August 2018 archive

iPhone X mengangkat saham dan kinerja Apple

FILE PHOTO: The Apple logo is pictured inside the newly opened Omotesando Apple store at a shopping district in Tokyo June 26, 2014. REUTERS/Yuya Shino/File Photo

PT BESTPROFIT Saham Apple Inc untuk pertama kalinya menyentuh level US$ 200 per saham dan semakin mendekati valuasi US$ 1 triliun setelah perusahaan ini mengumumkan perkiraan angka penjualan kuartalan. Hal ini turut disokong oleh pendapat para analis yang menyatakan bahwa peluncuran iPhone baru bulan September nanti akan menjadi pondasi bagi pertumbuhan perusahaan.

Mengutip Reuters Rabu, pada awal perdagangan saham Apple meroket 5,7% mencapai US$ 201,32 per saham serta mencatatkan ambang batas atas baru di level US$ 206,49 per saham yang jika ditembus akan membuat perusahaan mencapai valuasi US$ 1 triliun. BEST PROFIT

Apple mengumumkan bahwa perusahaan memperkirakan angka penjualan hingga akhir tahun akan mencapai US$ 60 miliar hingga US$ 62 miliar, lebih tinggi ketimbang perkiraan para analis yang sebesar US$ 59,6 miliar.

Produk andalan Apple, iPhone X terbukti mampu meningkatkan margin pada kuartal terakhir dan menghidupkan optimisme bahwa produk baru yang akan diluncurkan oleh Apple berikutkan memiliki fitur premium dan harga yang lebih tinggi dibandingkan model-model sebelumnya yang akan meningkatkan margin. BESTPROFIT

“Kami pikir pelajaran yang dipetik oleh manajemen Apple dari iPhone X adalah ketika Anda menjual smartphone dengan harga lebih dari US$ 1.000, Anda dapat menjual lebih sedikit unit dan masih mendapatkan keuntungan finansial,” kata analis DA Davidson Tom Forte, dilansir dari Reuters.

Apple menjual 41,3 juta iPhone dalam kuartal terakhir, setengah juta lebih sedikit dari yang diperkirakan. Tetapi harga jual rata-rata iPhone melampaui ekspektasi US$ 30, mencapai US$ 724. Kesuksesan ini membuat analis Morgan Stanley menaikkan estimasi pengiriman iPhone kuartal keempat mereka sebesar 3% menjadi 48,3 juta dan meningkatkan harga jual rata-rata ponsel menjadi US$ 720.

Perkiraan penjualan yang bisa mencapai US$ 62 miliar akan tepat sasaran, mengingat September nanti perusahaan digadang-gadang akan merilis tiga ponsel baru yang akan menaikkan angka penjualan secara signifikan. September ini, perusahaan secara luas diharapkan untuk meluncurkan model iPhone-X layar penuh plus beberapa peningkatan lainnya.

WhatsApp bebankan biaya untuk pengguna komersial

A man poses with a smartphone in front of displayed Whatsapp logo in this illustration September 14, 2017. REUTERS/Dado Ruvic

PT BESTPROFIT Layanan aplikasi messenger milik Facebook Inc., WhatsApp akan mulai mengenakan biaya untuk pengguna komersial untuk mengatasi perlambatan penggunaan dan meningkatkan pendapatan. Hal ini diungkapkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS) hari Rabu.

Mengutip Reuters, Facebook telah mencari cara untuk memonetisasi layanan WhatsApp dalam menghadapi meningkatnya biaya karena menghabiskan banyak uang untuk meningkatkan perlindungan privasi dan mengatasi kekhawatiran tentang kecanduan media sosial. BEST PROFIT

WhatsApp, yang memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna mengatakan, mulai hari Rabu pelanggan korporasi dapat menggunakan layanan WhatsApp Business API untuk mengirimkan pemberitahuan seperti konfirmasi pengiriman, pengingat janji temu dan pengiriman tiket acara. Dalam keterangan resminya, WhatsApp akan mengenakan biaya mulai dari 0,9 sen dollar AS hingga 9 sen dollar AS per pesan berdasarkan negara pengguna.

WhatsApp mengakui bahwa ia mengenakan tarif premium dibandingkan dengan tarif pesan singkat atau SMS. Operator nirkabel biasanya mengenakan biaya bisnis jauh di bawah 1 sen per SMS dan harganya masih mendekati 1 sen ketika memasukkan biaya yang dikumpulkan oleh perantara antara operator dan bisnis. BESTPROFIT

Awal tahun ini WhatsApp telah mengumumkan akan mulai memungkinkan akun bisnis skala kecil untuk berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp Business, yang memiliki lebih dari 3 juta pengguna aktif. Chief Operating Officer (COO) WhatsApp Matt Idema mengatakan pada saat itu bahwa di masa mendatang WhatsApp bermaksud untuk mengenakan biaya kepada pengguna komersial atau korporasi.

Wow, laba Apple akhir Juni capai US$ 165 triliun!

FILE PHOTO: A woman looks at the screen of her mobile phone in front of an Apple logo outside its store in Shanghai, China July 30, 2017. REUTERS/Aly Song/File Photo

PT BESTPROFIT Harga iPhone X yang cukup mahal mendongkrak kinerja Apple pada kuartal III tahun fiskalnya yang berakhir 30 Juni 2018 lalu. Produsen alat telekomunikasi dan laptop asal Cupertino, California ini pun tak ragu mematok pertumbuhan kinerja kuartal IV yang cukup tinggi.

Berdasarkan rilis resminya, Selasa, pendapatan Apple pada kuartal III mencapai US$ 53,3 miliar. Angka ini naik 17% dari periode yang sama tahun lalu (year on year). Pasar internasional menyumbang 60% pendapatan Apple.

Laba bersihnya mencapai US$ 11,5 miliar. Jika dirupiahkan, keuntungan Apple mencapai Rp 165 triliun. Kenaikannya 32% dibanding laba yang dicetak 1 Juli 2017 lalu sebesar US$ 8,7 miliar. Sementara arus kasnya tersedia US$ 14,5 miliar. BEST PROFIT

Kami senang dengan laporan kuartal Juni Apple, dan ini merupakan kuartal keempat kami mencetak pertumbuhan pendapatan dua digit,” kata Tim Cook, CEO Apple. Dia menyebut, penjualan Q3 ditopang oleh kuatnya penjualan iPhone, segmen service, dan produk wearables.

Saham Apple pada perdagangan Selasa naik 3,4% menjadi US$ 196,8. Dengan kapitalisasi di atas US$ 900 miliar, Apple berpeluang menjadi perusahaan pertama bernilai di atas US$ 1 triliun.

Apple menjual 41,3 juta iPhone sepanjang kuartal III tahun fiskalnya. Sejatinya di bawah ekspektasi analis sebesar 41,8 juta unit. Tapi, harga jual rata-rata iPhone mencapai US$ 724, lebih tinggi daripada perkiraan pasar US$ 694. Inilah yang mendorong revenue iPhone, berdasarkan data, naik 20% year on year. BESTPROFIT

Mengutip Reuters, CFO Apple Luca Maestri menyebut, selama kuartal III iPhone X seharga US$ 999 merupakan salah satu best seller. Dengan kinerja kinclong ini, Apple sudah membuat patokan kinerja kuartal IV yang berakhir September mendatang.

Apple menargetkan, revenue sekitar US$ 60 miliar – US$ 62 miliar. Margin kotor diperkirakan antara 38%-38,5%. Sedangkan pengeluaran operasional diperkirakan mencapai antara US$ 7,95 miliar – US$ 8,05 miliar.

1 4 5 6