Surat utang Rp 4,9 triliun siap masuk pasar

surat

Best Profit | Surat utang Rp 4,9 triliun siap masuk pasar

PT Bestprofit Futures Pekanbaru – JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar, obligasi korporasi baru terus berdatangan. Yang terbaru, ada tiga emiten yang siap menerbitkan obligasi senilai Rp 4,9 triliun. Pertama, PT Bank UOB Indonesia akan menerbitkan obligasi Rp 1,1 triliun. Rinciannya, Obligasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun.

Serta Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 senilai Rp 100 miliar. Obligasi Berkelanjutan I ditawarkan dalam tiga seri. Seri A, B dan C masing-masing memberikan kupon 7,2%, 8% dan 8,25% per tahun. Sementara Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2016 ditawarkan dengan kupon tetap 9,4% per tahun.

Kedua, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia alias Protelindo menerbitkan obligasi sebanyak Rp 800 miliar. Obligasi ini dijajakan dalam tiga seri, dengan kupon masing-masing 7,9%, 8,25% dan 8,75% per tahun. Ketiga, PT Angkasa Pura I meluncurkan surat utang total Rp 3 triliun. Rinciannya, Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2016 sebesar Rp 2,5 triliun serta Sukuk Ijarah I angkasa Pura I Tahun 2016 sebanyak Rp 500 miliar.

Obligasi I diterbitkan dalam tiga seri, dengan kupon masing-masing 8,1%, 8,4% dan 8,55%. Sementara sukuk diterbitkan dalam tiga seri dengan kupon 8,1%, 8,4% dan 8,55%. Senior Analyst Pasar Dana Beben Feri Wibowo menilai, obligasi yang ditawarkan Angkasa Pura I bakal laris di pasar sekunder. Sebab, kuponnya cukup menarik, yakni di atas rata-rata yield surat utang negara (SUN) bertenor sama. Apalagi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan rating idAAA bagi obligasi tersebut.

Memperhatikan kondisi fundamental perseroan, surat utang ini menarik,” ujar Beben. Beben memprediksi, bisnis Angkasa Pura I juga berpotensi melonjak. Apalagi bandara yang dikelola perusahaan ini merupakan tujuan wisata, yakni Bandara Internasional Lombok dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Wawan Hendrayana, Senior Research & Investment Analyst Infovesta Utama, berpendapat, besaran kupon yang ditawarkan obligasi Protelindo sebenarnya cukup rendah dibandingkan rata-rata surat utang emiten sejenis, meski masih di atas yield SUN bertempo serupa. Ini sebagai kompensasi rating idAAA dari Fitch Ratings yang disematkan pada obligasi Protelindo. “Secara keamanan sudah sangat baik,” terang Wawan.

Investor institusi yang mengutamakan keamanan, seperti manajer investasi, bakal memburu obligasi ini. Beberapa pekan terakhir, yield surat utang dalam negeri terkerek. Tapi yield masih lebih rendah dari tahun lalu,” kata Wawan. Sebagian korporasi diprediksi mempercepat penerbitan obligasi sebelum The Fed menaikkan suku bunga. Tahun ini, penerbitan obligasi korporasi diprediksi mencapai Rp 100 triliun. Akhir tahun ini, Wawan memperkirakan, kupon obligasi korporasi bertenor tiga tahun dengan rating idAAA sebesar 7,5%–8%.

PT Bestprofit Futures

Comments are closed.