Amerika Serikat Punya Utang ke Indonesia Sebanyak 57 Ribu Ton Emas

bestJakarta – Perdebatan muncul mengenai apa yang disebut harta peninggalan dari Presiden RI pertama, Soekarno. Sebuah buku bertajuk ‘Harta Amanah Soekarno’ dibedah di Universitas Paramadina.

Bedah buku itu dibahas oleh wartawan senior Budiarto Shambazy, peneliti senior LIPI Prof Dr Asvi Warman Adam, ahli komunikasi Effendi Gazali, serta Permadi.

Sang penulis yang juga adalah seorang wartawan bernama Safari ANS menyebutkan, misteri terbesar tentang Indonesia yaitu The Green Hilton Memorial Agreement.

Perjanjian itu diyakini telah ditandatangani oleh Soekarno (Presiden RI) dan John F Kennedy (Presiden AS) pada tanggal 14 November 1963 dengan seorang saksi dari Swiss bernama William Vouker. Pada tanggal tersebut Kennedy dan Soekarno memang bertemu. Namun khusus soal perjanjian ini, masih misteri.

Safari menyebutkan, dalam perjanjian itu AS setuju untuk mengakui bahwa kekayaan negara dalam bentuk emas yang jumlahnya 57 ribu ton emas berasal dari Indonesia. Dana dalam bentuk emas itu diklaim Bung Karno kepada Amerika sebagai harta rampasan perang.

“Saya memegang dokumen perjanjian itu. Hanya saja tidak asli. Saya sedang berusaha mengumpulkan. Tapi pernah saya ditunjukkan oleh seorang Indonesia yang tinggal di Eropa,” kata Safari di Universitas Paramadina.

Comments are closed.