Author Archive

Sentimen Domestik Perkuat Rupiah Ke Rp14.105 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.105 per dolar AS atau sebesar 0,07 persen pada perdagangan pasar spot Rabu (4/12) sore. Sebelumnya, nilai tukar mata uang garuda berada di posisi Rp14.115 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (3/12).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.125 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi kemarin, yakni Rp14.130 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat yen Jepang menguat 0,15 persen, peso Filipina 0,04 persen, dan dolar Singapura juga menguat tipis 0,02 persen.

Selanjutnya, dolar Taiwan, rupee India, dan dolar Hong Kong juga sama-sama menguat tipis sebesar  0,01 persen. Pelemahan terjadi pada won Korea sebesar 0,64 persen, yuan China 0,1 persen, ringgit Malaysia 0,10 persen, baht Thailand 0,09 persen, diikuti lira Turki yang melemah 0,05 persen.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Terpantau poundsterling Inggris menguat 0,32 persen, dolar Kanada 0,07 persen, dan euro 0,06 persen. Hanya dolar Australia yang melemah 0,40 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen domestik dari strategi bauran pemerintah, dan intervensi pasar valas oleh Bank Indonesia (BI).

Pasalnya, menurut Ibrahim, dengan memanasnya kembali kondisi global, Pemerintah terus melakukan strategi bauran untuk menenangkan kondisi pasar dan meyakinkan bahwa perekonomian dalam negeri sangat stabil sehingga arus modal keluar kembali tertahan.

Ibrahim juga menjelaskan bahwa BI hari ini telah menjadi pahlawan dengan melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan DNDF yang menguatkan nilai rupiah.

Menurut Ibrahim, kondisi global tersebut sudah diketahui sebelumnya oleh pihak BI, sehingga mereka sigap melakukan penjagaan ketat dan ekstra waspada terhadap mata uang garuda.

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah maupun BI membuahkan hasil sesuai dengan keinginan pasar, sehingga rupiah kembali menguat dalam penutupan pasar sore ini,” kata Ibrahim saat dihubungi

Kendati demikian, sisi eksternal tetap melakukan penekanan pada penguatan nilai rupiah. Tekanan tersebut diakibatkan oleh perang dagang antara AS dan China.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan yang ditunggu-tunggu oleh semua pihak harus menunggu sampai pemilihan 2020, bertentangan dengan apa yang dikatakan penasihat seniornya Kellyanne Conway minggu ini bahwa kesepakatan itu bisa datang pada akhir tahun.

Pada hari Senin, Trump juga mengatakan akan mengebakan Brasil dan Argentina dengan tarif perdagangan untuk devaluasi besar-besaran mata uang mereka.

Trump kemudian mengancam bea hingga 100 persen untuk barang-barang Prancis, dari sampanye hingga tas dengan alasan pajak layanan digital telah merugikan perusahaan teknologi AS.

“Komentar Trump pada perdagangan sejauh ini telah menyebabkan kegemparan besar,” ungkap Ibrahim.

Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan bahwa dalam perdagangan Kamis (5/12) besok, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.080 hingga Rp14.125 per dolar AS.

Pakar Keamanan AS: Jaringan 4G Rentan Kena Serangan Siber

Perusahaan solusi keamanan siber asal Amerika Serikat (AS), Palo Alto Networks menyebut celah keamanan konektivitas 4G masih terbilang rentan disusupi serangan siber pada 2020 seperti serangan malware, IP-spoofing, DDoS dan lainnya.

Menurut Field Chief Security Officer APAC Kevin O’Leary menjaga celah keamanan 4G dinilai menjadi tantangan bagi para operator telekomunikasi. Sebab, belum beragamnya standar keamanan untuk perangkat-perangkat berbasis long term evolution (LTE).

Masalah keamanan 4G pun dinilai sebagai gambaran persoalan keamanan konektivitas 5G nantinya jika telah diterapkan secara masif.

