November 2017 archive

Mata uang poundsterling masih berotot

British five pound banknotes are seen in this picture illustration taken November 14, 2017. REUTERS/Benoit Tessier/Illustration

PT Best Profit Futures Pekanbaru Walau minim sentimen, poundsterling berhasil unggul di hadapan mata uang utama dunia, meski tipis. Kemarin, per pukul 18.30 WIB, pasangan GBP/USD naik tipis 0,01% ke level 1,3237. EUR/GBP pun terkikis 0,05% menjadi 0,8860. Hanya pairing GBP/JPY yang menukik 0,08% ke posisi 148,95.

Keperkasaan poundsterling muncul setelah Confederation of British Industry (CBI) merilis indeks ekspektasi pemesanan industri Inggris di November 2017 melesat. Jika di bulan sebelumnya indeks berada di level minus 2, kini melonjak ke level 17. Best Profit Pekanbaru

Meski begitu, data ini tak mampu membawa poundsterling menguat tajam. Pasalnya, pinjaman perusahaan dan instansi publik turun. Sejak awal tahun fiskal 2017, yang dimulai April lalu, hingga Oktober lalu, pinjaman sektor publik turun 4,1 miliar menjadi 38,5 miliar dibandingkan setahun sebelumnya.

Tapi, posisi dollar Amerika Serikat (AS) pun tak lebih baik. Dollar AS masih terbebani kepastian realisasi reformasi pajak. Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menyebut, meski RUU pajak sudah mendapat restu Parlemen AS, tapi proses di Senat berlangsung alot. Pasar memprediksi kebijakan ini baru bisa diterapkan di 2019. PT Bestprofit Pekanbaru

Pada hari ini, pergerakan pasangan kurs GBP/USD akan dipengaruhi laporan inflasi yang disampaikan Bank of England (BoE). “Ada kemungkinan GBP koreksi,” kata Putu, kemarin. Sedang keunggulan poundsterling atas euro sudah terlihat sejak awal pekan. EUR dibayangi sentimen negatif dari keadaan politik Jerman, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel gagal membentuk koalisi.

Sentimen negatif bertambah lantaran European Central Bank (ECB) memperpanjang program pembelian obligasi. Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwi Assegaf memprediksi, pairing EUR/GBP tetap melemah hari ini. Bpf Pekanbaru

Sedang poundsterling melemah atas yen karena aksi ambil untung setelah GBP mencapai level tertingginya. Selain itu, GBP juga tertekan ketidakpastian proses Brexit. Analis SoeGee Futures Nizar Hilmy menilai, tren JPY atas GBP masih positif. Tapi yen berpotensi tertekan hasil aktivitas industri yang turun 0,5% di September.

Aturan Baru Taksi Online Kembali Digugat, Organda Buka Suara

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT FUTURES – Organisasi Angkutan Darat ( Organda) menilai adanya gugatan terhadap aturan terbaru yang mengatur taksi online di Mahkamah Agung ( MA)

karena ada beberapa pihak yang aspirasinya tidak terakomodasi dalam perumusan peraturan taksi online tersebut. PT BESTPROFIT

Saat ini, aturan tentang taksi online tercantum dalam Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum

Tidak Dalam Trayek (PM 108). Aturan ini menggantikan PM 26 yang beberapa waktu lalu dibatalkan MA. BESTPROFIT (more…)

Obligasi dinilai lebih menarik bagi emiten

emitmenPT Best Profit Futures Pekanbaru Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang melandai di tahun ini membuat beberapa emiten tertarik memburu pendanaan yang lebih murah. Di antaranya dengan mengajukan pinjaman bank maupun obligasi. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) misalnya. Kedua emiten ini mencari kredit bank untuk membayar kembali utangnya.

VIVA baru saja menandatangani senior facility agreement dan junior facility agreement senilai US$ 251,97 juta. Kedua fasilitas kredit ini memiliki bunga rata-rata sebesar 12% per tahun. SSIA juga berniat melunasi utang obligasi sebesar Rp 550 miliar dengan pinjaman baru dari perbankan. Best Profit Pekanbaru

Suku bunga acuan 7-day reverse repo rate yang ditahan di 4,25%, diharapkan membuat bunga pinjaman melandai. Analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menilai, emiten dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurangi beban bunga yang harus mereka tanggung. PT Bestprofit Pekanbaru

Emiten bisa membayar utang sebanyak-banyaknya selagi bunga sedang rendah, jadi beban keuangan berkurang,” papar Lucky kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Namun, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido menilai, meski suku bunga acuan sudah diturunkan pada tahun ini, banyak bank yang belum melakukan penyesuaian suku bunga pinjamannya, terutama untuk kredit korporasi.

Karena itulah, pasar obligasi dinilai masih akan lebih diminati. “Saat ini bunga pinjaman bank masih berkisar 11%–12%. Angka ini masih lebih tinggi dari rata-rata kupon obligasi 8%–9%,” terang Kevin. Bestprofit Pekanbaru

Bukan cuma itu, adanya potensi keberhasilan reformasi pajak di Amerika Serikat bisa membuat The Fed menaikkan suku bunga acuannya tahun depan. Akibatnya, ada kemungkinan BI ikut menaikkan suku bunga, sehingga bunga pinjaman bank kembali naik di 2018 mendatang.

Lucky juga menilai, pendanaan obligasi masih lebih menarik daripada pinjaman bank. Pasalnya, perubahan bunga obligasi dipandang lebih stabil dibanding pinjaman bank. Tapi tak bisa dipungkiri, proses penjaringan dana dari kredit bank lebih mudah ketimbang menerbitkan obligasi. Bpf Pekanbaru

1 2 3 4 5 8