5 Langkah Menciptakan Strategi Referral yang Hebat

kerjasama timBestprofit Futures Pekanbaru – Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya, Startegi Firral adalah startegi promosi bisnis yang paling mudah dan murah. Akibatnya setiap proses dan jenis bisnis tidak dapat meninggalkan strategi bisnis yang satu ini. Setiap bisnis masih sangat mengandalkan promosi yang seperti ini, disamping promosi yang biasa dilakukan, seperti pembuatan iklan, menyebar brosur, membuat sebuah promosi diskon atau gratis, dan lain sebagainya. Namun bagaimana sebenarnya membuat sebuah startegi referral yang hebat bagi bisnis kita? Berikut ini adalah uraiannya:

Langkah 1: Mengapa Menggunakan Strategi Referral?

Sebelum menentukan apakah Anda akan menggunakan strategi ini dalam proses bisnis Anda, Anda perlu memastikan bahwa strategi seperti ini benar – benar Anda butuhkan dan cocok untuk Anda lakukan pada bisnsi Anda. Anda perlu mempertimbangkan dan membandingan potensi keuntungannya dengan cara lain yang dapat Anda lakukan dalam memasarkan bisnis Anda.

Banyak alasan yang dapat Anda keluarkan ketika ditanya mengapa menggunakan startegi ini. Salah satunya karena harga atau biaya yang akan Anda keluarkan tidaklah besar dari cara yang biasa Anda lakukan. Meskipun ini dapat menghemat pengeluaran modal bisnis Anda dalam berpromosi, namun sebagian diantaranya bisa cukup menghabiskan banyak waktu Anda.

Strategi ini cukup ideal bila digunakan pada penjualan barang atau jasa yang harganya tinggi. Namun untuk produk yang memiliki harga murah atau standart kalangan menengah hingga menengah ke bawah, tentu saja Anda tidak perlu melakukan hal ini. Salah satu contohnya adalah ketika sebuah outlet makanan di pinggir jalan yang sudah lama beroprasi menjual makanan, mereka tentu tidak akan membutuhkan strategi ini. Karena dalam satu kali pelanggan datang, akan ada banyak pelanggan lain yang mengikuti di belakangnya. Mereka tidak perlu untuk dirayu atau diajak bekerjasama oleh pelanggan yang sudah lama bersama Anda.

Strategi referral adalah penunjang yang baik untuk pemasaran Anda saat ini. Jika Anda menginvestasikan uang untuk mendatangkan pelanggan baru, mengapa tidak membuat pelanggan Anda yang membawa teman mereka?

Langkah 2: Siapa Target Market Anda?

Dalam melakukan setiap proses penjualan, sebuah bisnis harus tahu siapa target market mereka. Karena tanpa target market yang jelas dan pasti, sebuah bisnis tidak akan berhasil menjual barang atau jasa yang mereka hasilkan. Untuk strategi referral ini tentu ada cara yang harus diperhatikan dalam menargetkan siapa market kita. Karena tidak semua pelanggan akan menyukai dan mau bekerjasama melakukan referral kepada orang lain. Dalam hal ini kita harus tahu terlebih dahulu siapa pelanggan kita. Jika Anda salah menargetkan market dan melakukan strategi referral ke semua pelanggan, tentu tidak akan banyak membantu. Karena banyak dari kita akan melakukan 80% usaha dengan hasil sebesar 20% darinya. Prinsip Pareto yang seperti ini tentu harus dihilangkan. Jika harus, kita bisa melakukan usaha sebesar 20% saja untuk menghasilkan leads sebesar 80% dari usaha kita tersebut. Ini akan memberikan kita keuntungan berlipat.

Contohnya, pelanggan kelas A adalah orang yang mau bekerjasama dengan bisnis Anda. Mereka akan membayar tagihan tepat waktu dan tidak masalah untuk menerima penawaran yang kita berikan. Pelanggan jenis ini juga akan dengan mudah dan senang hati dalam membantu kita mengenalkan bisnis kita kepada teman atau kolega mereka. Mereka akan dengan hati merekomendasikan bisnis kita kepada orang yang bahkan belum ia kenal. Karena rata – rata pelanggan jenis ini sudah merasa cocok dan merasa tidak rugi ketika harus merekomendasikan kita ke orang lain.

Namun berbeda ketika kita akan mengajak pelanggan jenis C atau bahkan D untuk bekerjasama dengan kita. Mereka yang rata – rata rewel atau sulit diajak bekerjasama akan malas merekomendasikan kita kepada orang lain. Sekalipun mereka mau merekomendasikan kita, mereka akan merekomendasikan kita kepada orang yang se-tipe dengan mereka. Maka dari itu penting bagi kita untuk benar – benar menentukan siapa target market dari bisnis kita, terlebih target untuk strategi referral kita.

