5 Tips Agar Investasi Emas Tidak Berakhir ‘Buntung’

dollarrrPT.BESTPROFIT PEKANBARU – Bagi Anda yang mempunya kelebihan uang, atau mempunyai uang yang tidak akan terpakai dalam jangka waktu yang cukup lama, ada alternatf dalam menyimpannya. Bisa dalam bentuk investasi atau tabungan, dan jika Anda ingin melipatkan nilainya, maka investasi adalah solusinya.

Ada beberapa investasi yang bisa diambil, di antaranya dengan membeli properti, seperti rumah, namun tentunya susah untuk dicairkan jika suatu saat Anda membutuhkannya. Dan ada juga investasi yang cukup mudah pencairannya, yaitu dengan membeli emas.

Harga emas sendiri terkadang mengalami kenaikan dan penurunan, tergantung dari reaksi pasar global. Bagi Anda yang masih cukup awam dalam berinvestasi emas, ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan, agar investasi emas tidak berhasil buntung atau merugi.

1. Kenali emasDi pasaran ada beberapa jenis emas yang diperjualbelikan, mulai dari emas dengan kualitas rendah (kadar emas di bawah 30%), emas kualitas standar (kadar emas antara 60-70%), dan emas murni (kadar emas antara 95-100%).

Emas kualitas rendah, memang diperjualbelikan sangat murah, namun saat dijual kembali, harga emas ini akan jatuh. Bahkan bisa lebih rendah dari harga kita membelinya. Campuran emas ini biasanya berupa tembaga, dan nikel, sehingga warnanya akan cenderung lebih merah.

Sedngkan emas kualitas standar, bisa ada dua kemungkinan, jika pada saat Anda membeli harga emas masih murah, dan ketika menjual kembali sedang tinggi, maka emas ini akan mengikuti harga pasar.

Emas murni dengan kadar di atas 95% biasanya sangat kecil kemungkinannya harga akan anjlok, jika dijual kembali. Dan emas ini mengikuti harga pasar realtime, sehingga di saat harga emas mahal, dia aka mengikuti harga internasional.

2. Hindari permataJika Anda menginginkan emas untuk investasi, hindari permata yang ada di dalam perhiasan emas. Walaupun cantik dan indah, permata tersebut akan dihitung di dalam berat emas itu sendiri, terutama saat Anda akan menjualnya kembali.

3. Kenali di mana emas akan dijualJika Anda mempunyai emas dan akan menjualnya kembali, biasanya toko akan memotong dari harga beli. Namun, jika Anda membeli emas saat harga murah, pastikan Anda melihat harga emas pasaran. Jangan terburu-buru menjualnya, jika toko tersebut memberikan harga yang sama untuk membelinya. Coba jual di pinggir jalan, yang selalu menawarkan jual beli emas. Jika Anda pintar menawar, emas yang Anda miliki mempunyai harga lebih mahal dari harga toko.

4. Hindari menjual emas antar kotaTidak bisa dipungkkiri lagi, jika toko emas menjual emas dengan harga yang berbeda. Misalkan, harga emas dengan kadar yang sama, di Bandung akan dijual lebih rendah daripada di Jakarta. Dan jika Anda membeli emas di Jakarta dan akan menjual di Bandung, maka harga emas akan ditawar lebih rendah. Terkecuali untuk emas-emas dengan kualitas murni.

5. Pastikan Anda membeli emas murniJika Anda memiliki uang yang cukup banyak untuk berinvestasi emas, pastikan emas yang Anda beli mempunyai sertifikat. Dan ini biasa diperjualbelikan di bank-bank tterkemuka, kantor pegadaian, dan juga produsen-produsen emas, seperti Antam.

Sumber : Financeroll

Comments are closed.