Belum Ada Katalis, Harga Emas Merosot

Harga-Emas-Turun-DrastisBestprofit Pekanbaru – Hingga siang ini, harga emas melemah sebesar 0,34% seiring minimnya katalis positif yang baru. Bagaimana arah berikutnya?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan hingga pukul WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$4,50 (0,34%) ke posisi US$1.332,9 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas terkoreksi kembali ke bawah area US$1.335 per troy ounce. “Tidak adanya berita baru mendorong kembali harga turun ke bawah kisaran US$1.335 ini,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Senin (14/7/2014).

Harga emas, lanjut dia, sempat menguat akibat kekhawatiran soal bank terbesar kedua Portugal yang mengalami krisis. “Belum lagi dengan laporan penurunan output produksi emas Afrika Selatan Bulan Mei yang turun -2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Harga kini, lanjut dia, berada di kisaran US$1.332 per troy ounce. “Selama harga berada di bawah resisten US$1.335, harga berpeluang menguji area support di US$1.328 dan mungkin bisa ke area support berikutnya di US$1.325 per troy ounce. Angka tersebut merupakan Moving Average (MA) 200 grafik 1 jam,” papar dia.

Di sisi lain, lanjut Ariston, pergerakan naik di atas resisten US$1.335 per troy ounce, berpeluang membuka potensi kenaikan kembali ke area US$1.338-1.342.

Market mover penting hari ini untuk pergerakan harga emas adalah testimoni Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) di hadapan Komite Urusan Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa. Testimoni tersebut berisi mengenai ekonomi dan kebijakan moneter saat ini dan yang akan datang. “Hal ini bisa mempengaruhi kekuatan dolar AS dan berimbas pada harga emas,” imbuh Ariston.

Comments are closed.