Aturan Syarat Wajib PCR Penumpang Pesawat Dinilai Kembali Pukul Industri Penerbangan

Pengurus Harian Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Agus Suyatno menyatakan, aturan anyar atas wajib PCR bagi penumpang pesawat udara akan memperburuk bisnis penerbangan di Tanah Air. Mengingat, adanya keenganan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara setelah harus mengantongi hasil tes PCR dengan biaya yang tidak murah.

“(Wajib) PCR akan berimbas pada tambahan biaya konsumen, tentu akan memberatkan. Ini bisa memunculkan kembali ke-engganan konsumen menggunakan transportasi udara. Dampaknya juga akan dirasakan dunia penerbangan. Nasib maskapai dan airport akan makin terpuruk,” ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (22/10).

Agus menerangkan, penurunan level PPKM menjadi level 2 bahkan 1 di sejumlah daerah, seharusnya dapat memberikan kelonggaran dalam dunia usaha. Termasuk bisnis penerbangan.

Terlebih, saat ini, cakupan vaksinasi di Indonesia juga dinilai terus meluas. Maka dari itu, YLKI mengusulkan syarat penerbangan harusnya cukup dengan antigen yang lebih terjangkau.

“PCR menjadi ranah medis, untuk menegakkan diagnosis bukan untuk screening,” tandasnya.

Author: bpf pekanbaru