Author Archive

Israel Tembak Mati Pemuda Palestina yang Terobos Perbatasan

 

Pasukan Israel menembak mati satu pemuda Palestina yang mencoba memanjat pagar untuk menerobos perbatasan menuju Tepi Barat pada Jumat (31/5).

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa pemuda itu memanjat pagar di dekat Betlehem untuk berkunjung ke Yerusalem di tengah bulan Ramadan.

Namun, saat pemuda itu sedang memanjat, pasukan Israel langsung menembaknya. Remaja itu sempat berjuang hidup, tapi luka tembak di tubuhnya terlalu parah hingga ia akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi kematian pemuda tersebut. Mereka melaporkan bahwa seorang remaja lainnya juga tertembak dan terluka dalam kesempatan tersebut.

Pilihan redaksi
http://www.ptbestprofit.com
http://www.ptbestprofitfutures.com
http://www.pt-bestprofit.com

Juru bicara kepolisian perbatasan Israel juga mengakui bahwa pasukannya menembak seorang warga Palestina yang mencoba menerobos ke wilayah negaranya. Namun, mereka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Israel sendiri sedang dalam siaga tinggi selama masa liburan bulan suci Ramadan. terutama setelah insiden penikaman warga mereka oleh pria Palestina pada hari ini.

Gelombang penikaman yang dilakukan warga Palestina terhadap warga Israel semacam ini mulai merebak pada 2015 lalu.

Serangan “lone wolf” itu kerap terjadi secara sporadis, terutama di wilayah perbatasan Israel-Palestina.

Israel menganggap serangan-serangan terhadap warganya itu sebagai “hasutan” dan terjadi akibat tak ada kemajuan dalam upaya perdamaian kedua negara.

Sempurna dan Langka, Durian Thailand Terjual Rp684 Juta

Meski banyak tak disukai, buah durian juga banyak dicintai. Tak tanggung-tanggung banyak orang yang berani bayar mahal demi mendapat durian yang enak dan daging yang tebal.

Baru-baru ini, buah durian bahkan laku dengan harga yang sangat mahal dalam sebuah pelelangan.

Dalam sebuah pelelangan di Thailand, buah durian ini terjual dengan harga 1,5 juta baht (Rp684,5 juta).

Durian ini berasal dari jenis kanyao, yang merupakan jenis termahal di dunia. Pelelangan ini diikuti oleh puluhan pecinta buah di Thailand pada Sabtu (1/6) lalu.

Mengutip Reuters, durian ini dipilih karena ukuran, bentuk, dan kematangannya yang sempurna. Durian ini memecahkan rekor di tahun sebelumnya dengan harga 800 ribu baht. Sebelumnya ini dipersiapkan untuk dijual di festival King of Durian 2019.

Pelelangan ini diikuti oleh sembilan jenis durian terkenal dari spesies monthong, kanyao, dan kop med tao.

Durian mahal ini didapatkan dari sebuah pertanian Pa Toi Lung Mu, Maliwan Han Chai Thai.

“Saya tahu ini adalah durian yang sangat istimewa tetapi saya kagum pada berapa harga jualnya. Saya mengharapkan bisa terjual 1 juta baht sehingga bisa menjual lebih banyak lagi.

“Saya berharap penawar tertinggi bisa makan durian. Varietas ini adalah yang paling lezat di dunia dan kami akan terus mengembangkannya.”

Durian kanyao dianggap memiliki rasa yang istimewa karena rasanya yang manis dan tekstur daging buahnya yang menyerupai krim.

Selain itu faktor kelangkaannya juga menjadi salah satu alasan durian ini dijual dengan harga mahal. Durian kanyao hampir musnah setelah banjir besar beberapa tahun lalu.

Gringgo, Aplikasi Deteksi Sampah Pakai Kecerdasan Buatan

Teknologi dapat mempermudah pengangkut sampah untuk mendeteksi jenis sampah. Deteksi ini dapat dilakukan menggunakan Gringgo merupakan aplikasi yang dibuat oleh Yayasan Gringgo Indonesia.

Aplikasi ini dibuat untuk mendeteksi berbagai jenis sampah menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Co-Founder sekaligus Chief Technology Officer Gringgo, Febriadi Pratama menjelaskan bahwa untuk saat ini aplikasi buatannya dan tim diperuntukkan untuk para pengangkut sampah yang ada di Bali.

“Jadi orang-orang kebanyakan pengangkut sampah tuh mereka sudah tahu bahwa itu [sampah plastik] sudah ada value-nya. Kita mau fokus di situ dulu sama hal-hal kecil misal sampah popok ada value-nya,” kata Febriadi di kantor Google Indonesia, Jakarta, Senin (27/5).

“Baru kami akan ngembangin ke sampah secara keseluruhan, memang takes time karena kami tahu kan image recognation tidak hanya satu lalu bisa dikenali. Kami butuh ribuan gambar untuk benar-benar akurat dan itu target kami,” lanjut dia.

Lebih lanjut Febriadi mencontohkan, sampah popok jarang diambil oleh pengangkut sampah karena dinilai tidak ada nilai jual maupun didaur ulang. Namun, menurut dia sampah popok bisa didaur ulang.

“Misal popok itu kalau dibuka banyak lapisan-lapisan yang sebenarnya bisa didaur ulang tapi enggak banyak orang tahu dan memang tidak semua pabrik itu ada untuk bisa mendaur ulang itu [popok],” jelasnya.

Ditanya soal kesulitan dalam mengidentifikasi jenis sampah, Febriadi mengatakan kesulitan yang ia dan tim hadapi ialah bercampur beragam sampah sehingga akurasi belum tepat.

Maka dari itu, Gringgo bakal membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu untuk mengumpulkan data soal jenis sampah agar identifikasi menjadi lebih tepat.

“Mungkin karena kebanyakan sampah nyampur, jadi akurasi jadi salah satu kunci yang benar-benar supaya akurat. Jadi jangan sampai botol Aqua jadi botol Ades atau botol plastik jadi ember,” tutur Febriadi.

“Pengumpulan data di awal jadi salah satu kendala karena untuk satu item sampah kita butuh banyak data dan memang goalnya nanti tidak semua pengumpulan data enggak hanya kita, tapi siapapun bisa ikut terlibat,” sambungnya.

Selain itu, Gringgo pun menargetkan untuk jangka panjang pihaknya ingin mengembangkan sistem identifikasi jenis sampah bisa diidentifikasi menggunakan kode QR.

“Salah satu long term goal kita, kita ingin punya sistem dimana trash ability itu jadi satu poin yang akan kita masukkan ke dalam sistem kita. Jadi misal botol minum pada saat kita cek barcodenya, bisa ke track botol minum ini asalnya dari mana,” ujar Febriadi.

Terkait aplikasi Gringgo, Febriadi mengatakan Gringgo belum diperkenalkan secara masif di Play Store maupun Apps Store. Ia mengatakan pihaknya masih melakukan uji coba secara internal.

Yayasan Gringgo Indonesia merupakan salah satu dari 20 organisasi nonprofit dan perusahaan yang

bergerak di bidang sosial dari 12 negara yang menerima hibah dari Google AI Impact Challenge, dari total 2.600 peserta.

1 2 3 4 5 867