Antam andalkan efisiensi untuk menahan rugi

antamgoldPT.BESTPROFIT PEKANBARU – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencetak rugi, Rp 563,9 miliar di akhir kuartal III-2014. Larangan ekspor mineral, penurunan harga komoditas, dan seretnya penjualan jadi alasan penurunan kinerja Antam.

Tri Hartono, Sekretaris Perusahaan Antam mengatakan, untuk mengatasi hal ini perusahaan akan tetap fokus pada peningkatan efisiensi. Hal itu guna menjaga ketahanan keuangan ANTM. “Pengendalian biaya ini sudah dilakukan ANTM sejak awal tahun 2014,” ujar Tri di Jakarta, Sabtu (1/11).

Pengendalian biaya ini memberikan tingkat efisiensi sebesar Rp 25,2 miiar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Hasil efisiensi tersebut melebihi target efisiensi tahun 2014 yang sebesar Rp 20,8 miliar.

Efisiensi ini dilakukan dengan cara penghematan penggunaan bahan bakar, pengurangan biaya operasi, negosiasi dengan pihak ketiga, efisiensi penghematan penggunaan listrik, serta penggunaan komponen lokal untuk menggantikan suku cadang impor.

Upaya penghematan biaya ini terefleksikan dalam biaya tunai feronikel dan emas yang masing-masing tercatat sebesar US$ 5,64 per pon dan US$ 785,06 per oz di Kuartal III-2014.

ANTM juga masih melanjutkan beberapa proyek pengembangan strategis. Saat ini, pabrik CGA Tayan masih berjalan sesuai target. Pada 2 Oktober lalu, ANTM juga sudah mulai commisioning dari fasilitas pelabuhan (jetty), belt conveyor, dan pemurnian pabrik yang merupakan bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP). Sampai saat ini, proses itu sudah mencapai 70%. Hingga September 2014, ANTM sudah menggelontorkan dana belanja modal sebesar Rp 1,41 triliun untuk pengembangan proyek.

Comments are closed.