Berharap Emas Naik, Menahan Laju Koreksi 2 Minggu

Harga emas menguat tipis menjelang akhir perdagangan minggu ini, membuka harapan harga emas mampu menahan laju penurunannya selama dua minggu ini ditengah sikap menunggu investor pada data laporan ketenaga kerjaan AS dalam beberapa jam mendatang. Membaiknya kondisi ekonomi AS akan berdampak pada kebijakan stimulus yang akan dilakukan oleh Bank Sentral AS dan berujung pada arah perdagangan emas.

Bestprofit Pekanbaru – Pada tengah sesi perdagangan Asia hari ini, Jumat (06/06) harga emas diperdagangkan naik $1,255.86 per ons dari sebelumnya diharga $1,253.63 atau naik 0.5 persen dalam pekan ini. Harga emas pada perdagangan kemarin juga naik $1,257.73, tertinggi sejak 30 Mei silam. Langkah ECB, European Central Bank dengan suku bunga negative telah membuat Euro menguat.

Data terkini AS diperkirakan bisa menambah pekerjaan sebesar 215 ribu pekerja dibulan Mei, setelah data dari pihak swasta pada minggu ini menyatakan hanya terjadi sedikit penambahan pekerja pada bulan lalu, bahkan lebih sedikit dari perkiraan. Harga emas terbenam 28 persen sepanjang 2013 mengakhiri tren kenaikan harga emas dalam 12 tahun setelah The Fed mulai mengurangi besaran dana untuk membeli obligasi sebagai bagian dari kebijakan moneter untuk menstimulus ekonominya. The Fed yang akan mengadakan pertemuan rutin pada 17-18 Juni nanti diperkirakan akan mengurangi besaran dana ini terlebih jika kondisi ekonomi menunjukkan perbaikan, sejalan dengan kenaikan bursa saham AS.

Kebijakan ECB memang membuat pasar berhenti sejenak dari penurunannya. Investor akan kembali memfokuskan perhatiannya pada data ekonomi AS. Harga emas untuk kontrak perdagangan bulan Agustus diperdagangkan pada harga $1,255.90 per ons di akhir hari Kamis di bursa Comex – New York, dari sebelumnya di harga $1,253.30.

Comments are closed.