Defisit perdagangan AS sentuh level terendah pada April 2018

A tugboat sails past a container ship in Tanjung Priok Port, Jakarta, Indonesia April 16, 2018. REUTERS/Darren Whiteside

PT BESTPROFIT Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) sepanjang April lalu berhasil turun ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Penurunan defisit terjadi lantaran ekspor AS melonjak ke level tertinggi tahun ini ditopang oleh pengiriman bahan industri dan kedelai.

Mengutip Reuters, Departemen Perdagangan AS melaporkan, Rabu, defisit perdagangan turun 2,1% menjadi US$ 46,2 miliar. Angka ini menjadi defisit terkecil AS sejak September 2017. Data perdagangan AS di bulan Maret juga direvisi dari sebelumnya mencatatkan defisit sebesar US$ 49 miliar menjadi US$ 47,2 miliar.

Hasil data defisit perdagangan AS bulan April ini juga jauh lebih baik dari konsensus ekonom yang disurvei Reuters. Ekonom memperkirakan defisit perdagangan AS masih akan berada di kisaran US$ 49 miliar. BEST PROFIT

Dari segi ekspor, barang dan jasa AS sepanjang April naik 0,3% ke level rekor US$ 211,2 miliar. Peningkatan ekspor didominasi pengiriman pasokan industri, seperti bahan bakar minyak dan produk minyak bumi senilai US$ 1,3 miliar. Ekspor kedelai dan jagung juga meningkat masing-masing senilai US$ 0,3 miliar. Dengan begitu, AS telah mencatat peningkatan ekspor selama tiga bulan beruntun.

Kendati demikian, ekspor pesawat komersial AS jatuh US$ 2,8 miliar. Ekspor ke China juga mengalami penurunan 17,1% di bulan April. Sementara, impor barang dan jasa turun 0,2% menjadi US$ 257,4 miliar. Diikuti penurunan barang konsumen US$ 2,8 miliar akibat berkurangnya impor ponsel dan barang rumah tangga sebesar US$ 2,2 miliar. Impor kendaraan bermotor AS juga turun US$ 1 miliar.

Adapun, data defisit perdagangan yang telah disesuaikan dengan inflasi alias defisit perdagangan riil AS, tercatat mengecil menjadi US$ 77,5 miliar dari sebelumnya US$ 78,2 miliar. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, rata-rata defisit perdagangan riil AS berada di bawah US$ 82,5 miliar. BESTPROFIT

Tren defisit perdagangan AS yang terus berkurang diproyeksi akan berkontribusi pada data produk domestik bruto (PDB) AS di akhir kuartal kedua mendatang. Data yang kuat, mulai dari manufaktur hingga belanja konsumen, serta pasar tenaga kerja, membuat Federal Reserve Bank of Atlanta memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua akan mencapai 4% secara tahunan.

Di sisi lain, para ekonom berpandangan, kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump, khususnya ke China, tidak banyak berpengaruh pada pengurangan defisit perdagangan AS. Terbukti, sepanjang April nilai impor China ke AS tidak mengalami perubahan. Justru, data mencatat defisit perdagangan barang AS yang sensitif secara politik dengan Cina meningkat 8,1% menjadi US$ 28,0 miliar.

Comments are closed.