Indonesia kian positif di mata investor asing

Seorang pria memerhatikan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/5). Merespons pengumuman naiknya peringkat kredit Indonesia menjadi "investment grade" oleh lembaga pemeringkat S&P Global Ratings, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah ditutup menguat menguat 174,79 poin atau 3,09 persen ke level 5.820. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.

 

Best Profit | Indonesia kian positif di mata investor asing

 

Best Profit – JAKARTA. Pengumuman kenaikan rating oleh Standard & Poor’s (S&P) disambut dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks saham sempat naik ke level 5.825,21 sebelum akhirnya ditutup di 5.791,88, rekor penutupan tertinggi dalam sejarah, Jumat lalu.

Memang, asing justru mencatat penjualan bersih Rp 101,14 miliar. Tapi, sejumlah analis berpendapat, kenaikan peringkat dari S&P berpotensi mendorong dana yang berasal dari luar negeri masuk ke pasar saham maupun pasar obligasi Indonesia. Sekadar info, sejak awal tahun, dana asing masih mencatat pembelian bersih Rp 28,02 triliun di bursa saham.

Analis NH Korindo Sekuritas Bima Setiaji mengatakan, upgrade ini berpotensi mendatangkan dana segar ke Indonesia. Potensi yang terlihat antara lain dari Jepang, di antaranya dari dana pensiun Jepang. Asal tahu saja, dana pensiun Jepang adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Menurut Bima, potensi dana pensiun Jepang untuk masuk ke pasar saham maupun obligasi di Indonesia bisa mencapai US$ 1 miliar. “Apalagi Moody’s dan Fitch telah memberi outlook positif, yang menandakan ada kemungkinan peringkat utang Indonesia naik lebih tinggi dari saat ini. Jadi ada kemungkinan besar capital inflow ke Indonesia bakal lebih besar.

Taye Shim, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan potensi dana asing untuk masuk ke Indonesia menjadi lebih tinggi setelah Indonesia mengantongi status investment grade dari S&P. Menurut dia, investor asing mulai melihat Indonesia dengan pandangan yang lebih baik usai pemeringkatan S&P. “Kami berharap aliran investasi ke Indonesia akan terus terjadi.

Aliran dana ini bisa berbentuk investasi langsung maupun investasi portofolio. Tapi, Taye tidak bisa memprediksi potensi dana asing yang akan masuk ke Indonesia. Alvin Pattisahusiwa, Direktur Investasi Manulife Aset Manajemen Indonesia sepakat rating baru atas investasi Indonesia akan berdampak positif di pasar saham dan obligasi.

Sejak awal tahun saja aliran dana asing deras masuk ke pasar obligasi dalam negeri,” kata dia. Alvin yakin aliran dana investor asing bakal makin besar. “Kenaikan rating otomatis akan menambah dana asing yang masuk ke pasar dalam negeri,” jelas dia. Apalagi yield obligasi Indonesia masih menarik.

Best Profit

Comments are closed.