Harga emas mendekati level US$ 1.200

A set of 28 gold medallions by Pablo Picasso, estimated between $449,000 and $513,000 by Sotheby's, is shown at a preview by the auction house in Hong Kong, China January 13, 2017. REUTERS/Bobby Yip

 

Best Profit | Harga emas mendekati level US$ 1.200

 

Best Profit – JAKARTA. Meski sempat menembus level US$ 1.200 per ons troi pekan lalu, harga emas kembali melemah. Tapi ada peluang harganya menguat lagi di awal pekan ini. Jumat lalu, harga emas kontrak pengiriman Februari 2017 di Commodity Exchange tergerus 0,30% ke level US$ 1.196,20 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Namun sepekan kemarin harganya menguat 1,94%.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst Asia Tradepoint Futures, mengatakan, pelemahan harga emas akhir pekan lalu merupakan koreksi teknikal. Ditambah lagi Gubernur The Fed, Janet Yellen menyampaikan optimisme atas kenaikan upah tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat (AS).

Lalu ada ketidakpastian kebijakan Trump, sehingga rentang pelemahan terbatas,” tutur Deddy. Pekan lalu, Donald Trump menyampaikan pidato perdana pasca terpilih sebagai presiden. Tapi ia belum memberikan pernyataan yang jelas terkait kebijakan ekonomi AS. Hal ini membuat USD terkoreksi.

Pada Senin ini, data ekonomi terbaru AS minim, sehingga harga emas berpeluang mendekati area US$ 1.200 per ons troi. “Secara fundamental ada beberapa faktor yang bisa mendukung harga emas, misal ketidakpastian Trump dan potensi terjadinya hard Brexit,” tutur Deddy.

Selain itu, kebutuhan dan permintaan emas fisik di China pun turut meningkat jelang Imlek. “Emas dapat kembali menembus US$ 1.200 per ons troi dalam waktu dekat,” ujar Deddy memperkirakan.

Sebaliknya, Alwi Assegaff, Analis SoeGee Futures, bilang, karena harga emas ditutup di bawah level resistance US$ 1.200 pada akhir pekan kemarin, maka harga emas berada dalam tren bearish. Kalau mau menembus level resistance US$ 1.200 lagi, harus ada berita yang mengguncang, seperti referendum Brexit tahun lalu,” ujar Alwi.

Secara fundamental, saat ini tak banyak sentimen positif yang melingkupi pergerakan harga emas. Melemahnya neraca perdagangan China di Desember 2016 menimbulkan kekhawatiran permintaan emas akan menyusut.

Pelantikan Trump di akhir pekan ini juga membayangi harga emas. Alwi memprediksi, harga emas hari ini akan terkoreksi dan bergerak di kisaran US$ 1.171–US$ 1.206. Sepekan ke depan harga bergerak di kisaran US$ 1.165–US$ 1.218 per ons troi.

Harga emas baru akan naik di akhir bulan, bersamaan dengan Imlek. Secara teknikal, Deddy menganalisa harga emas bergulir di atas moving average (MA) 50, namun masih di bawah MA 100 dan 200, mengindikasikan peluang kenaikan terbatas.

MACD di area positif. RSI level 63 dan stochastic level 73 juga mengarah naik. Deddy memperkirakan harga emas hari ini bergerak di kisaran US$ 1.187–US$ 1.206 per ons troi. Sepekan ke depan, harga akan bergerak di kisaran US$ 1.180–US$ 1.1214 per ons troi.

Best Profit

Comments are closed.