Author Archive

Bumi Bahaya, Bill Gates Usul Orang Mulai Makan Sapi Sintetis

Pendiri Microsoft, Bill Gates tengah fokus membahas tentang perubahan iklim yang mengancam populasi Bumi. Hal itu berkenaan dengan buku besutannya yang berjudul How To Avoid a Climate Disaster. Salah satu yang digarisbawahi Bill Gates adalah saran untuk mengkonsumsi sapi sintetis untuk kurangi pemanasan global.

 

Bill Gates mengatakan sapi menjadi penyumbang gas metana terbesar yang dapat memberikan dampak buruk bagi atmosfer. Ia menilai, sangat sulit untuk menekan gas tersebut dan salah satunya dengan memakan protein buatan yaitu daging sapi sintetis.

“Saya tidak tahu apakah akan ada pendekatan natural soal ini. Daging sintetis akan dibutuhkan untuk masalah pemanasan global,” kata Gates saat diwawancara Technology Review.

 

Gates menyebut di negara miskin sudah berkembang daging sapi sintetis, namun produk protein buatan ini belum luas penerapannya. Namun daging sintetis dirasa belum perlu digalakkan karena masih ada solusi lain untuk menekan jumlah keluaran gas metana.

Di Amerika Serikat, jumlah emisi yang dikeluarkan lebih banyak dari sapi di Afrika. Karena produksinya sangat besar maka gas metana yang dihasilkan pun sangat tinggi. Atas dasar itu, Gates mempopulerkan daging sintetis sebagai gantinya.

“Saya pikir semua negara kaya harus 100 persen pindah ke daging sintetis. Anda akan terbiasa dengan perbedaan rasanya dan ada juga klaim bahwa rasanya akan makin baik dari waktu ke waktu,” kata Gates.

Jumlah metana di atmosfer tumbuh pesat dari tahun 2000 sampai 2017. Hal ini diyakini para peneliti sebagai pemicu pemanasan global yang menyebabkan suhu naik 4 derajat celcius pada akhir abad ini.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa ini adalah ambang batas berbahaya bagi umat manusia, yang mengarah pada peningkatan risiko bencana alam karena gangguan ekologi yang akan menyebabkan kelaparan massal.

“Emisi dari sapi hampir sama besarnya dengan emisi dari industri bahan bakar fosil untuk metana. Orang yang mencemooh gas dari pembuangan sapi tidak menyadari seberapa besar dampaknya,” ujar Dr Robert Jackson seperti dikutip Skynews.

Dikutip The Hill, Gates yang kini menjadi seorang Filantropis itu mengatakan bahwa pemusnahan sapi dinilai sebagai pendekatan yang tidak populer. Maka, menurutnya protein nabati dapat digantikan dengan protein buatan sebagai langkah awal.

Bill Gates menegaskan bahwa memecahkan perubahan iklim akan menjadi hal mengagumkan, yang pernah dilakukan umat manusia. Dibandingkan dengan tugas mengakhiri pandemi Virus Corona Covid-19.

Unpad Uji Klinis Fase 3 Vaksin Rekombinan Anhui Mulai Maret

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) berencana melakukan kembali uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co. Ltd. Uji klinis itu disebut bakal dilakukan pada awal Maret.

 

FK Unpad bersama Bio Farma dan Sinovach Biotech sebelumnya telah melaksanakan uji klinis fase III vaksin Covid-19 buatan Sinovac sejak Agustus 2020 yang melibatkan 1.620 relawan di Kota Bandung.

Sementara Anhui adalah produsen vaksin Covid-19 asal China seperti Sinovac. Produk yang sudah dihasilkan Anhui yaitu vaksin meningitis yang telah dipakai jamaah haji dan umroh di Indonesia.

Peneliti utama uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 Anhui Rodman Tarigan menjelaskan uji klinis mulai Maret akan melibatkan 4.000 relawan yang ditargetkan untuk relawan dari nonkesehatan.

Berbeda dari vaksin Sinovac, Anhui mengembangkan jenis vaksin rekombinan atau sub unit protein. Artinya platform vaksin ini diambil dari spike glikoprotein atau bagian kecil virus yang akan memicu kekebalan tubuh saat disuntikkan ke tubuh manusia.

Vaksin Anhui berbeda dari jenis vaksin Sinovac yang diambil dari virus yang dimatikan.

Rodman mengatakan vaksin rekombinan menimbulkan daya tahan tubuh lebih lama dibanding virus yang dimatikan. Contoh vaksin rekombinan yaitu untuk Hepatitis B yang berdasarkan penelitian, setelah disuntikkan tiga kali, bisa memberi kekebalan lebih lama.

“Secara teori, vaksin rekombinan bisa menimbulkan kekebalan lebih lama dan memberikan perlindungan lebih lama juga, mungkin bisa sampai 2 tahun. Namun, teori itu harus dibuktikan dengan uji klinis,” kata Rodman disitat dari website Unpad.

Hasil uji klinis fase I dan II vaksin rekombinan Anhui telah dilakukan Unpad, melibatkan masing-masing 50 subjek penelitian dan 900 subjek penelitian. Hasilnya diklaim aman dan memberikan kekebalan yang tinggi.

Unpad mendapat kepercayaan dari Perusahaan Penanaman Modal Asing dari Anhui, PT BCHT Bioteknologi Indonesia, untuk melakukan uji klinis fase III di dalam negeri. Selain di Indonesia uji klinis fase III juga bakal diterapkan di Uzbekistan, Ekuador, Pakistan, dan China.

Rodman menuturkan uji klinis fase III Anhui sudah mendapat persetujuan dari Komite Etik Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pendaftaran relawan sudah dibuka hingga 31 April mendatang.

