Aksi Jual Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Melambat

BESTPROFIT PEKANBARU – Pada perdagangan Senin (26/1)  nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (26/1) sore, kembali melemah sebesar 38 poin menjadi Rp 12.497 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.459 per dolar AS.  bursa asiaSementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas  63 poin setelah seharin menghabiskan waktu di zona merah. Kali ini giliran investor domestik yang melepas saham demi aksi ambil untung.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG anjlok 101,123 poin (1,90%) ke level 5.222,762.Hasil pemilu parlemen Yunani yang memenangkan partai oposisi Syriza, telah mendorong penguatan instrumen aset safe haven, salah satunya mata uang dolar AS.  Kemenangan partai oposisi ini membuka peluang Yunani keluar dari program bailout negara-negara di kawasan Euro. Keluarnya Yunani dari programbailout akan mengganggu pembayaran ke kreditor-kreditor Yunani.

Di sisi lain, euforia rencana pembelian surat utang atau obligasi oleh bank sentral Eropa (ECB) yang sempat menjadi sentimen positif bagi rupiah tergerus oleh sentimen Yunani. Meski demikian, fluktuasi rupiah masih stabil terhadap dolar AS. Rupiah masih ditopang oleh optimisnya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (26/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.517 dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (23/1) di posisi Rp 12.444 per dolar AS.

Dari bursa saham, mendekati  penutupan sesi perdagangan, investor mulai berburu saham. Akibatnya koreksi Indeks bisa sedikit dikurangi.  Pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (26/1), IHSG jatuh 63,861 poin (1,2%) ke level 5.260,024. Sementara Indeks LQ45 anjlok 13,492 poin (1,46%) ke level 913,032.

Semua saham-saham yang pekan lalu menguat kini jadi sasaran aksi jual. Akhirnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terjatuh ke zona merah.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 776,055 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 275.019 kali dengan volume 8,381 miliar lembar saham senilai Rp 11,472 triliun. Sebanyak 61 saham naik, 241 turun, dan 74 saham stagnan.  Volume dan nilai perdagangan hari ini naik tinggi akibat transaksi tutup sendiri saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) senilai Rp 3,7 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker UBS Securities (AK).

Sementara itu, bursa di Asia berakhi variatif hingga sore hari ini, beberapa masih bertahan di zona hijau, seperti pasar saham Hong Kong dan Tiongkok.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 turun 43,23 poin (0,25%) ke level 17.468,52, Indeks Hang Seng menguat 59,45 poin (0,24%) ke level 24.909,90, Indeks Komposit Shanghai naik 31,42 poin (0,94%) ke level 3.383,18, dan  Indeks Straits Times melemah 11,71 poin (0,34%) ke level 3.399,79.

Sumber : http://financeroll.co.id/news/aksi-jual-lebih-dominan-pasar-uang-domestik-melambat/

Comments are closed.