Author Archive

3 Unsur dalam Kepuasan Bekerja

kerjasama timTerlalu banyak orang bekerja keras dalam pekerjaan yang membuat mereka tidak puas dan bahagia. Untuk menghindari itu atau meringankan situasi kerja yang kurang membahagiakan, temukan posisi yang memungkinkan Anda untuk melakukan 3 unsur berikut ini:

1. Apa yang Anda ingin lakukan.

Jika apa yang Anda suka lakukan memiliki kebermanfaatan, seharusnya itu menjadi bagian dari karir Anda juga.

2. Apa yang Anda lakukan dengan terbaik.

Banyak orang menghabiskan waktu mencoba memperbaiki berbagai area kelemahannya. Fokuskan energi Anda pada penguasaan apa yang menjadi kelebihan Anda.

3. Apa yang berharga bagi perusahaan.

Pikirkan bagaimana kelebihan Anda bisa dimanfaatkan demi kemajuan perusahaan, unit kerja atau setidaknya tim Anda. Dengan ikut berkontribusi, Anda akan merasa lebih terlibat.

Jika peran Anda yang sekarang tidak memenuhi ketiganya, saatnya Anda menyesuaikan tanggung jawab yang Anda bisa pikul, atau melimpahkannya pada pihak lain yang lebih kompeten. Jika ada ketimpangan, pertimbangkan untuk melakukan penyesuaian kembali

 

4 Alasan Konsumen Tak Membeli

produk-israel1.Produk tidak sesuai standart

Konsumen memiliki standar terhadap produk yang akan dibeli, dan Anda tidak bisa ikut campur dalam menentukan standar tersebut. Biasanya, kriteria umum yang menentukan standar konsumen adalah harga, kualitas, serta bentuk.

2.Produk mudah di buat / ditiru

Konsumen biasanya tidak akan tertarik dengan produk yang menurut mereka mudah dibuat sendiri. Jika produk Anda masuk dalam kriteria ini, sebaiknya cari strategi lain untuk mempromosikannya.

3.Tidak ada penawaran spesial / Diskon

Anda pasti tahu jika ada konsumen yang berpredikat pemburu diskon. Konsumen tipe ini biasanya akan membeli produk apapun yang dilabeli “diskon”. Penawaran harga murah memang selalu memikat. Kenapa Anda tidak coba memberi diskon untuk produk Anda?

4.Produk tidak menarik dan tak terdapat nilai jual

Istilah “Don’t Judge a Book by Its Cover” benar adanya. Namun seringkali tidak berlaku dalam bisnis. Tak bisa dipungkiri bahwa cinta pada pandangan pertama konsumen terhadap produk dagang adalah dari kemasan yang ia lihat saat pertama kali. Jika produk Anda dikemas menarik dan calon konsumen tertarik menyentuh atau merasakannya, maka Anda tinggal selangkah lagi membuat konsumen itu mengeluarkan uangnya demi produk Anda

Tunggu Pilpres, Ciputra Tunda Pembangunan 10 Proyek Properti

indexJakarta -PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menunda pembangunan 10 proyek pada 2014 karena menunggu pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres). Proyek-proyek tersebut terdiri dari pembangunan perumahan, hotel, dan rumah sakit.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan penundaan ini merupakan refleksi dari keinginan investor. Perseroan akan menunggu apakah pilpres berjalan aman, stabil, dan 1 atau 2 putaran.

Timing-nya memang setelah pemilu, praktis semester II. Itu jika berlangsung 1 putaran,” ungkap Tulus di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Bila Pilpres tidak 1 putaran, lanjut Tulus, maka proyek-proyek tersebut akan ditunda kembali. Dampaknya akan membuat target penjualan sulit tercapai. Perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 10 triliun pada tahun ini.

“Agak problem kalau berlangsung dua putaran,” ujarnya.

Pilpres yang berlangsung aman, tambah Tulus, dapat membentuk iklim investasi yang kondusif. Namun jika ada kericuhan, maka proyek yang berjalan pada semester I akan terganggu dan mempengaruhi persepsi investor.

“Ya persepsi itu berpengaruh. Sekarang yang mendistorsi kan persepsi,” sebutnya

Tulus sendiri masih optimistis pilpres dapat berjalan lancar, aman, dan 1 putaran. Ini akan membuat proyek-proyek properti bisa dijalankan dan target penjualan perseroan tercapai.

“Dengan stabilitas politik dan ekonomi, kami luncurkan 10 proyek baru yang mendukung target penjualan kami,” tegasnya.

Tulus menyebutkan 10 proyek tersebut berlokasi di Kemayoran, Fatmawati, Maja, Malang, Pontianak, Serang, Samarinda, Bali, dan Ringraod Jakarta Barat. Nilainya beragam, untuk perumahan sekitar Rp 50-100 miliar, hotel Rp 1 triliun, dan rumah sakit Rp 250 miliar.

“Untuk hotel akan didanai secara gradual oleh bank. Kemudian kalau pengembangan perumahan itu dana sendiri saja,” tutur Tulus

1 815 816 817 818 819 820