Investor lokal jaga performa IHSG lewat perbankan

JAKARTA,22/09-MENAHAN KEJATUHAN IHSG. Pekerja melakukan renovasi gedung Bursa Efek Indonesia, jakarta, Jumat (22/09).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 5 poin atau 0,09% ke level 5.911,71 pada Jumat (22/9). Penguatan indeks ini ditopang oleh volume transaksi 7,79 miilar saham dan nilai transaksi Rp 7,38 triliun. KONTAN/Fransiskus SImbolon/22/09/2017

PT Best Profit Futures Pekanbaru Tak terasa, indeks harga saham gabungan (IHSG) telah memasuki kuartal terakhir tahun ini. Mengutip Bloomberg, bila menilik kinerja per kuartal (QoQ), pada kuartal 3-2017, indeks mengalami ntt sell asing terbesar selama tiga tahun terakhir. Nilainya mencapai Rp 28,1 triliun.

Capaian tersebut, melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada kuartal 4-2016. Saat itu, nett sell asing mencapai Rp 18,28 triliun. Rekor sebelumnya, juga diraih pada kuartal 3-2015. D imana saat itu, nett sell asing mencapai Rp 16,87 triliun. Best Profit Pekanbaru

Liyanto Sudarso, Investment Analyst MNC Asset Management justru menilai IHSG saat ini cukup anomali. Lantaran asing terus melakukan nett sell dan rupiah sedang tren melamah. Dikarenakan rencana penerapan pemotongan US Corporate Tax, rencana The Fed mengurangi beban asetnya pada Oktober nanti, dan adanya potensi naik suku bunga The Fed ke-3 akhir tahun ini. PT Bestprofit Pekanbaru

Tapi investor lokal terus menjaga performa index terutama dari sektor perbankan,” ujarnya kepada Kontan.co.id. Bulan Oktober, akan ada laporan keuangan kuartal III. Dia menyatakan, bila dalam laporan keuangan kuartal-III, sektor perbankan bisa menjaga rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) kurang dari 3%, investor lokal bisa menjaga indeks dengan sektor perbankan.

Saat ini, rata-rata sekarang 2,97% dan Produk Domestik Bruto (PDB) bisa di atas 5%. “Mungkin investor lokal akan terus jaga indeks dengan sektor perbankan. Selain itu, kita juga lihat data inflasi,” ujar Liyanto kepada KONTAN. Bestprofit Pekanbaru

Dengan momentum saat ini, dia mencermati emiten JSMR paling menarik. Pasalnya, pada awal kuartal 4, JSMR sudah menerapkan sistem pembayaran yang cashless atau full GTO. Itu artinya expense cost mereka dalam bentuk wages akan menurun dan dari sensitivity analysis ini dapat menurun kan cost mereka sekitar 30%.

Alhasil dengan cost yang turun otomatis berimpact positif untuk bottom line mereka,” imbuhnya.Selain itu, emiten sektor pertambangan batubara juga diprediksi menarik. Selama harga batubara stabil diatas US$ 90 per metric ton. Bpf Pekanbaru

Comments are closed.