Akun Pengguna Diretas Iklan Ray Ban, Instagram Buka Suara

Instagram berkomentar soal peretasan akun pengguna yang lantas digunakan untuk menyebar hoaks promo  kacamata Ray Ban. Menurut juru bicara Instagram, pihaknya akan terus mencegah pelaku kejahatan melakukan aksi peretasan di platform itu.

“Kami mengerti bahwa kehilangan akses terhadap akun Anda adalah pengalaman yang meresahkan […] kami terus bekerja keras untuk menjaga komunitas kami tetap aman,” jelas juru bicara Instagram dalam pernyataan resmi

Sebelumnya, pengguna mengeluh kalau akun Instagram mereka diretas dan digunakan untuk berjualan kacamata Ray Ban dengan harga miring.

Muhammad, seorang pegawai swasta,

mengaku akun Instagram milik kakaknya diretas dan digunakan untuk berjualan kacamata tersebut. Padahal akun tersebut sudah lama tidak digunakan sejak sang kakak meninggal dunia.

“Saya sudah DM (kirim pesan) ke akun kakak saya itu biar dia ngga pakai akun tersebut buat jualan karena kakak saya sudah lama meninggal,” tuturnya, Senin (25/11).

Ketika diretas, akun tersebut mengeposkan gambar berupa promo diskon kacamata Ray Ban sebesar 90 persen. Promo tersebut disebut hanya berlaku hari ini dengan tawaran harga Rp348.000.

Pengakuan lain dilontarkan Nurul Chandra, seorang pegawai swasta. Menurutnya, akunnya juga sempat diretas oleh iklan Ray Ban ini.

Menurutnya, seorang teman mengabarkan kalau Instagram miliknya mengeposkan iklan kacamata Ray Ban 9 kali berturut-turut. Ia pun menghapus unggahan itu tanpa mengubah kata kunci.

“Tapi tiba-tiba ada 12 foto serupa yang muncul,” katanya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (26/11).

Atas saran seorang teman ia pun mengubah kata kunci setelah menghapus unggahan foto tersebut. Selain mengganti password, ia pun mengaktifkan two factor authentification (TFA) Instagram yang sebelumnya tidak ia aktifkan.

Jika diaktifkan, fitur TFA akan mengirimkan kode ke nomor ponsel yang didaftarkan untuk memverifikasi kalau pengguna akun itulah yang login ke akun Instagram miliknya. Saat dicek lokasi terakhir login, menurut Nurul tercatat lokasi peretas ada di Jawa Tengah.

 

Tapi, aksi peretasan ini ternyata tak hanya melanda akun yang lama tidak aktif. Tapi juga meretas akun yang masih aktif digunakan pemiliknya, seperti dikeluhkan akun @thaliangeluh dari Costa Leona, Filipina. Namun, bedanya foto yang diunggah di Filipina menggunakan bahasa Inggris.

“Seseorang meretas akun Instagram saya dan mulai mengeposkan iklan Ray Ban,” tulisnya.

Pemilik akun @MarooneyMara dari kota Alabang, Filipina, juga mengeluh bagaimana seseorang mencoba mengakses akun Facebooknya. Lantas, dua jam kemudian akun Instagram miliknya mengeposkan iklan Ray Ban.

Dengan demikian aksi peretasan akun Instagram dan disalahgunakan untuk berjualan Ray Ban ini tidak hanya terjadi di Indonesia.

Leave a Reply