Author Archive

Lowongan Kerja | PT BESTPROFIT FUTURES

LOWONGAN KERJA

PT BESTPROFIT FUTURES  adalah Perusahaan yang berstandar internasional yang bergerak dalam Bidang Perdagangan Komoditi. Hingga saat ini PT BESTPROFIT FUTURES sudah memiliki kantor cabang hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Saat ini membutuhkan kandidat professional untuk posisi sebagai berikut:

 BUSSINESS CONSULTANT

 Pendidikan Min. D3 Semua Jurusan

 Laki / Wanita, usia maks 25 Tahun

 Bisa mengoperasikan Komputer

 Bersedia untuk ditraining selama 3 Bulan

 Mampu Berkomunikasi dengan baik

STAF WAKIL PIALANG BERJANGKA

Min. D3/ S1 Semua Jurusan

Laki/Wanita, Usia Maks 28 Tahun

Ramah, Jujur & Teliti

Memiliki Penampilan yang menarik

Mampu Melakukan Presentasi Dengan Baik

MARKETING

Min. D1 Semua Jurusan

Laki/Wanita, Usia maks 30 Tahun

Disiplin Waktu

Memiliki Kemampuan Komunikasi Baik

Mampu Bekerja dalam Team

RECEPTIONIST

Pendidikan Min. D1 Semua Jurusan

Wanita, usia maks 25 Tahun

Mampu Berkomunikasi dengan baik

Berpenampilan menarik

STAF RECRUITMENT & TRAINING

Min. D3/ S1 Semua Jurusan

Laki/Wanita, Usia Maks 28 Tahun

Ramah, Jujur, cermat & Teliti

Mampu berkomunikasi dengan baik

Bisa mengoperasikan komputer dengan baik

Memiliki Penampilan yang menarik

JUNIOR SECRETARY

Min. D3 Semua Jurusan (Diutamakan yang memiliki

pengalaman di bidangnya min. 1 tahun)

Wanita, Usia maks 28 Tahun

Disiplin Waktu

Memiliki Kemampuan Komunikasi Baik

Cermat, teliti dan rapih

Berpenampilan menarik

Bagi anda yang memiliki kualifikasi diatas, silahkan antar Surat Lamaran secara langsung/via pos disertai CV, Foto Copy Ijazah, Foto Copy KTP/SIM, Pas Foto 3×4 (1 Lembar), kemudian dimasukkan kedalam amplop coklat dan ditujukan kepada:

Panitia Recruitment & Selection

PT BESTPROFIT FUTURES

PEKANBARU

Komplek Sudirman City Square Blok C 5-6-7

Jl. Jend Sudirman, Tengkerang Sel., Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau 28125

Phone : 0761 – 888828, Fax : 0761 – 888829

Atau Via Email Ke:

hrd.pku@bestprofit-futures.co.id

Penduduk ogah punya anak, angka kelahiran di AS menurun drastis

anakPT BESTPROFIT Angka kelahiran di Amerika Serikat menurut ke tingkat terendah dalam tiga puluh tahun terakhir. Tercatat pada 2017, hanya ada 3,65 juta bayi lahir di AS. Jumlah tersebut paling sedikit sejak 1987. Laporan dirilis Pusat Nasional Statistik Kesehatan ini menunjukkan bahwa rendahnya angka kelahiran diakibatkan oleh penduduk wanita yang selalu menunda kehamilan.

Bahkan kini, kelahiran dari kalangan wanita usia remaja hingga 20 tahunan juga menurun. Sebaliknya, kelahiran justru berasal dari wanita kisaran usia 40 sampai 44. Selain tingkat kelahiran, tingkat kesuburan penduduk AS juga menurun. Bahkan tingkat kesuburannya lebih rendah dibanding Inggris, meski AS masih tergolong tinggi dibanding beberapa negara lain. BEST PROFIT

Menurut pakar dari Universitas John Hopkins, Donna Strobino, angka kelahiran yang menurun ini biasa terjadi saat negara lebih berkembang. Banyak wanita yang lebih memprioritaskan pekerjaan dari pada kehamilan. Perempuan menjadi lebih terdidik. Mereka aktif di dunia kerja dan fokus mengejar karir mereka,” kata Strobino, dikutip dari BBC.

