Indonesia berpotensi masuk indeks obligasi global

JAKARTA, 8/10 - AKTIVITAS PASAR GLOBAL. Karyawan mengamati pergerakan harga saham melalui monitor di Dealing Room (Ruang Perdagangan Pasar) Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Senin (8/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSH) jeda siang, dibuka naik +2,8 poin atau 0,06% ke 4.314,114 . Sejak perdagangan dibuka indeks tersebut sudah bergerak di kisaran 4.324,776 hingga 4.308,039 dari 453 emiten, 92 saham bergerak naik, 111 turun, dan 250 lainnya stagnan. FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan/ss/nz/12

PT Best Profit Futures Pekanbaru Sentimen positif terus menghinggapi Indonesia. Terbaru, Bloomberg akan memasukkan Indonesia dalam Indeks Agregat Obligasi Global atau Global Bond Index. Bila masuk, obligasi Indonesia akan mengisi 0,23% porsi indeks obligasi dunia.

Pengumuman masuk atau tidaknya obligasi Indonesia dalam indeks tersebut dilakukan Januari 2018. Bila benar terjadi, analis Goldman Sachs Group Inc memprediksi, bursa obligasi Indonesia berpotensi kemasukan dana segar US$ 4 miliarUS$ 5 miliar. Best Profit Pekanbaru

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia Anil Kumar menyatakan, porsi 0,23% dalam indeks global mengacu pada obligasi pemerintah saja. “Asing bisa masuk lagi selama rupiah stabil,” jelas Anil kepada KONTAN, kemarin. PT Bestprofit Pekanbaru

Sejak akhir September hingga 2 November, dana asing keluar dari surat berharga negara sebesar Rp 17,65 triliun. Tapi secara year to date (ytd), asing telah memasukkan Rp 135,91 triliun, naik 20,41%.

Dengan rating investment grade, Fund Manager Capital Asset Management Desmon Silitonga menilai, Indonesia layak masuk indeks obligasi global. Meski kapitalisasi obligasi Indonesia di bawah Jepang, China dan Singapura, trennya naik setiap tahun.

Yield juga menarik. Di Asia Pasifik, surat utang tenor 10 tahun milik Indonesia berada di urutan ketiga, dengan yield mencapai 6,69%. Di urutan teratas ada Pakistan dengan yield 8,00% dan India 6,88%. Bestprofit Pekanbaru

Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, optimistis, masuknya Indonesia dalam indeks obligasi global akan mendorong capital inflow. Saat ini Global Bond Index kawasan Asia Pasifik diisi obligasi dari Jepang, Australia, Hong Kong, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan dan Thailand.

Yang terang, kini obligasi Indonesia makin diburu investor, termasuk obligasi korporasi. Pekan lalu, misalnya, peminat global bond PT Chandra Asri Tbk mencapai US$ 2,2 miliar atau oversubscribed 7,3 kali dari target US$ 300 juta. Tak lama berselang, giliran obligasi dollar AS PT Indika Energy Tbk oversubscribed hingga enam kali lipat. Bpf Pekanbaru

1Pingbacks & Trackbacks on Indonesia berpotensi masuk indeks obligasi global

Leave a Reply