5 Tips yang Perlu Diperhatikan Saat Minta Kenaikan Gaji

Mendapatkan gaji sesuai dengan kemampuan dan keahlian Anda merupakan hal penting, apapun pekerjaannya. Tapi, untuk menegosiasikan besaran gaji termasuk juga kenaikannya kadang membuat Anda stress dan tidak nyaman.

Jika Anda merasa patut dan layak mendapat gaji yang lebih baik negosiasi lah. Dan dalam negosiasi itu, terserah Anda mau meyakinkan atasan dengan argumen apa.

Tapi, sebelum melakukan negosiasi, Anda perlu melakukan pengamatan dan mencari alasan tepat. Alasan tepat bisa membantu Anda meyakinkan atasan soal keinginan naik gaji.

Apa saja yang perlu diamati?

Pertama, soal waktu bernegosiasi

Sebelum berbicara soal kenaikan gaji, perhatikan situasi di kantor Anda. Ketika perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau berada di tengah-tengah transisi besar, jangan pernah berbicara atau meminta gaji naik.

Apalagi, jika bos Anda sedang mengalami masalah soal utang, restrukturisasi, atau pengawasan dari luar atas skandal perusahaan. Tunggulah sampai dengan semua masalah yang dihadapi bos Anda beres.

“Ketika kantor atau bos Anda mengalami masalah, berempati lah, bangun kepercayaan bos Anda. Itu bisa mempermudah Anda untuk bernegosiasi dalam beberapa bulan ke depan” kata pendiri Salarycoaching.com Olivia Jaras seperti dikutip CNNBusiness, Sabtu (1/2).

Kedua, perhatikan kemampuan dan kinerja Anda

Apakah Anda mendapat kenaikan gaji atau tidak, itu akan ditentukan oleh beberapa faktor yang berbeda. Beberapa faktor bahkan akan berada di luar kendali Anda.

Oleh karenanya, melakukan penelitian akan meningkatkan peluang Anda.

Sebelum membahas tentang kenaikan gaji, Anda harus tetap memperhatikan kemampuan diri. Cari tahu bagaimana upah yang diminta dibandingkan dengan kemampuan, kinerja Anda  dibanding rekan-rekan Anda.

Situs karir seperti Glassdoor, Salary.com, atau Payscale adalah titik awal yang baik untuk membandingkan gaji pada posisi yang serupa dengan Anda.

Meninjau resume Anda dan melihat deskripsi posisi yang Anda kerjakan juga dapat memberi gambaran tentang kinerja Anda dan pengembangan karier. Tanggung jawab Anda mungkin meningkat sejak hari Anda dipekerjakan. Atau, Anda mungkin telah mendapatkan pelatihan atau memperoleh keterampilan lain.

“Jika Anda memperoleh keterampilan dan kualifikasi yang berarti bagi posisi Anda, bagaimana mereka dinilai oleh perusahaan Anda? Itu adalah semacam tanda centang untuk mendapatkan kenaikan gaji,” kata Jaras.

Ketiga, pahami keinginan atasan Anda

Setelah Anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan merasa sudah siap, lihat lah pencapaian Anda dari perspektif manajer Anda. Alasan apa yang mungkin bos Anda katakan tidak untuk memberi gaji lebih? Dan bagaimana Anda mengatasinya?

Memahami perspektif bos atas kinerja Anda akan membantu Anda berdebat dengannya soal gaji yang Anda minta.

“Jika Anda pikir punya alasan yang sangat bagus untuk mengatakan gaji Anda perlu dinaikkan, lakukan lah, Anda mungkin tidak mendapatkannya. Tapi paling tidak Anda sudah mencoba,” kata Deborah Kolb, penulis Negotiating at Work: Turn Small Wins menjadi Big Gain.

Selain itu, siapkan antisipasi atas kemungkinan tidak mengenakkan.

“Ketika kamu sudah mengantisipasi apa yang akan terjadi, kamu akan siap untuk menghadapinya.”

Keempat, tetap profesional

Dalam mengajukan penawaran permintaan gaji atau kenaikannya, upayakan argumen yang Anda sampaikan selalu rasional. Jangan pernah menyinggung masalah  yang terlalu pribadi.

Jangan pernah minta kenaikan gaji dengan menyampaikan ke bos Anda bahwa lima teman Anda sudah berpenghasilan di atas Anda. Itu bukan ide yang baik.

Yang harus Anda lakukan adalah memberi tahu atasan tentang cara Anda berkontribusi dan memperbaiki kinerja perusahaan.

Kelima, Pikirkan jangka panjang

Menegosiasikan gaji tidak selalu berjalan sesuai rencana. Karena itulah, Anda harus siap menghadapi hasil yang bukan yang tidak diinginkan. Tetapi mendapatkan “tidak” tidak harus berupa kekalahan.

Karenanya, menanganinya dengan cara yang benar dapat menjadi fondasi bagi kenaikan gaji di masa depan. Anda mungkin kecewa dengan berita buruk; gaji tidak naik.

Tetapi selalu akhiri pembicaraan dengan nada positif. Memperkuat gagasan bahwa Anda bersemangat melanjutkan layanan Anda kepada perusahaan dan memperluas kontribusi yang Anda buat. Itu semua dapat membuka pintu untuk dialog di masa depan.

“Anda harus strategis tentang bagaimana Anda melakukan diskusi itu,” kata Alex Twersky, salah satu pendiri Resume Deli, perusahaan resume dan karier.

“Kamu tidak bisa terlalu menuntut atau terlalu ngotot. Kamu ingin menjadi profesional, sabar, kolaboratif dan konstruktif.”

Comments are closed.