Dan sampai ada kebijakan yang benar-benar mengharuskan wanita berhenti sejenak dari pekerjaannya, maka kemungkinan besar mereka akan terus melanjutkan penundaan ini,” tambahnya. Sebagaimana diketahui, AS adalah satu-satunya negara maju di dunia yang tidak menyediakan jenis paket cuti keluarga kepada orangtua baru. BESTPROFIT

Selain itu, akses terhadap alat kontrasepsi juga tinggi sehingga banyak masyarakat yang memilih menunda kehamilan dari pada memiliki anak secepatnya. Jika hal ini terus berlanjut, maka di masa depan akan ada lebih sedikit orang muda di dunia kerja di AS. Di saat yang sama, rentang hidup yang meningkat juga akan membuat banyak orang lanjut usia di negara tersebut.

Mereka nantinya yang akan lebih membutuhkan perawatan dan sumber daya lain di masa mendatang. Meski demikian, ini tidak berarti populasi AS akan menurun secara drastis. Hanya saja, pertumbuhan manusia di negara adidaya ini akan berada di tingkat yang lebih lambat.

Level Rp 14.000 bukan titik ekuilibrium baru rupiah

Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changer in Jakarta, Indonesia April 26, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

PT BESTPROFIT Sepanjang pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus meredup. Pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,43% ke level Rp 14.097 per dollar AS. Bahkan, rupiah sudah sempat menembus ke atas level Rp 14.100.

Mungkinkah rupiah telah mencapai titik keseimbangan barunya? Ekonom Bank Permata Josua Pardede menampik anggapan tersebut. Ia berpendapat, posisi mata uang Garuda di level Rp 14.000 per dollar AS ini tidak mencerminkan kondisi fundamentalnya.

Ini terjadi karena faktor eksternal yang sifatnya temporer. Nantinya kalau arah kebijakan moneter AS serta pertumbuhan ekonominya sudah lebih jelas, kondisi pasar bisa berubah. Josua menilai, pelemahan rupiah hari ini menembus level terendahnya sepanjang tahun lebih disebabkan oleh sikap pasar yang masih menanti kepastian kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. BEST PROFIT

Tambah lagi, data penjualan ritel AS bulan sebelumnya direvisi menjadi lebih tinggi sehingga ada perkiraan rilis pertumbuhan ekonomi AS yang kedua bisa lebih baik dari yang pertama. Yang kian menekan nilai tukar rupiah sepanjang pekan ini, ialah juga yield surat utang negara (SUN) AS atau US Treasury bertenor 10 tahun yang saat ini berada di atas 3%.

Hal ini terjadi lantaran pemerintah China yang merupakan pembeli terbesar US Treasury mulai mengurangi pembeliannya. Naiknya yield US Treasury lantas mendorong permintaan terhadap dollar AS. Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, sepakat, posisi nilai tukar saat ini bukanlah titik ekuilibrium rupiah yang baru. Justru, menurutnya rupiah berpeluang menguat pada paruh kedua tahun ini.

Penguatan rupiah, menurutnya, akan terjadi seiring dengan kemampuan Bank Indonesia merespon kebijakan ekonomi AS. Di antaranya, dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 sampai 50 bsp hingga akhir tahun. Senada, Josua yakin rupiah bisa kembali bangkit di semester kedua nanti. Namun, ia tak begitu sepakat Bank Indonesia mengambil langkah terlalu cepat mengerek suku bunga. BESTPROFIT

Masih perlu melihat seberapa agresif perekonomian AS, tapi secara seasonal nantinya akan ada faktor-faktor pendorong juga buat rupiah,” kata dia. Menurutnya, arah kebijakan moneter AS memang masih akan menjadi penentu utama pergerakan rupiah. Oleh karena itu, lebih baik BI menunggu hingga kepastian tersebut tampak setidaknya pada Juni mendatang.

Josua memproyeksi, akhir tahun nanti rupiah berpotensi bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yaitu Rp 13.700 – Rp 14.000 per dollar AS. Sementara, Reny mantap menargetkan rupiah akan ditutup menguat pada posisi Rp 13.779 per dollar AS di akhir 2018.

1 2 3 771