, defisit anggaran akan tetap di bawah 3%, kemungkinan antara 2,5% sampai 2,6% dari PDB tahun ini. Jadi, fiskal tertata dengan baik dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Bestprofit

Bursa Asia pagi ini bergerak beragam

FILE PHOTO : People are seen behind an electronic board showing stock prices after the New Year opening ceremony at the Tokyo Stock Exchange (TSE), held to wish for the success of Japan's stock market, in Tokyo, Japan, January 4, 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo

 

Best Profit | Bursa Asia pagi ini bergerak beragam

 

Best Profit – SINGAPURA. Bursa Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Senin pagi. Investor tengah mencerna data positif dari bank sentral Jepang, dan menunggu hasil gambaran manufaktur China dari Caixin/Markit. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,24% di awal perdagangan, begitu juga Indeks Kospi di Korea Selatan yang menguat 0,11%. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di Australia flat.

Mayoritas bursa ditutup menguat pada Jumat malam, dengan Dow Jones Industrial Average bertambang 0,29%. Bursa AS akan tutup lebih awal pada Senin untuk merayakan hari kemerdekaan. Pagi ini, bank sentral Jepang (BOJ) meirlis survei Tankan yang menunjukkan kepercayaan bisnis di Jepang mengalami peningkatan. Indeks manufaktur besar memberi skor +17, dibanding perkiraan sebelumnya +15.

Sementara itu, investor juga menunggu data Purchasing Managers’Index (PMI) dari Chaixin/Markit pagi ini, untuk mendapat gambaran ekspansi manufaktur di China. Akhir pekan lalu, pemerintah China merilis, PMI Juni mengalami ekspansi dengan level 51,7, lebih tinggi ketimbang perkiraan pasar di 51,0.

Ini mendandai ekspansi manufaktur China lebih cepat ketimbang perkiraan sebelumnya. Dari sisi kurs, indeks dollar AS pagi ini yang menunjukkan kekuatan The Greenback terhadap mata uang utama dunia, diperdagangkan lebih tinggi sedikit, yaitu 95,65 pada pukul 8:00 pagi waktu Singapura, berbanding 95,63 pada akhir pekan lalu.

Best Profit

Komoditas energi tak bergigi

Tambang Batubara PT. Toba Bara Sejahtera Tbk di Kec. Sanga sanga,Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur . Kontan/ Febrina Ratna Iskana / 18/11/2014

PT Bestprofit | Komoditas energi tak bergigi

PT Bestprofit – JAKARTA. Pada semester I-2017, harga komoditas energi cenderung merosot. Ancaman banjir pasokan serta rendahnya permintaan mengintai komoditas ini sepanjang paruh pertama tahun ini. Tengok saja harga minyak. Harga emas hitam ini cenderung merosot. Di akhir bulan lalu, harga minyak WTI kontrak pengiriman Agustus 2017 di New York Mercantile Exchange memang menguat 2,47% ke US$ 46,04 per barel.

Namun sejak akhir tahun lalu, minyak anjlok 19,08%. Keperkasaan batubara juga mulai tergerus. Harga batubara kontrak pengiriman Agustus 2017 di ICE Futures Exchange melorot 0,39% jadi US$ 76,90 per ton Jumat lalu. Sejak akhir tahun 2016 harga sudah menukik 1,03%.

Serupa dengan dua komoditas tadi, harga gas alam pun turut melempem. Harga gas alam kontrak pengiriman Agustus 2017 di New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu melemah 0,23% ke level US$ 3,04 per mmbtu dan terkoreksi sekitar 15,1% di semester I-2017.

Fluktuasi harga komoditas energi diprediksi terus terjadi hingga akhir tahun. Berikut ulasan prospek komoditas energi hingga akhir 2017. Faktor utama yang menggerus harga minyak adalah kelebihan pasokan alias oversupply. Padahal produsen minyak anggota OPEC ditambah Rusia sudah bersepakat mengurangi produksi tahun ini.

Kebijakan ini sempat mendorong harga minyak naik ke level tertinggi sejak Juli 2015, yakni di US$ 57,4 per barel pada 6 Januari. Tetapi kenaikan harga sulit berlanjut karena Amerika Serikat (AS) meningkatkan produksi minyaknya.

Mei lalu, OPEC kembali memperpanjang pemangkasan produksi hingga 2018. Tetapi langkah ini gagal mengangkat harga. “Pasar berharap OPEC juga memperbesar kuota pemangkasan,” lanjut Putu Agus Pransuamitra, Research & Analyst Monex Investindo Futures, kemarin. Kekecewaan pasar pada OPEC menyeret minyak ke level harga terendah sejak Maret 2016, yakni di US$ 42,53 per barel, pada 21 Juni lalu.

Perkembangan kebijakan OPEC akan menjadi faktor utama penggerak harga minyak hingga akhir tahun. Di sisi lain, pasar juga akan mencermati laporan pasokan minyak mingguan AS dari Energy Information Administration (EIA). “Kisaran harga minyak hingga akhir tahun akan antara US$ 45-US$ 50 per barel,” kata Putu menganalisa.

PT Bestprofit

1 2 3 7