Langkah 3: Apa yang Anda Tawarkan?

Anda perlu mengajarkan kepada pelanggan Anda, mengapa mereka sebaiknya merekomendasikan Anda pada orang lain. Pada umumnya orang akan melakukan sesuatu ketika orang tersebut memberikan alasan yang bagus. Pelanggan Anda tentu ingin tahu mengapa mereka harus mau melakukan hal itu untuk Anda. Mereka juga tidak ingin sembarangan merekomendasikan sebuah bisnis kepada orang lain. Karena dalam hal ini reputasi mereka juga akan dipertaruhkan. Itu sebabnya, Anda harus benar – benar meyakinkan pelanggan Anda, bahwa mereka harus dan mau merekomendasikan bisnis Anda.

Jika Anda ingin memberikan jaminan atau sebuah janji sebagai ucapan terimakasih kepada pelanggan, Anda harus memberikan apa yang benar – benar bisa Anda berikan. Pastikan janji yang Anda buat adalah sesuatu yang sesuai dengan kemampuan Anda. Layanan Anda juga harus selalu sesuai dengan apa yang Anda janjikan.

Trik cepat lain untuk memberitahukan pada pelanggan Anda cara merekomendasikan orang lain adalah memastikan bahwa pelanggan Anda tahu jika Anda sedang mencari orang yang berkualitas dan tepat seperti mereka. Anda akan memuji mereka sekaligus langsung menerapkan standar orang yang akan mereka rekomendasikan kepada Anda.

Langkah 4: Bagaimana Cara Mendorong Referral?

Strategi yang harus Anda buat adalah apa dan bagaimana strategi Anda dan siapa sasaran dari strategi Anda ini. Seseorang tidak aakn mau merekomendasikan sesuatu kepada orang lain, sebelum dia yakin bahwa itu tidak akan membuatnya malu. Jika kita memperkenalkan sebuah bisnis yang memberikan solusi atau memberikan layanan yang sama dengan apa yang ia cari, maka secara otomatis ini akan membentuk penilaian positif bagi mereka.

Orang cenderung menilai tinggi apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka. Ini berarti, mereka tidak akan merekomendasikan Anda pada orang lain kecuali mereka benar – benar yakin mereka tidak akan malu karenanya, atau disalahkan jika ada yang tidak beres. Hasilnya, jika barang atau jasa Anda tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, Anda bisa melupakan referral yang Anda lakukan. Jika sebaliknya, Anda akan mendapatkan banyak pelanggan referral yang datang karena rekomendasi.

Langkah 5: Apalagi yang Perlu Anda pikirkan?

Jika Anda sudah menemukan apa yang ingin Anda lakukan untuk mendorong referral Anda, maka selanjutnya Anda bisa melakukan hal yang berikut ini. Cara terakhir adalah dengan meninjau kembali dan memastikan bahwa Anda sudah siap untuk memulai strategi referral ini. Berikut ini adalah hal yang mungkin dilupakan oleh banyak orang:

a. Pelatiham Tim

Jika Anda ingin memberikan layanan dan pelayanan terbaik bagi pelanggan Anda, Anda tentu harus mampu memberikan dan menyajikan apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Seluruh tim kerja Anda harus tahu apa yang harus mereka lakukan bisa mendapati sebuah masalah. Mereka juga harus mampu menjawab setiap pertanyaan dan rasa penasaran dari bisnis Anda. Seluruh anggota tim harus mengerti apa yang sedang terjadi pada bisnis Anda, dan apa yang harus mereka lakukan untuk membantu Anda dalam mencapai target bisnis Anda.

b. Hadiah

Anda pasti akan menjanjikan hadiah atau bonus kepada pelanggan yang mampu membawa pelanggan baru bagi bisnis Anda. Untuk itu, Anda harus memastikan bahwa janji yang Anda berikan benar – benar mampu dan bisa Anda wujudkan. Mereka akan senang ketika apa yang membuatnya bersemangat menawarkan bisnis Anda, benar – benar mendatangkan keuntungan lebih bagi mereka.

c. Stok

Selain hadiah, Anda juga harus memastikan bahwa stok hadiah atau bonus yang akan Anda berikan cukup. Pastikan juga hadiah yang akan diberikan sesuai dengan jumlah pelanggan yang ingin Anda jadikan partner bagi strategi referral Anda. Anda tentu tidak ingin mengecewakan pelanggan yang telah membawa pelanggan baru bagi Anda bukan? Untuk itu Anda harus benar – benar mempersiapkan apa yang ingin Anda berikan.

Comments are closed.