McDonald’s berencana menjadi resto siap saji yang ramah lingkungan

FILE PHOTO: A McDonald's restaurant is seen next door to a KFC and a Virgin Active gym in Hillcrest, South Africa September 28, 2017. REUTERS/Rogan Ward/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS 29 JAN FOR ALL IMAGES

PT BESTPROFIT Jaringan restoran cepat saji Amerika Serikat (AS), McDonald’s Corp. tengah berupaya menggenjot penjualan dengan cara meningkatkan citranya sebagai restoran ramah lingkungan. Perusahaan asal AS ini berjanji untuk memotong emisi gas rumah kaca.

Mengutip Bloomberg, Selasa, rantai restoran terbesar di dunia akan menambahkan lampu LED dan menggunakan peralatan dapur yang lebih efisien, seperti panggangan dan penggorengan, dalam upaya mengurangi emisi di restoran dan kantor miliknya sebesar 36% pada tahun 2030.

Sementara, perubahan produksi daging sapi, akan mampu menurunkan efek rumah kaca dari rantai pasokan perusahaan sebesar 31%. Pemasok McDonald’s bereksperimen dengan praktik penggembalaan gaya baru, di mana ternak di rotasi di seluruh bagian padang rumput. BEST PROFIT

Hal tersebut ternyata memungkinkan tanah untuk pulih lebih cepat dan mengurangi gas yang timbul dari ternak. Melalui dua metode gabungan ini, McDonald’s yakin efeknya akan setara dengan berkurangnya 32 juta mobil dari jalan selama setahun.

Kami yakin ini akan mendorong pertumbuhan dan mendorong bisnis kami. Ini adalah harapan yang dimiliki pelanggan kami, “kata Francesca DeBiase, Chief Supply Chain and Sustainability Officer McDonald’s, dilansir dari Bloomberg.Sejak dipimpin oleh CEO, Steve Easterbrook tahun 2015, McDonalds gencar memperbaiki persepsi masyarakat terhadap jaringan makanan cepat saji. BESTPROFIT

Di bawah pimpinannya, McDonald’s telah mengganti beberapa hamburger beku dengan daging sapi segar dan melakukan peremajaan terhadap beberapa gerai, sekaligus mengeluarkan antibiotik dari ayam dan memperkenalkan roti tanpa sirup jagung fruktosa tinggi. Tahun lalu, McDonald’s menyusun rencana untuk membantu industri daging sapi menjadi lebih berkelanjutan.

Comments are closed.