Saham bank dorong indeks konstituen

JAKARTA,22/11-REKOR TINGGI IHSG. Pekerja melakukan aktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir rekor tertinggi baru pada Rabu (22/11) sore. IHSG ditutup naik 37,92 poin atau 0,63% ke level 6.069,78. Pasar saham domestik melesat usai ditutup turun 0,35%, kemarin. KONTAN/Fransiskus SImbolon/22/11/2017

PT Best Profit Futures Pekanbaru Sejak awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mencatat pertumbuhan sebesar 14,55% year-to-date(ytd) menjadi 6.067,14. Meski sudah cukup tinggi, ternyata beberapa indeks konstituen di BEI tumbuh melampaui IHSG di sepanjang tahun ini.

Indeks SRI-KEHATI, misalnya, mencetak pertumbuhan 20,72% (ytd). Indeks BISNIS-27 pun tumbuh 17,45%, indeks IDX30 juga naik 16,96%, sementara indeks saham paling likuid di BEI, indeks LQ45, mencatat pertumbuhan 15,16%. Meski tak melebihi IHSG, indeks KOMPAS100 mencatat pertumbuhan 13,73%. Best Profit Pekanbaru

Head of Research OSO Sekuritas Riska Afriani menilai, kinerja sejumlah indeks saham melampaui IHSG lantaran kehadiran saham perbankan di dalam komposisi indeks tersebut. “Sepanjang tahun ini, pertumbuhan sektor perbankan sangat tinggi,” ujar dia kepada KONTAN, Sabtu (25/11) lalu.

Kehadiran saham bank seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) di indeks SRI-KEHATI membawa indeks ini tumbuh hingga lebih dari 20%. Begitu pula indeks saham lain yang menempatkan saham bank. “Saham BBCA saja memiliki bobot 16% di saham SRI-KEHATI,” ungkap Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido. PT Bestprofit Pekanbaru

Nah, inilah yang membuat indeks saham syariah, seperti Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), tumbuh di bawah kinerja IHSG. JII cuma naik 5,99%, sedang ISSI naik 6,98%. Sesuai aturan, saham bank dilarang masuk indeks saham syariah lantaran mengandung riba.

Demikian pula indeks SMInfra18 yang hanya mencatat pertumbuhan sebesar 5,66% sejak awal tahun. Selain karena absennya saham bank di indeks ini, beberapa anggota saham yang sempat turun membuat laju indeks ini tertahan. “Meski di dalamnya ada banyak saham berkapitalisasi pasar cukup besar, pergerakan sahamnya belum atraktif. Saham TLKM yang sempat jatuh memberatkan pertumbuhan indeks ini,” kata Riska. Bpf Pekanbaru

1Pingbacks & Trackbacks on Saham bank dorong indeks konstituen