Fed dan geopolitik bikin Wall Street tak berdaya

FILE PHOTO: A street sign for Wall Street is seen outside the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York City, U.S. December 28, 2016. REUTERS/Andrew Kelly/File Photo

 

Best Profit | Fed dan geopolitik bikin Wall Street tak berdaya

 

Best Profit – NEW YORK. Pasar saham AS mencatatkan penurunan pada akhir transaksi perdagangan Senin. Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 51,37 poin atau 0,24% menjadi 20.954,34. Saham Travelers menjadi saham dengan penurunan terdalam. Sedangkan Caterpillar menjadi saham dengan kenaikan tertinggi.

Sementara, indeks S&P 500 mencatatkan penurunan 7,81 poin atau 0,33% menjadi 2.375,31. Sektor material dan sektor finansial mengalami penurunan terbesar di antara sepuluh sektor lainnya. Sedangkan sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mendaki. Adapun indeks Nasdaq turun 21,58 poin atau 0,37% menjadi 5.849,16.

Dalam setiap tiga saham yang turun, terdapat satu saham yang naik di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 795,71 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,224 miliar saham. Ada beberapa faktor yang membuat pasar saham AS tak bertenaga.

Pertama, kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh The Federal Reserve membuat investor cemas. Di sisi lain, ada kecemasan mengenai situasi geopolitik global yang memanas. Sepertinya gambaran fundamental masih di sana. Namun, di saat yang sama, Anda mengalami sejumlah peristiwa di Maret yang membuat orang cemas. Kita sudah mulai melihat itu terjadi,” jelas Art Hogan, chief market strategist Wunderlich Securities.

Sekadar informasi, berdasarkan CME Group’s FedWatch Tool, ekspektasi market untuk kenaikan suku bunga AS sudah mencapai 86,4% pada Senin kemarin. Komite The Fed akan menggelar pertemuan pada 14-15 Maret mendatang.

Kenaikan suku bunga pada Maret bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah berapa kali suku bunga akan dinaikkan. Jika mereka tetap dengan rencana tiga kali tahun ini, maka market akan baik-baik saja,” jelas Jeremy Klein, chief market strategist FBN Securities.

Satu-satunya faktor yang menghambat The Fed untuk mengerek suku bunga pada titik ini adalah laporan tenaga kerja Februari, yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat mendatang. Berdasarkan hasil polling Reuters, ada sekitar 186.000 penambahan lapangan kerja pada bulan lalu.

Selain itu, investor juga masih mengamati perkembangan geopolitik global setelah Korea Utara menembakkan empat rudal balistiknya kemarin. Tiga di antaranya mendarat di zona ekonomi eksklusif Jepang.

Best Profit

Comments are closed.