January 2018 archive

Ini alasan emiten lebih suka cara lama cari pendanaan

FILE PHOTO: An Indonesia Rupiah note is seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS 16 OCT FOR ALL IMAGES

BEST PROFIT Instrumen pendanaan bagi perusahaan makin beragam. Meski demikian, pilihan pendanaan konvensional tetap tak ditinggalkan. Pinjaman perbankan dan obligasi konvensional sebagai contohnya.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya melihat ada banyak faktor yang mempengaruhi pilihan instrumen pendanaan oleh perusahaan termasuk emiten. “Bisa jadi mereka tidak mau ada share lain, ” ujar William. BESTPROFIT

Kedua, menurut William jalur pendanaan perbankan bisa jadi ditempuh dalam waktu yang lebih singkat. Jika dibandingkan dengan IPO, menurut William jalur perbankan memang terbilang lebih cepat dari segi waktu proses.

Belum lagi, setelah IPO, perusahaan bersangkutan harus menanggung tanggung-jawab berkelanjutan. “Lalu bergantung kebutuhan dana. Keterbatasan juga. Karena setelah IPO juga butuh tambahan divisi, seperti corporate secretary dan lainnya, ” tambah William.

Sepakat, Kepala Riset OSO Sekuritas Riska Afriani juga menilai pendanaan konvensional terkadang lebih praktis bagi perusahaan. Ia memberi contoh penerbitan obligasi sebagai instrumen baru. Perusahaan dalam hal ini harus berurusan dengan rating yang ditetapkan berkala. PT BESTPROFIT

Bagi emiten, kadang ketika rating obligasi turun, maka harga saham juga turun, ” ujar Riska. Namun ia juga tak menampik adanya faktor kebiasaan. Riska menilai emiten sudah mengenal dan lekat dengan instrumen pendanaan konvensional.

Kalau bank kan udah biasa. Jadi ini kemudahan dan literasi. Kebiasaan perusahaan juga,” tutur Riska. Karena itu Riska menilai bahwa literasi ini perlu terus ditingkatkan dengan berbagai sosialisasi dari regulator.

Adapun saat ini, menurut Riska literasi pendanaan baru cukup baik. Riska mencatat, sejak tahun 2011-2017 terus meningkat. Adapun di 2017 lalu, ia memperkirakan pendanaan pasar modal berkisar Rp 1.000 triliun. PT BESTPROFIT FUTURES

Meski dollar AS menguat, rupiah tetap kokoh

FILE PHOTO: An Indonesia Rupiah note is seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

BEST PROFIT Penguatan indeks dollar Amerika Serikat (AS) yang terus belanjut hingga Kamis tak berpengaruh pada pergerakan rupiah. Nyatanya mata uang Garuda masih mampu menunjukkan penguatannya. Kondisi ekonomi domestik yang cukup positif berhasil menghalau penguatan greenback.

Di pasar spot, pada Kamis , valuasi rupiah tercatat menguat 0,09% ke level Rp 13.347 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sedangkan jika mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia, mata uang Garuda justru melemah 0,32% ke level Rp 13.323 per dollar AS dari hari kemarin. BESTPROFIT

Berita ekonomi dari domestik akhir-akhir ini cukup bagus, jadi rupiah cukup diminati,” ujar David Sumual, Ekonom PT Bank Sentral Asia kepada Kontan, Kamis. Menurutnya, beberapa sentimen positif tersebut datang dari posisi utang luar negeri swasta Indonesia yang mengalami pertumbuhan di bulan November 2017. Jumlahnya tumbuh 4,2% dibanding periode yang sama tahun lalu dan tumbuh 1,3% dibanding bulan Oktober 2017.

Kemudian lanjut David, keberhasilan lelang Surat Utang Negara (SUN) juga turut menopang penguatan rupiah. Pada Selasa pemerintah berhasil meraup dana sebanyak Rp 25,5 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 72,46 triliun. Sedangkan dari eksternal, rupiah terbantu karena rilis data ekonomi China yang membaik. Sebagai mitra dagang perbaikan kondisi ekonomi Negeri Panda itu juga menopang valuasi mata uang rupiah. PT BESTPROFIT

Biro Statistik China baru saja merilis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2017 yang dicapai stabil pada level 6,8% dan data produksi industri bulan Desember 2017 juta dilaporkan meningkat dari 6,1% ke 6,2%. Sementara itu, di lain pihak, Lukman Leong, Analis PT Valbury Asia Futures cenderung melihat saat ini rupiah tengah berada dalam fase konsolidasi karena beberapa waktu lalu sempat menguat cukup signifikan terhadap dollar AS.

