Author Archive

Dr Swan membahas kekhawatiran dunia bila polusi tidak dikendalikan di masa depan

Dr Shanna Swan, ahli bidang kedokteran lingkungan dan kesehatan masyarakat di Rumah Sakit Mount Sinai, New York City menemukan fakta penis manusia menyusut akibat paparan polusi. Temuan ini untuk memperkuat penelitian sebelumnya dilakukan di Italia pada 2017.

 

Temuan terbarunya ditulis dalam buku yang berjudul Count Down dilansir News Sky, Jumat (26/3).

Dr Swan membahas kekhawatiran dunia bila polusi tidak dikendalikan di masa depan akan mengancam jumlah sperma, mengubah perkembangan reproduksi pria dan wanita, dan membahayakan umat manusia.

Kekhawatiran itu berdasarkan fakta selama ini. Ia juga telah menemukan bahwa bahan kimia yang disebut ftalat menyebabkan bayi manusia lahir dengan alat kelamin yang potensi cacat.

“Akibat polusi ini, semakin banyak bayi yang lahir dengan penis kecil,” tulis Dr Swan.

Penelitian Dr Swan dimulai dengan memeriksa sindrom ftalat, pengamatan pertama pada tikus. Dalam penelitian itu, ia menemukan bahwa ketika janin terpapar bahan kimia ftalat, mereka kemungkinan besar akan lahir dengan alat kelamin yang lebih kecil.

Menurut Dr Swan, bahayanya senyawa ftalat memiliki banyak kegunaan pada industri dalam membuat plastik agar lebih fleksibel. Bahan kimia itu juga digunakan untuk membuat mainan yang kemudian sangat membahayakan perkembangan manusia.

Sebab, dijelaskan Dr Swan, bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi cara produksi hormon endokrin, mengutip Euro News.com.

Dr Swan telah mengamati kesuburan pria selama empat dekade terakhir. Setelah mempelajari 185 penelitian yang melibatkan hampir 45.000 pria yang sehat, Dr Swan dan timnya menyimpulkan bahwa jumlah sperma di antara pria di negara-negara Barat telah turun 59 persen antara tahun 1973 dan 2011.

Namun muncul harapan sejak pembentukan European Environment Agency (EEA/Badan Lingkungan Eropa), warga Eropa terpapar polusi partikulat 41 persen lebih sedikit dalam dua dekade terakhir. Hasil itu diyakini bisa menghilangkan kekhawatiran hilangnya fungsi ereksi pada pria.

“Tuntutan untuk perubahan dari warga dan kebijakan telah membantu menurunkan polusi di beberapa bagian Eropa, dan dapat terus dilakukan untuk memastikan bahwa polusi bisa diturunkan di masa depan,” kata Michael Greenstone, direktur Institut Politik Energi di Universitas Chicago.

Ahli Ungkap Titik Potensi Emas di Sumatra, Jawa hingga Timur

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Iwan Setiawan menyatakan sepanjang wilayah Sumatera hingga Maluku memiliki potensi endapan emas. Namun, dia menegaskan penemuan emas di pesisir pantai Maluku Tengah hanya kebetulan.

 

“Kalau dilihat secara geologi, di sepanjang Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus ke arah Maluku itu memiliki potensi endapan emas, dan itu sudah terbukti,” ujar Iwan

Kamis (25/3).

Iwan mengatakan penambangan di sepanjang wilayah itu sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Misalnya, di Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, hingga Banyuwangi.

 

Adanya kegiatan pertambangan di beberapa wilayah itu juga terkait dengan proses magmatik. Dia berkata kegiatan magmatik sudah terjadi sejak lama dan masih terus berlangsung.

“Jadi jutaan atau ratusan juta tahun yang lalu, sepanjang Sumatera, Jawa, dan ke arah timur itu ada kegiatan magmatik yang berhubungan dengan pembentukan emas. Itu terjadi sejak lampau dan berlanjut sampai sekarang,” ujarnya.

Terkait dengan pesisir pantai lain yang berpotensi mengandung emas, Iwan berkata sulit dipastikan. Dia menilai emas di pesisir pantai Maluku Tengah itu berhubungan dengan bekas atau jejak gunung api purba.

“Dan di daerah sekitar gunung api purba itu menunjukkan gejala-gejala ubahan mineral dan hadirnya asosiasi mineral emas. Jadi jangan menganggap seluruh pesisir mengandung emas. Yang kemarin kebetulan saja,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan aktivitas magmatik biasanya terjadi di tengah daratan. Hanya sebagian aktivitas magmatik yang terjadi di pinggir daratan dan tidak menghasilkan endapan emas.

Lebih dari itu, dia menyampaikan emas di pesisir pantai Maluku Tengah diduga akibat endapan emas yang terbentuk secara primer yang tererosi atau tersedimentasi menjadi endapan sekunder.

Dia juga berharap otoritas terkait ikut memberikan edukasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan akibat ketidaktahuan masyarakat.

Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah menarik perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Penemuan itu dikaitkan dengan tambang emas baru.

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Iwan Setiawan menyatakan penemuan emas di pesisir pantai tidak ada kaitan dengan fenomena alam tertentu. Dia mengatakan emas memang bisa ditemukan di pesisir pantai karena proses alam.

“Tidak ada hubungan fenomena tertentu akibat karena penemuan emas di pantai,” ujar Iwan

Uji Klinis Vaksin Merah Putih akan Melibatkan 5.000 Relawan

Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio menyatakan uji klinis fase 1 vaksin Covid-19 Merah Putih akan dilaksanakan sekitar bulan September atau Oktober 2021. Uji klinis vaksin akan melibatkan minimal 5.000 relawan.

 

“Minimum 5.000, kalau bisa sampai 20.000 (relawan),” ujar Amin kepada CNNIndonesia.com.

Amin menuturkan LBM Eijkman sedang dalam tahap transisi dari penelitian dan pengembangan menuju industri. Dia berharap pihaknya bisa menyelesaikan transfer bibit vaksin ke Bio Farma pada akhir Maret 2021.

Setelah transfer selesai, dia berkata vaksin akan diproduksi dalam jumlah banyak untuk kepentingan uji klinis.

Lebih lanjut, Amin menyampaikan uji klinis akan berlangsung kurang lebih selama delapan bulan. Namun, dia belum dapat memastikan lebih spesifik perihal usai dan lokasi uji klinis vaksin tersebut karena masih akan dibicarakan dengan Bio Farma dengan BPOM.

“Intinya kita harus memilih mereka yang belum divaksinasi. Jadi dengan berjalannya program vaksinasi, sebaran subjeknya akan berubah nantinya,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Amin berharap vaksin Merah Putih mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada pertengahan tahun 2022. Vaksin erah Putih direncanakan untuk memenuhi minimal 50 persen kebutuhan vaksin di dalam negeri.

“Diharapkan pada pertengahan 2022 sudah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Badan POM,” ujarnya.

Lebih dari itu, Amin mengaku LBM Eijkman tidak hanya berperan dalam pembuatan bibit vaksin. Dia mengaku pihaknya akan terlibat dalam uji klinis dan produksi. Vaksin Covid-19 Merah Putih rencananya akan diproduksi Bio Farma.

“Tapi yang memegang tanggungjawab utamanya sekarang adalah industri,” ujar Amin.

1 2 3 1,101