Inilah keputusan rapat Federal Reserve

Federal Reserve Board Chairwoman Janet Yellen holds a news conference after the Fed released its monetary policy decisions in Washington, U.S., June 14, 2017. TPX IMAGES OF THE DAY

PT Best Profit Futures Pekanbaru Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve memulai langkah penarikan kembali stimulus ekonomi yang diguyurkan sejak krisis finansial 10 tahun lalu. The Fed akan memulai pengurangan neraca bulan depan.

Neraca The Fed telah menggelembung higga US$ 4,5 triliun. Aset ini terutama berupa surat utang pemerintah AS dan efek beragun aset KPR yang dulu dibeli lewat program quantitative easing. Best Profit Pekanbaru

Pengurangan aset ini akan dimulai bulan Oktober. The Fed mengumumkan rencana ini setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) hingga Rabu (20/9) yang berakhir semalam. Pada saat bersamaan, bank sentral AS menahan suku bunga acuan di level 1%-1,25%. Tapi, bank sentral mengindikasikan peluang satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini. PT Bestprofit Pekanbaru

Selain itu, para pejabat The Fed memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga akan lebih lambat hingga tahun 2019. Setelah revisi prediksi, kemungkinan akan ada tiga kali kenaikan suku bunga pada 2018 dan dua kali pada 2019.Pergerakan bursa AS dipengaruhi oleh kebijakan The Federal Reserve pada Rabu.

The Fed mengumumkan bahwa mereka akan memulai membuka neraca perdagangan mereka senilai US$ 4,5 triliun pada Oktober mendatang. Selain itu, The Fed tidak menaikkan suku bunga acuan dari posisi saat ini di kisaran 1% hingga 1,25%. Meski demikian, prediksi market terkini menunjukkan, The Fed masih berkemungkinan besar menaikkan suku bunga acuannya. Namun ada juga analis yang berpendapat sebaliknya.

Dewan Gubernur The Fed juga mengerek prediksi pertumbuhan ekonomi. Juni lalu, FOMC memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,1%. Pada rapat kemarin, The Fed menaikkan prediksi produk domestik bruto AS menjadi 2,2%. Bestprofit Pekanbaru

Keputusan lain, bank sentral menurunkan outlook inflasi dari 1,7% tahun ini menjadi hanya 1,5%. Federal Reserve juga memangkas prediksi inflasi tahun depan dari 2% menjadi 1,9%. Artinya, The Fed memperkirakan target inflasi 2% baru tercapai tahun 2019. “Pengukuran inflasi berdasarkan survei masih rendah, sedangkan untuk jangka panjang, ekspektasi inflasi hanya sedikit berubah,” ungkap The Fed. Bpf Pekanbaru

Comments are closed.