Ia beranggapan penguatan terjadi karena menjelang sore indeks dollar AS mulai menunjukkan sedikit pelemahan.Di awal sesi memang naik tetapi menjelang sore kembali turun, makanya rupiah bisa menguat,” terangnya. Mengutip Bloomberg, pada Kamis pukul 17.00 WIB, indeks dollar tercatat menguat 0,20% ke level 90,720. Pada awal sesi indeks sempat menyentuh posisi 90,973. PT BESTPROFIT FUTURES

Apple akan repatriasi uang dari luar negeri US$ 250 miliar

CEO Apple, Tim Cook memaparkan ponsel pintar terbaru iPhone X saat peluncuran di Cupertino, California, AS (12/9). Telepon genggam yang akan dijual mulai 3 November ini dibanderol dengan harga US$ 999. Pemesanan awal baru dimulai pada 27 Oktober untuk iPhone X. REUTERS/Stephen Lam 

PT BESTPROFIT Kebijakan Presiden AS Donald Trump memangkas pajak korporasi mulai menuai hasil. Berbagai korporasi besar menyiapkan diri memindahkan aset dan investasi ke negeri Paman Sam, salah satunya Apple.

Seperti ditulis CNBC, Kamis (18/1), perusahaan dengan valuasi terbesar dunia ini menjanjikan menyumbang ekonomi AS senilai US$ 350 miliar dalam lima tahun ke depan dan menciptakan 20.000 lapangan pekerjaan baru. BEST PROFIT

Salah satu kontribusinya adalah dengan membayar pajak US$ 38 miliar, memanfaatkan pemangkasan pajak jika melakukan repatriasi. Dengan hitungan pajak baru 15,5%, itu artinya Apple akan menenteng pulang duit sekitar US$ 250 miliar atau sampai Rp 3.335,75 triliun dari luar negeri kembali ke AS.

Selain dengan repatriasi, perusahaan juga akan mengeluarkan anggaran belanja modal atau capital expenditure US$ 30 miliar dalam lima tahun ke depan. Sebesar US$ 10 miliar akan digunakan untuk membangun pusat data AS. BESTPROFIT

Pengumuman Apple kemarin Rabu ini mengindikasikan, perusahaan masih memiliki tumpukan duit di luar negeri. Perusahaan bisa membawa uangnya kembali ke AS lewat buyback, pembagian dividen, atau berbagai uji coba moonshot project yang membutuhkan dana inovasi teknologi besar-besaran.

Kondisi Apple juga meyakinkan pasar bahwa akan tetap menjaga arus perputaran uang sampai US$ 55 miliar di tahun 2018 ini, yang biasanya digelontorkan untuk suplier dan manufaktur lokal.

Bukan hanya Apple, berbagai perusahaan raksasa telah menyatakan niatnya berinvestasi di AS bermodal rencana pemangkasan pajak dan kekhawatiran Trump menjatuhkan tarif lebih besar atas barang-barang impor.

Toyota Motor Corp dan Mazda Motor Corp misalnya mengatakan akan membangun pabrik baru di AS dengan nilai investasi US$ 1,6 miliar dan akan membuka lapangan pekerjaan baru untuk sampai 4.000 orang. PT BESTPROFIT FUTURES

Yang terbaru, Nissan Motor Co juga menyatakan rencananya membuka pabrik baru di AS dalam waktu empat-lima tahun ke depan. CEO Nissan Hiroto Saikawa di Detroit Auto Show mengatakan, biasanya perusahaan mencari base produksi di negara-negara North American Free Trade Agreement (Nafta). “Tapi dalam situasi saat ini, kita lebih cenderung berinvestasi di AS,” katanya.

1 2 3 4 5 6