Ini laporan keterbukaan Harley-Davidson yang membuat berang Presiden Trump

Moge Harley-Davidson tampak di Hamburg Harley Days di Hamburg, Jerman, 22 Juni 2018

PT BESTPROFIT Genderang perang dagang yang ditabuh Presiden AS Donald J. Trump terhadap negara-negara maju mulai menjadi bumerang bagi sebagian perusahaan AS. Pabrik motor gede Harley-Davidson Inc., salah satunya. Kemarin Harley, sebagai perusahaan publik yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE), menyampakan keterbukaan informasi kepada otoritas pasar modal AS, Securities and Exchanhe Commission (SEC), yang mengejutkan publik.

Bahkan laporan ini telah membuat berang Presiden Trump.Melalui Twitter, Trump menyampaikan keterkejutan dan kecewaannya. Dia menyebut Harley sebagai perusahaan AS pertama yang mengibarkan bendera putih. Dalam laporan keterbukaan tersebut Harley membeberkan rencana untuk memindahkan basis produksi untuk pasar Uni Eropa dari AS ke fasilitas internasional mereka. BEST PROFIT

Langkah ini  mereka ayunkan merupakan respon terhadap kenaikan tarif impor Uni Eropa yang diterapkan kepada moge produksi Harley yang mulai berlaku 22 Juni 2018. Secara terus terang, Harley juga menyebut kenaikan tarif oleh Uni Eropa tersebut sebagai respon terhadap pemberlakukan tarif baja dan aluminium AS terhadap Uni Eropa.

Harley juga membeberkan kalkulasi untung rugi sehingga mereka memutuskan memindahkan produksi sebagian motor mereka ke luar AS. Berikut cuplikan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan Harley-Davidson Inc. yang bisa diakses melalui salah satu laman arsip SEC ini: Uni Eropa memberlakukan tarif atas berbagai produk buatan AS, termasuk sepeda motor Harley-Davidson. Tarif ini, yang berlaku efektif 22 Juni 2018, diberlakukan sebagai respons terhadap tarif yang dikenakan AS pada baja dan aluminium yang diekspor dari UE ke AS.

Akibatnya, tarif UE untuk sepeda motor Harley-Davidson yang diekspor dari AS meningkat dari 6% menjadi 31%. Harley-Davidson memperkirakan tarif ini akan menghasilkan biaya tambahan sekitar rata-rata $ 2.200 per sepeda yang diekspor dari AS ke UE. BESTPROFIT

Harley-Davidson yakin peningkatan biaya yang luar biasa ini, jika diteruskan ke dealer dan pelanggan ritelnya, akan memiliki dampak merugikan langsung dan langgeng terhadap bisnisnya di kawasan ini, mengurangi akses pelanggan ke produk Harley-Davidson, dan berdampak negatif terhadap keberlanjutan bisnis dealernya. Oleh karena itu, Harley-Davidson tidak akan menaikkan harga eceran yang disarankan produsen atau harga grosir kepada dealernya untuk menutupi biaya tarif pembalasan.

Dalam waktu dekat, perusahaan akan menanggung dampak signifikan yang dihasilkan dari tarif ini, dan perusahaan memperkirakan biaya tambahan untuk sisa 2018 menjadi sekitar $ 30 hingga $ 45 juta. Dalam basis setahun penuh, perusahaan memperkirakan dampak tahunan agregat karena tarif Uni Eropa sekitar $ 90 hingga $ 100 juta.

Untuk mengatasi biaya substansial dari beban tarif jangka panjang ini, Harley-Davidson akan menerapkan rencana mengalihkan produksi sepeda motor untuk tujuan Uni Eropa dari AS ke fasilitas internasionalnya untuk menghindari beban tarif. Harley-Davidson mengharapkan peningkatan produksi di pabrik internasional akan membutuhkan investasi tambahan dan dapat memakan waktu setidaknya 9 hingga 18 bulan untuk sepenuhnya selesai.

Comments are closed.