Asupan nutrisi penyehat isi kantong Kalbe Farma

Anggaran belanja Kalbe Farma Tbk (KLBF) 2011: Proses produksi obat di Pabrik Dankos Farma (Kalbe Farma grup), Pulogadung, Jakarta Timur (24/1). PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyediakan anggaran belanja (Capex) untuk tahun 2011 sebesar Rp 650 miliar untuk mendukung ekspansi usaha. KONTAN/Baihaki/24/1/2011

 

Bestprofit | Asupan nutrisi penyehat isi kantong Kalbe Farma

 

Bestprofit – JAKARTA. Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berpotensi tumbuh dua digit pada tahun ini dan tahun depan. Proyeksi tersebut akan didukung kemampuan KLBF menggenjot segmen usaha consumer health dan nutrisi. Analis Kresna Securities Filbert Anson menilai, strategi KLBF mendiversifikasi bisnisnya membuat perusahaan inisemakin defensif. Ia mencatat, 50% produk KLBF adalah produk consumer health.

Filbert optimistis, pendapatan KLBF akan tumbuh 11,7% tahun depan, sementara laba bersih tumbuh 11,3%. “Dengan demikian bisnis KLBF jadi lebih defensif, mereka tidak hanya mengandalkan bisnis farmasi untuk bertumbuh,” kata Filbert kepada KONTAN, Selasa. Saat ini, bisnis farmasi KLBF dinilai sudah melambat dan tak memiliki ruang untuk bertumbuh.

Namun, Filbert optimistis KLBF bisa menggenjot pertumbuhan di lini consumer dan nutritional. Efeknya mungkin tak langsung terasa, tetapi KLBF terus mengeluarkan produk baru di kedua lini itu. “Setiap tahun ada launching produk baru. Contohnya baru-baru ini KLBF meluncurkan produk baru hasil joint venture dengan perusahaan asal Australia,” kata Filbert.

KLBF dan perusahaan farmasi asal Australia, Blackmores, sepakat mengeluarkan produk kesehatan meliputi minyak ikan dan vitamin yang mengandung omega. “Tahun ini mulai jualan. Tahun depan akan terasa pengaruhnya ke revenue,” ujar Filbert. Sebelumnya KLBF juga menggandeng Genexine Inc asal Korea. Dalam waktu dekat, Kalbe akan kembali mendirikan joint venture bersama perusahaan farmasi di negara Asia Tenggara.

Pilihan KLBF bisa jadi jatuh pada perusahaan asal Myanmar. Analis Maybank Kim Eng Janni Asman juga menilai, ada potensi pertumbuhan bagi KLBF dengan mendiversifikasi bisnis dan branding produk. “Kami juga mengharapkan ada upaya efisiensi untuk mendukung margin dalam waktu dekat. Namun, ada potensi risiko margin tahun depan terpengaruh volatilitas valuta asing yang terjadi baru-baru ini,” ungkap dia.

Analis Ciptadana Securities Jennifer Natalia Widjaja mencatat, segmen consumer health maupun nutrisi meraih pendapatan tertinggi, masing-masing 10,8% dan 11,2% year-on-year (yoy) selama sembilan bulan di tahun ini.

Bestprofit

Comments are closed.