Author Archive

Polisi: Terduga Teroris Sibolga Simpan 300 Kg Bahan Peledak

BESTPROFIT – Terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara memiliki bahan peledak hingga 300 kg. Bahan peledak itu disimpan rapi di tempat khusus yang disemen.

“Bahan peledak ditanam yang kemudian ditimpa dengan semen. Seluruh bahan peledak kini sudah diamankan tim Gegana. Jadi kalau mereka bisa merakit dan meramu bahan-bahan yang ada, ada sekitar tiga ratus kilogram,” kata Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto, Rabu (13/3) di Medan, Sumatera Utara.

Baahan peledak itu disimpan di rumah salah satu terduga teroris berinisial AK di Jalan Sisingamangaraja, Sibolga.

Bahan peledak yang ditemukan ada yang sudah dirakit menjadi bom lontong.

“Bom yang ditemukan sudah siap rakit. Jadi sewaktu-waktu bisa langsung diledakkan oleh orang yang memegang pemicunya,” kata Agus.

Agus membeberkan, totalnya ada tiga tersangka yang diamankan dari Sibolga. Identitas mereka masing-masing, Hus alias Abu Hamzah alias Uppang, AK alias Ameng dan H seorang perempuan.

“Kepolisian masih terus melakukan sterilisasi di lokasi ledakan bom serta rumah para terduga teroris yang diringkus Densus 88,” kata Agus.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sebelumnya polisi menyebut ada 30 kg bahan peledak di temukan di sebuah rumah di  Jalan Kulitang, Kelurahan Aek Habil, Sibolga. Rumah tersebut selama ini didiami oleh mertua salah seorang terdugaa teroris, AH.

Bahan peledak tersebut dimusnahkan dengan cara diledakkan.

Dilansir dari Antara, Tim Densus 88 mulai menyisir lokasi yang diduga rumah teroris mulai Rabu pagi.

Seorang warga mengaku mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari proses pemusnahan.

AH Akui Simpan Bom di Rumah

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris AH mengakui menyimpan bom di rumahnya.

“Dari pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah terakit. Yang akif yang dibawa istrinya sekitar 4 bom dan ada bahan-bahan juga. Puluhan kilo berupa potasium sebagai bahan baku,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta.

Dedi menyebut AH merupakan salah satu anggota jaringan JAD yang memiliki kemampuan merakit bom dan mempengaruhi rekan-rekannya di kelompok tersebut.

Namun, puluhan bom tersebut, kata Dedi tidak mungkin dirakit sendiri. Untuk mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan terhadap pengungkapan peristiwa dan jaringan teroris itu.

“Tidak sendiri, tidak mungkin sendiri karena merakit bom itu apalagi dalam jumlah banyak tidak mungkin sendiri. Pasti dia dibantu temannya yang saat ini kami lakukan pengembangan kembali,” ujar Dedi.

Karena disinyalir masih ada bom dan bahan peledak, polisi meminta warga untuk menjauh dari lokasi yang dicurigai terdapat bom.

Polri Kerahkan Tiga SSK untuk Kejar KKB di Papua

BESTPROFIT – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menyebut ada tiga satuan setingkat kompi (SSK) yang melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.

“Tiga SSK,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (12/3).

Dedi menuturkan pengejaran itu dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penangkapan terhadap para anggota KKB. Pengejaran tersebut, kata Dedi, juga sebagai upaya untuk meminimalkan terjadinya gangguan ancaman pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Masih terus melakukan pengejaran, pengamanan, mengantisipasi segala bentuk ancaman dari KKB, khususnya dalam rangka pengamanan pemilu di sana,” ujarnya.

Dedi menyampaikan Papua menjadi salah satu fokus pengamanan pada gelaran Pemilu 2019. Apalagi, kata dia, berdasarkan pemetaan kerawanan pemilu yang dilakukan oleh Polri, setidaknya ada delapan kabupaten di Papua yang masih dalam 10 besar daerah rawan.

“Termasuk wilayah Puncak Jaya, termasuk di dalamnya Nduga,” ucap Dedi.

Sebelumnya, diketahui terjadi kontak senjata antara kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB)

dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua. Akibat peristiwa itu, tiga orang anggota TNI dilaporkan meninggal.

Pada Februari 2019, juga kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dipimpin Egianus Kogoya dengan Brigade Mobil (Brimob) Polri. TPNPB mengklaim kontak senjata berawal dari serangan mereka pada malam hari.

Juru bicara TPNPB, Sebby Sembom melalui pernyataan tertulis menceritakan serangan itu dimulai pada Selasa (26/2) malam di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua. Sebby mengklaim serangan yang dipimpin panglima perang Ndugama, Egianus Kogoya itu mengenai personel TNI-Polri.

Tak Puas Menang Banding, Ahmad Dhani Bakal Ajukan Kasasi

BESTPROFIT – Pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko berencana mengajukan kasasi Mahkamah Agung (MA) terkait kasus ujaran kebencian. Permohonan banding Dhani di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dikabulkan sehingga hukumannya dikurangi dari semula 1 tahun 6 bulan menjadi 1 tahun.

Meski banding dikabulkan hakim, Hendarsam mengatakan kliennya itu tetap ingin divonis bebas atas kasus ujaran kebencian.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

“Kita akan kasasi atas putusan banding ini. Pada prinsipnya yang kita ingin itu kan mas Dhani (dinyatakan) tidak bersalah,” ujar Hendarsam kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/3).

Menurut Hendarsam, majelis hakim banding sejatinya ingin membebaskan Dhani dari hukuman. Namun putusan bebas itu dikhawatirkan akan merusak kredibilitas PN Jakarta Selatan sebagai pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan vonis bagi pendiri band Dewa 19 itu.

“Maka caranya supaya ada win win solution dilakukan dengan mengurangi vonis, karena harusnya kalau memang yakin bersalah harusnya sama dong hukumannya,” katanya

Hendarsam menjelaskan Ahmad Dhani yang merupakan politikus Gerindra itu akan segera mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung usai menerima salinan resmi putusan banding tersebut.

“Mungkin dalam waktu satu sampai dua pekan ke depan,” ujarnya.

Pengadilan Tinggi Jakarta sebelumnya mengabulkan banding yang diajukan terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani. Hukuman Dhani yang semula 1,5 tahun penjara menjadi hanya satu tahun penjara.

Menurut majelis hakim banding, hukuman 1,5 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim PN Jaksel dianggap terlalu berat. Penjatuhan pidana pada Dhani mestinya bukan menjadi pembalasan melainkan pembelajaran agar lebih hati-hati menggunakan media sosial.

1 2 3 835