“Jika tantangan ini tidak segera diantisipasi, selain mobile ISP akan menjadi titik sasaran serangan siber di kemudian hari, kemungkinan mereka juga akan menjadi tempat terbukanya celah vulnerability seperti pada sistem IoT yang tidak aman,” ucap dia saat acara Palo Alto Networks 2020 di Sentral Senayan, Jakarta, Selasa (2/12).

Selain itu, Palo Alto Networks mengutip catatan dari GSMA yang memprediksikan bahwa 4G masih akan menjangkau 68 persen pengguna tahun 2025 di kawasan Asia-Pasifik.

Sebab, masih tingginya pengadopsian model LTE di area pedesaan karena panjang gelombang yang dipancarkan oleh jaringan 4G lebih panjang dibanding 5G.

“Melihat masih minimnya uji coba pagelaran 5G yang sukses saat ini, pembangunan infrastruktur 5G diprediksikan baru akan terjadi secara masif dalam kurun waktu 10 tahun. Bahkan sejumlah negara APAC baru saja mencicipi teknologi 4G,” terang O’Leary.

Sebelumnya, perusahaan solusi keamanan siber lain yakni Kasperksy Lab melaporkan serangan DDoS kuartal kedua 2019 meningkat sebesar 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kaspersky, berdasarkan laporan DDos kuartal 2 2019, jumlah serangan memang turun hingga 44 persen jika dibandingkan kuartal 1 2019. Tipe serangan terbanyak berupa lapisan aplikasi uang sulit dikelola dan dilindungi. Serangan tipe ini meningkat hingga 32 persen dibandingkan dengan kuartal 2 tahun sebelumnya.

Jenis serangan ini menargetkan fungsi atau API aplikasi tertentu, tidak hanya untuk menggunakan jaringan, tetapi juga sumber daya server. Mereka juga lebih sulit untuk dideteksi dan dilindungi, karena memiliki permintaan yang terlegitimasi.

Kaspersky pun merekomendasikan beberapa langkah untuk melindungi diri dari serangan DDoS. Pertama, pastikan sumber daya web dan TI dapat menangani lalu lintas tinggi dan padat. Kedua, gunakan solusi profesional untuk melindungi organisasi dari serangan.

Sebut Internet of Things Lemah

Palo Alto Networks juga menyebut perangkat yang didesain menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) rentan menjadi ladang serangangan siber pada 2020.

Menurut Director of Systems Engineering Palo Alto Networks Indonesia, Yudi Arijanto sejumlah perangkat IoT yang ada di pasaran tidak dibekali dukungan untuk pembaruan peranti lunak dan tambalan keamanan.

“Serangan Mirai Botnet beberapa waktu lalu berhasil menginfeksi berbagai jenis perangkat, mengobrak-abrik sejumlah layanan ternama global. Mereka menguak delapan celah kerentanan dan melengkapi daftar 18 vulnerability yang sudah berhasil mereka eksploitasi sebelumnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, malware mirai botnet membidik perangkat yang berada di lingkungan enterprise maupun di rumah-rumah seperti sistem persentasi nirkabel, set-top-box, SD-WAN hingga perangkat kontrol rumah cerdas.

Perusahaan asal Amerika ini memprediksi tahun 2020 bakal terjadi peningkatan jenis serangan melalui aplikasi dan skema log in yang lemah, mulai dari kamera pemantau (CCTV) di luar rumah yang

terkoneksi.

Ancaman itu diprediksi bakal meluas dengan membanjirnya teknologi deep fake yang bisa digunakan untuk membobol pintu akses biometrik atau perangkat teknologi berbasis suara.

“Teknologi mimikri yang dahulu bermanfaat sebagai alat identifikasi berbasis biometrik untuk akses dan kontrol pada suatu sistem terkoneksi, kini penggunaannya justru malah berpotensi membawa akses yang luar biasa bagi sistem jaringan di lingkungan rumahan maupun perusahaan,” jelas Yudi.

“Pemasangan teknologi sensor, wearables, dan sistem terotomatisasi diprediksi akan makin meningkat pada sektor industri manufaktur sebagai upaya mereka melakukan perampingan di lini produksi, logistik, dan manajemen karyawan melalui pengumpulan dan analisis data,” sambungnya.

