Penguatan dollar AS tekan harga tembaga

An employee takes pieces of pure copper, which are used for jewels gilding at the Krastsvetmet non-ferrous metals plant, one of the world's largest producers in the precious metals industry, in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia, December 14, 2016. Picture taken December 14, 2016. REUTERS/Ilya Naymushin

 

Best Profit | Penguatan dollar AS tekan harga tembaga

 

Best Profit – JAKARTA. Pelaku pasar semakin yakin suku bunga The Fed bakal naik bulan ini. Hal ini membuat harga tembaga kembali tertekan, meski fundamental masih oke. Kemarin, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange tergerus 0,8% menjadi US$ 5.722 per metrik ton pada pukul 12.53 WIB. Sepekan terakhir, harga turun 3,5%.

Harga tembaga antara lain tertekan pengumuman inflasi di China. Tingkat inflasi China bulan lalu cuma 0,8%, di bawah proyeksi sebesar 1,9%. Bulan sebelumnya inflasi China mencapai 2,5%. Pasar khawatir hal ini akan membuat permintaan tembaga turun. Sementara dari AS, lembaga riset ADP merilis penyerapan tenaga kerja sektor swasta di AS mencapai 298.000, jauh lebih tinggi ketimbang proyeksi 184.000.

Ini merupakan data awal penyerapan tenaga kerja di AS, sebelum pemerintah mengumumkan data resmi pada Jumat ini. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja membuat dollar AS menguat dan menekan harga tembaga. Sinyal suku bunga AS bakal naik pun semakin jelas. “Ekonomi AS makin baik dan menguatkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Fundamental tembaga tidak menjadi fokus utama,” kata Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka.

Aksi mogok kerja di tambang tembaga Escondida, Cile, sebenarnya membawa sentimen positif pada harga tembaga. Sebab, produksi berhenti dan pasokan global terancam defisit. Citigroup Inc memperkirakan terjadi defisit pasokan tembaga global tahun ini, yang akan berlanjut hingga 2020. Proyeksi Citigroup, harga tembaga akan melesat ke US$ 8.000 per ton tahun ini.

Ibrahim menambahkan, tekanan pasokan tembaga juga disebabkan oleh pembatasan produksi Freeport-McMoran Inc di tambang Grasberg, Papua. Memang, produsen tembaga di Rusia, Ural Mining & Metallurgic Co, tahun ini berniat menambah produksi jadi 370.000-380.000 ton dibanding tahun lalu 350.000. “Tetapi tambahan dari Rusia tidak signifikan menutup defisit pasokan global,” jelas dia.

Di sisi lain, ada harapan permintaan tembaga naik untuk proyek infrastruktur dan militer AS. Prediksi Ibrahim, tembaga akan kembali menguat pada kuartal kedua dan berlanjut hingga akhir tahun. Harga tembaga kuartal kedua tahun ini diprediksi mencapai US$ 6.200 per ton.

Secara teknikal, bollinger band dan moving average (MA) 10% di atas bollinger tengah. Hal ini menunjukkan tren positif. Tetapi RSI, stochastic dan MACD 60% negatif, membuka potensi pelemahan jangka pendek. Jumat ini, Ibrahim, memprediksi harga tembaga akan koreksi dan bergerak di kisaran US$ 5.600-US$ 5.800 per ton. Sepekan ke depan, harga akan bergerak antara US$ 5.600-US$ 5.890 per ton.

Best Profit

Comments are closed.