Relawan uji klinis sendiri ditargetkan berusia 18 tahun ke atas serta tanpa batasan maksimal usia.

“Artinya di atas 60 tahun boleh ikut menjadi relawan,” ujar Rodman.

Unpad membagi uji klinis fase III menjadi dua wilayah, yakni Jakarta dan Bandung. Bandung akan mengikutsertakan sebanyak 2.000 relawan.

Relawan belum pernah disuntik vaksin

Relawan uji klinis fase III adalah orang yang tidak pernah menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac dan akan dipastikan tidak pernah Covid-19.

Rodman mengatakan pada prosesnya relawan akan mendapatkan vaksin atau plasebo (vaksin kosong). Bagi relawan penerima plasebo akan mendapatkan vaksin setelah proses uji klinis selesai.

Untuk Kota Bandung, lokasi penyuntikan uji klinis akan dipusatkan di 6 rumah sakit, antara lain RS Hasan Sadikin, RS Immanuel, RS Advent, RS Al-Ihsan, RS Unggul Karsa Medika, dan RSIA Limijati.

Setiap relawan akan menjalani tiga kali penyuntikan. Setiap penyuntikan akan dilakukan per satu bulan dan akan dilakukan pemantauan selama 14 bulan. Tim akan melihat bagaimana tingkat kekebalan, keamanan, dan efikasinya.

“Kita berharap efikasinya bisa di atas standar WHO, mudah-mudahan bisa melebihi vaksin Sinovac,” ujar Rodman.

Selanjutnya, hasil pemantauan pertama direncanakan akan diserahkan ke BPOM pada September 2021. Diharapkan, BPOM akan mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin darurat penggunaan vaksin terhitung pada September dan paling lambat Desember 2021.

Rodman mengatakan uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 Anhui ini merupakan upaya antisipasi memenuhi kebutuhan pemerintah atas vaksin Covid-19. Saat ini proses vaksinasi vaksin Covid-19 sudah mulai berjalan dan diperkirakan akan membutuhkan lebih banyak vaksin lainnya.

“Pemerintah membuka uji klinis agar ketika vaksin yang sudah diujikan ke masyarakat Indonesia dalam hal ini Bandung, hasilnya bagus, sehingga lebih mudah diterima,” ujarnya.

Menakar Potensi Blackberry-Nokia Kembali Rajai Ponsel Dunia

Beberapa dekade lalu, perusahaan teknologi raksasa Nokia sempat merajai pasar penjualan ponsel dunia. Namun keperkasaan Nokia itu berhasil dikangkangi Blackberry di medio tahun 2007.

 

Kini nasib Nokia dan Blackberry seperti hidup segan mati tak mau imbas digerus oleh ponsel atau smartphone buatan China hingga Korea Selatan. Bahkan dua nama besar Nokia dan BlackBerry yang sempat menjadi raja dan dipuji pada zamannya kini mulai dilupakan.

“Nokia dan BlackBerry itu kalau mereka meluncurkan lagi produknya sekarang lebih ke arah nostalgia saja,” ujar Pengamat Smartphone Lucky Sebastian

, Rabu (17/2).

 

Lucky mengkritik Nokia dan Blackberry kerap meluncurkan produk namun tidak mampu bersaing dengan brand kenamaan seperti Apple, Samsung atau Xiaomi serta sederet merk ponsel yang berhasil beradaptasi dan bersaing. Smartphone Nokia dan Blackberry saat ini hanya sekedar peramai pasar saja.

Ia menjelaskan, beberapa tahun belakangan ini Nokia hanya mengeluarkan produk yang ala kadarnya. Tidak memiliki kelebihan yang signifikan dari produk-produk gawai saat ini. Itulah yang membuat masyarakat tidak tertarik kepada brand lawas ini.

“Nokia ini layaknya orang suku Skandinavia. Luncurkan produk dengan spesifikasi yang minim dirasa cukup, dirasa sudah cukup canggih, chipnya sudah lebih kencang dan dirasa sudah mumpuni. Padahal untuk bersaing tidak begitu caranya,” katanya.

Lucky mengatakan, sebelumnya banyak masyarakat yang masih berharap dengan brand Nokia memiliki fitur kamera yang jernih, baterai yang kuat. Namun saat peluncuran produk, harapan akan keunggulan itu tidak muncul.

Era kejayaan Nokia memuncak pada saat Operating System (OS) Symbian banyak digunakan masyarakat di Indonesia. Namun publik jenuh, hingga digantikan BlackBerry dengan fitur unggulannya, BlackBerry Messenger alias BBM.

“Di tahun 2007-an BlackBerry sempat memiliki inovasi yang baik dengan meluncurkan ponsel yang ada messenger. Tapi ketika WhatsApp ada dan fitur Android lebih bagus, perlahan ditinggalkan,” ujar Lucky.

Lucky menilai BlackBerry dan Nokia saat ini perlu berdarah-darah untuk mengejar ketertinggalan teknologi dengan produk ponsel lainnya. Saat ini banyak smartphone yang sudah menyematkan teknologi Artificial intelligence (AI).

Blackberry yang kini dipegang perusahaan Onward Mobility dikenal memiliki keunggulan di bidang keamanan. Namun hal itu belum cukup. BlackBerry juga sempat meluncurkan ponsel berbasis Android. Namun, dengan spesifikasi minim dan harga yang relatif mahal, gawai ini dinilai tidak laku di pasaran.

“Semua brand yang mencoba comeback itu belum pernah ada yang berhasil. baik itu BlackBerry, Nokia dan Motorola,” ujarnya.

1 2 3 4 5 1,096