Selain itu menurut Palo Alto Networks, pemerintah disebut bakal makin gencar mengeluarkan pedoman dan regulasi keamanan untuk perangkat IoT.

“Diprediksikan pula bahwa pada 2020 edukasi mengenai keamanan siber bagi masyarakat akan mulai dilakukan, seiring dengan makin membanjirnya perangkat-perangkat terkoneksi dan adopsinya yang mulai tinggi,” pungkas Yudi.

Komparasi Honda PCX dan Yamaha Nmax 2020

Yamaha mengenalkan generasi baru Nmax yang merupakan rival utama Honda PCX.

Sentuhan yang diberikan Yamaha kepada Nmax kali ini cukup diperhitungkan, sebab ubahan tidak melulu desain, melainkan juga penambahan fitur hingga mendongkrak tenaga mesin.

Kehadiran Nmax baru tentu membuat persaingan skuter matik (skutik) 150 cc di Indonesia kian seru ketika melihat keunggulan di masing-masing sutik dari Yamaha dan Honda.

Membahas dimensi, PCX dan Nmax tidak terlalu beda ukuran. PCX dirancang dengan panjang 1.923 mm, lebar 745 mm, dan tinggi 1.107 mm, tinggi tempat duduk 764 mm, dan jarak terendah ke tanah 137 mm.

Sedangkan Nmax memiliki panjang 1.935 mm, lebar 740 mm, tinggi 1.160 mm, jarak terendah ke tanah 124 mm, dan tinggi tempat duduk 765 mm.

Kemudian, dari segi fitur PCX punya full digital panel meter, colokan untuk pengisian baterai telepon genggam, kunci ‘pintar’ sehingga menyalakan mesin tak perlu anak kunci, lampu utama dan belakang LED, rem cakram depan belakang, serta fitur Antilock Braking System (ABS) satu chanel untuk tipe ABS.

Tapi, apa yang dimiliki PCX sudah ada pada Nmax saat ini. Bahkan fiturnya tercatat lebih lengkap. Misalnya tipe ABS kini tersedia dalam dua channel.

Kemudian Nmax dilengkapi fitur baru pada motor sekelas 150 cc di Indonesia yaitu Comunication Control Unit (CCU). Fitur tersebut berfungsi menyambungkan skutik Nmax dengan telepon pintar pengguna dengan syarat mengunduh aplikasi My Yamaha yang terdapat pilihan Y-Connect (Yamaha Motorcycle Connect). Aplikasi itu diklaim tersedia di android dan iOS.

Fitur ini disebut Yamaha dapat dioperasikan untuk mengetahui kondisi motornya melalui telepon pintar. Beberapa kondisi yang bisa terpantau antaranya konsumsi bahan bakar, kerusakan teknis pada motor, cek pelumas mesin, dan voltase baterai (accu).

Kecanggihan lain, yait pesan, panggilan telepon, serta email bisa dipantau di speedometer Nmax 2020.

Untuk ke sektor mesin, PCX dibekali mesin 150 cc pendingin cairan, SOHC dengan sistem suplai bahan bakar injeksi PGM-FI. Mesin PCX mampu memuntahkan daya 14,4 tenaga kuda pada rpm 8.500 dan torsi maksimalnya 13,2 nm pada rpm 6.500.

Yamaha Nmax 2020 menggunakan mesin 155 cc bertenaga 15,1 daya kuda pada rpm 8.000 dam torsi maksimum 13,9 Nm pada rpm 6.500. Klaim Yamaha, tenaga Nmax naik sekitar 0,3 ps dari sebelumnya.

Mesin ini Nmax juga kini punya fitur yang tidak dimiliki rivalnya yaitu Traction Control System (TCS). TCS ini berfungsi mengurangi risiko ban belakang selip di segala situasi permukaan jalan pada saat akselerasi.

Hharga PCX Rp28,933 juta dan Rp31,934 juta, sementara harga Nmax 2020 masih misterius. Namun ada kabar tipe paling murah diprediksi dijual dengan harga Rp30 jutaan.

1 2 3 929