Author Archive

Saham Sudah ‘Murah’, IHSG Diprediksi Bergerak di Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan melanjutkan penguatannya pada Selasa (21/5). Posisi IHSG yang sudah terlampau murah akan menjadi pemikat pelaku pasar untuk kembali melakukan aksi beli di pasar modal.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal, IHSG sudah berada dalam posisi area jenuh jual (oversold). Dengan demikian, potensi untuk menguat terbuka lebar.

“Secara teknikal IHSG di area oversold mengindikasikan potensi menguat dalam jangka pendek,” kata Dennies dalam risetnya.

Ia cukup optimistis IHSG kembali ke area 6.000 hari ini. Dennies meramalkan indeks bergerak dalam rentang support 5.705-5.806 dan resistance 5.969-6.031.

Beberapa saham yang bisa dicermati, kata Dennies, antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah memproyeksi IHSG dapat mempertahankan posisinya di zona hijau. Ia menyebut secara teknikal arah indeks memang positif.

“Kami perkirakan IHSG bergerak kembali mencoba bertahan dengan support resistance 5.800-5.936,” ungkap Lanjar melalui risetnya.

Lanjar menyarankan pelaku pasar mengoleksi saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

RTI Infokom mencatat IHSG mengawali pekan ini dengan penguatan 1,37 persen ke level 5.907. Namun demikian, pelaku pasar rupanya masih banyak menarik dananya sehingga tercatat jual bersih atau net sell di all market sebesar Rp642,78 miliar.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Sebaliknya, bursa saham Wall Street justru terlihat merah tadi malam. Dow Jones terpantau melemah 0,33 persen, S&P500 0,67 persen, dan Nasdaq Composite 1,46 persen.

Gempa 7,5 M di Papua Nugini Sempat Picu Peringatan Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo 7,5 mengguncang Papua Nugini pada Selasa (14/5) malam waktu setempat. Kejadian itu sempat memicu peringatan tsunami untuk negara itu dan negara tetangganya, Kepulauan Solomon, yang saat ini sudah dicabut.

Seperti dilansir Associated Press, menurut data Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di perairan sebelah timur laut wilayah Kokopo dengan jarak 45 kilometer, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa dangkal dikhawatirkan bisa membuat dampak kerusakan di permukaan sangat besar. Namun, menurut perkiraan USGS hal itu tidak terjadi karena populasi yang minim dan jarak bangunan berjauhan.

Gempa dengan kekuatan sama mengguncang Papua Nugini pada Februari 2018 di wilayah tengah. Akibatnya 125 orang meninggal dan 35 ribu lainnya mengungsi.

Papua Nugini adalah negara yang bertetangga dengan Indonesia dan berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik. Zona ini dikenal paling aktif di dunia dengan kegiatan seismik dan gunung api.

Korut Desak AS Kembalikan Kapal Kargonya yang Disita

 

Korea Utara menuntut Amerika Serikat mengembalikan kapal kargonya yang disita pada pekan lalu karena diduga dipakai untuk transaksi melanggar sanksi internasional.

“AS seharusnya menyadari konsekuensi dari tindakannya yang seperti gangster ini dan harus mengembalikan kapal kami tanpa penundaan,” demikian pernyataan Kemlu Korut seperti dikutip AFP.

Pyongyang mengecam penyitaan kapal Wise Honest oleh Washington itu dan menganggapnya sebagai “tindakan pencurian yang ilegal.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menilai penyitaan itu adalah pelanggaran langsung terhadap semangat kesepakatan yang ditandatangani oleh Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump dalam pertemuan perdana mereka di Singapura tahun lalu.

“Amerika Serikat melakukan tindakan perampokan yang ilegal dengan menyita kapal kargo kami dan mengutip resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata jubir tersebut dalam laporan kantor berita resmi Korut, KCNA.

Pyongyang menyebut langkah itu merupakan “konsekuensi dari kalkulasi AS yang berusaha membuat Korut bertekuk lutut melalui tekanan maksimum.”

Penyitaan kapal Korut ini merupakan yang pertama kali dilakukan AS. Washington dilaporkan telah mengajukan surat perintah penyitaan kapal tersebut pada Juli 2018.

AS menyatakan Wise Honest pernah digunakan oleh perusahaan pengiriman Korea Songi Shipping Company.

Perusahaan itu dituduh melakukan transaksi ratusan ribu dolar dengan tiga bank AS. Ketiga bank AS itu disebut membantu memfasilitasi kebutuhan kapal tersebut tanpa disadari.

“Pembayaran dengan jumlah lebih dari US$750 ribu ditransmisikan melalui akun di lembaga keuangan AS sehubungan dengan pengiriman batu bara pada Maret 2018 di atas Wise Honest,” bunyi pernyataan Kementerian Kehakiman AS.

Selain itu, berdasarkan pemantau sanksi PBB, Wise Honest pernah mengangkut 25.500 ton batubara ketika disita oleh otoritas Indonesia. Laporan AS pada Maret 2018 memperkirakan nilai kargo batubara itu mencapai US$3 juta.

Pemantau mengatakan Indonesia melaporkan kapal itu terdaftar di bawah bendera Sierra Leone dan Korut.

Saat penyitaan, Indonesia juga menemukan “dokumen kargo dan izin-izin” yang menunjukkan bahwa kapal tersebut hendak melakukan transfer dari kapal ke kapal (STS) dengan sebuah kapal kargo Rusia di perairan Kalimantan Timur. Rusia telah berulang kali membantah hal tersebut.

1 2 3 4 5 862